23 Okt 2015, 2:16am
Puisi
by

2 comments

Soal Penyesalan

Semarang, 27 September 2015

Dinding persembunyianku tak bisa menutupi dosa

Aku lemah, takut

Aku malu tak terkira

Tentang kenangan sebuah malam

Hitam, kelam tapi masih dirindukan

Hati penuh penyesalan, bila adzan berkumandang

Tapi mungkinkah otak yang busuk menjadi jawaban

Setiap waktu, kesempatan berbuat dosa selalu ada

Walau seratus hari air mata menjadi balasannya

Kisah itu tak terlupa

Tuhan tau, malaikat juga

Mereka melihatnya, begitu dekat memperingati

Aku berlari tak mengubris, waktu serasa ikut mengklabuhi

Detak jantung pun tak terdengar lagi, luput

Bahkan tak ku kenali diriku sendiri

Untuk kehendakku, sudah lama ingin kulakukan

Beranjak, menghapus kabut yang mengepungku

Menuju cinta Tuhan

Aku takut maut yang semakin dekat, seakan menjemput

Waktuku telah habis, saat nya aku kembali

Memastikan sudah dijalan kebenaran

Menjauh dari kenaifan manusia

Raih indah dan nikmatnya surga, katanya

Bersama yang terkasih

Seribu tahun hidup bahagia dan abadi

Facebook Comments