INTERELASI JAWA dan ISLAM dalam BIDANG EKONOMI

  1.                          I.                                             Pendahuluan

Secara umum, bisa dibilang bahwa ekonomi adalah sebuah bidang kajian tentang pengurusan sumber daya material individu, masyarakat, dan negara untuk meningkatkan kesejahteraan hidup manusia. Karena ekonomi merupakan ilmu tentang perilaku dan tindakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang bervariasi dan berkembang dengan sumber daya yang ada melalui pilihan-pilihan kegiatan produksi, konsumsi dan atau distribusi

Untuk Ekonomi Islam sendiri akan lebih lanjut diulas oleh penulis seperti gambaran makalah berikut, simak baik-baik.

  1.              II.                                             Permasalahan
    1. 1.                     Konsep Ekonomi Islam
    2. 2.                     Interelasi Nilai Jawa Dan Islam dalam Ekonomi
  1.     III.            Pembahasan
  2. 1.                     Konsep Ekonomi Islam[1]

Islam mengambil suatu kaidah terbaik antara kedua pandangan yang ekstrim (kapitalis dan komunis) dan mencoba untuk membentuk keseimbangan di antara keduanya (kebendaan dan rohaniah). Keberhasilan sistem ekonomi Islam tergantung kepada sejauh mana penyesuaian yang dapat dilakukan di antara keperluan kebendaan dan keperluan rohani / etika yang diperlukan manusia. Sumber pedoman ekonomi Islam adalah al-Qur’an dan sunnah Rasul, yaitu dalam:

  • Qs.al-Ahzab:72 (Manusia sebagai makhluk pengemban amanat Allah).
  • Qs.Hud:61 (Untuk memakmurkan kehidupan di bumi).
  • Qs.al-Baqarah:30 (Tentang kedudukan terhormat sebagai khalifah Allah di bumi).
    Hal-hal yang tidak secara jelas diatur dalam kedua sumber ajaran Islam tersebut diperoleh ketentuannya dengan jalan ijtihad.

 

  • Adapun Dasar-dasar Ekonomi Islam:
  1. Bertujuan untuk mencapai masyarakat yang sejahtera baik di dunia dan di akhirat, tercapainya pemuasan optimal berbagai kebutuhan baik jasmani maupun rohani secara seimbang, baik perorangan maupun masyarakat. Dan untuk itu alat pemuas dicapai secara optimal dengan pengorbanan tanpa pemborosan dan kelestarian alam tetap terjaga.
  2.     Hak milik relatif perorangan diakui sebagai usaha dan kerja secara halal dan dipergunakan untuk hal-hal yang halal pula
  3. Dilarang menimbun harta benda dan menjadikannya terlentar.
  4.     Dalam harta benda itu terdapat hak untuk orang miskin yang selalu meminta, oleh karena itu harus dinafkahkan sehingga dicapai pembagian rizki
  5. Pada batas tertentu, hak milik relatif tersebut dikenakan zakat.
  6. Perniagaan diperkenankan, akan tetapi riba dilarang.
  7. Tiada perbedaan suku dan keturunan dalam bekerja sama dan yang menjadi ukuran perbedaan adalah prestasi kerja.

Kemudian landasan nilai yang menjadi tumpuan tegaknya sistem ekonomi Islam adalah sebagai berikut:
Nilai dasar sistem ekonomi Islam:
1) Hakikat pemilikan adalah kemanfaatan, bukan penguasaan.
2) Keseimbangan ragam aspek dalam diri manusia.
3) Keadilan antar sesama manusia.
Nilai instrumental sistem ekonomi Islam:
1) Kewajiban zakat.
2) Larangan riba.
3) Kerjasama ekonomi.
4) Jaminan sosial.
5) Peranan negara.
Nilai filosofis sistem ekonomi Islam:
1) Sistem ekonomi Islam bersifat terikat yakni nilai.
2) Sistem ekonomi Islam bersifat dinamik, dalam arti penelitian dan pengembangannya berlangsung terus-menerus.
Nilai normatif sistem ekonomi Islam:
1) Landasan aqidah.
2) Landasan akhlaq.
3) Landasan syari’ah.
4) Al-Qur’anul Karim.
5) Ijtihad (Ra’yu), meliputi qiyas, masalah mursalah, istihsan, istishab, dan urf.

  1. 2.                     Interelasi Nilai Jawa Dan Islam dalam Ekonomi

Nilai-nilai islam dan jawa kiranya bertemu dalam media slametan yang memuat nilai-nilai tertentu.Kenyataan bahwa upacara slametan telah disentuh dengan ajaran islam,seperti masuknya unsur dzikir,penentuan waktu dan maksud penyelenggaraan yang dikaitkan dengan hari-hari besar islam,mengakibatkan efek slametan terkadang mampu menimbulkan getaran emosi keagamaan.Oleh karena simbol-simbol yang termuat dalam slametan mengandung prinsip ekonomi,sementara nilai-nilai islam pun terakomodasi di dalamnya,maka pertemuan antara budaya jawa dan islam melalui slametan menggariskan prinsip ekonomi pula.

Yang mana slametan adalah suatu upacara yang biasanya diadakan di rumah suatu keluarga dan dihadiri oleh anggota-anggota keluarga,tetangga-tetangga dekat,kenalan-kenalan yang tinggal tidak jauh,dan termasuk juga orang-orang yang mempunyai hubungan dagang.Keputusan untuk mengadakan upacara slametan kadang-kadang diambil berdasarkan keyakinan keagamaan yang murni,dan adanya suatu perasaan kuatir akan hal-hal yang tidak diinginkan atau akan datangnya malapetaka,tetapi kadang-kadang juga hanya merupakan suatu kebiasaan rutin saja yang dijalankan sesuai dengan adat     keagamaan.Upacara slametan diadakan biasanya berhubungan dengan rangkaian upacara kematian, peristiwa-peristiwa tertentu dalam pertanian, peringatan,hari-hari besar islam,atau berbagai peristiwa penting sepanjang lingkaran hidup seseorang.[2]

    

  1.     IV.                                             Kesimpulan

Perekonomian sebagai salah satu sendi kehidupan yang penting bagi manusia, oleh al-Qur’an telah diatur sedemikian rupa. Riba secara tegas telah dilarang karena merupakan salah satu sumber labilitas perekonomian dunia. Al-Qur’an menggambarkannya sebagai orang yang tidak dapat berdiri tegak melainkan secara limbung bagai orang yang kemasukan syaithan.

Hal terpenting dari semua itu adalah bahwa kita harus dapat mengembalikan fungsi asli uang yaitu sebagai alat tukar / jual-beli. Memperlakukan uang sebagai komoditi dengan cara memungut bunga adalah sebuah dosa besar, dan orang-orang yang tetap mengambil riba setelah tiba larangan Allah, diancam akan dimasukkan ke neraka (Qs.al-Baqarah:275). Berdirinya Bank Muamalat Indonesia merupakan salah satu contoh tantangan untuk membuktikan suatu pendapat bahwa konsepsi Islam dalam bidang moneter dapat menjadi konsep alternative.

  1.              V.                                             Penutup

Demikianlah makalah ini yang dapat penulis sampaikan. Semoga apa yang telah penulis lakukan ini nantinya akan bermanfaat bagi kita semua dan menjadi sebuah amal ibadah. Amin. Penulis menyadari bahwasanya dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis meminta saran dan kritik dari pembaca, yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah penulis selanjutnya.

Daftar Pustaka

http://bimcrot.tripod.com/global/isnom.html

Amin, Darori. Islam dan Kebudayaan Jawa. Yogyakarta : Gama Media: 2000


[1] http://bimcrot.tripod.com/global/isnom.html

[2] Amin, Darori. Islam dan Kebudayaan Jawa. Yogyakarta : Gama Media: 2000

Facebook Comments

Published by dloen

Aku Fadlun, Anak pertama dari 4 bersaudara, kelahiran Indramayu, 19 Juni 1992. punya cita- cita dan mimpi menjadi orang hebat. menempuh pendidikan kuliyah di UIN Walisongo Semarang, besar harapan bisa mengubah perekonomian keluarganya di masa depan.

One reply on “INTERELASI JAWA dan ISLAM dalam BIDANG EKONOMI”

Komentar ditutup.