Wisata Awan Semarang

Sekarang orang orang pada melek media, tau kalau byk manfaat y, pengin ikut andil didalam ya dan ga mau ketinggalan, karena media khususnya media sosial bs digunakan untuk mencari rizki dgn berjualan online pun bs mengambil peluang lain yaitu utk menyediakan tmpt foto, seperti yg dilakukan masyarakat gunung pati. Mereka membuat konsep foto seperti konsep awan, salju, Rumah pohon dan balon terbang disalah satu lahan mereka, mereka faham ini akan jd sesuatu yang menguntungkan dimasa ini.
Karena alasan media tempat- tempat ini dibentuk, pun peran media jg akhirnya terkenal dan diakui sbg salah satu ikon Semarang, tempat wisata dan liburan Semarang. karena diakui atau tdk semua orang tidak perempuan, laki-laki, anak-anak, remaja ataupun orang dewasa butuh liburan, hiburan, butuh foto baru, dan sesuatu yang gak biasa.
Dan Untuk kalian fesbooker yg Jenuh, pengin bepergian?
Atau butuh paket hemat wisata. Nih di semarang, Goa kreo. Menyediakan wisata awan dengan biaya per orang 5K, dan kamu bs ajak teman, pasangan, keluarga bahkan se RT pun insyaallah tdk menguras kocek. Disini jg menyediakan properties foto yg lainnya, jika mau ada byk macam seperti gitar, boneka bunga, mahkota dll.

Continue Reading →

Makalah: Peran dan Bentuk- Bentuk Gender

  1. PENDAHULUAN

Secara mendasar Gender berbeda dari jenis kelamin biologis. Jenis kelamin biologis merupakan pemberian kita dilahirkan sebagai seorang laki-laki atau seorang perempuan. Tetapi, jalan yang menjadikan kita maskulin atau feminine adalah gabungan blok-blok bangunan biologis dasar dan interpretasi biologis oleh kultur kita. Setiap masyarakat memiliki berbagai “naskah” (scripts) untuk diikuti oleh anggotanya seperti mereka belajar memainkan peran feminin atau maskulin, sebagaimana halnya setiap masyarakat memiliki bahasanya sendiri. Sejak kita sebagai bayi mungil hingga mencapai usia tua, kita mempelajari dan mempraktikan cara-cara khusus yang telah ditentukan oleh masyarakat bagi kita untuk menjadi laki-laki dan perempiuan. Gender adalah seperangkat peran yang, seperti halnya kostum dan topeng di teater, menyampaikan kepada orang lain bahwa kita dalah feminin atau maskulin. Perangkat perilaku khusus ini yang mencakup penampilan, pakaian, sikap, kepribadian, bekerja di dalam dan diluar rumah tangga, seksualitas, tanggung jawab keluarga dan sebagainya secara bersama-sama memoles “peran gender” kita. Continue Reading →

BLOGGING Versi Dloen…

APA SIH BLOG ITU??
Sebuah kata populer untuk menyebut sebuah website yang berisi tulisan, gambar, vidio bahkan berisi komentar orang lain. Istilah Blog diperkenalkan oleh John Barger pada tahun 1997, berasal dari kata Web dan Log. Web adalah Website dan Log adalah catatan kronologis. Istilah blog dipakainya untuk menyebut nama kelompok website pribadi yang selalu diupdate secara rutin disertai dengan komentar-komentar oleh orang lain dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik.
ALASAN MEMBUAT BLOG

Suka menulis
Dokumentasikan perjalanan hidup
Sampaikan ide pemikiran
Mempengaruhi masyarakat
Media protes/ kritik tapi tidak mungkin termuat dimedia public
Mengisi waktu
Ikutan tren
Cari kenalan/teman baru
Cari peluang bisnis
Biar ngetop dan terkenal
Biar berguna dimasyarakat
Menyalurkan hobi narsisme
Hampa hidup tanpa ngeblog
Dll

MANFAAT NGE-BLOG

Potensi menjadi terkenal
Potensi mendapat duit dari blog
Menjadi pintar menulis(bisa karena terbiasa)
Wawasan luas
Lebih peka terhadap kondisi sosial
Punya teman baru dari berbagai penjuru dunia
Membangun komunitas
Membangun brend/merek pribadi
Memberi manfaat bagi orang lain/masyarakat
Ide/ produk akan dikenal luas oleh masyakat melalui internet
Kepuasan pribadi
Jadikan hidup lebih bermakna
Dll

Jenis dan Pembagian Kamera

A. Jenis kamera berdasarkan media penangkap cahaya
Kamera film menggunakan pita seluloid (atau sejenisnya, sesuai perkembangan teknologi). Butiran silver halida yang menempel pada pita ini sangat sensitif terhadap cahaya. Saat proses cuci film, silver halida yang telah terekspos cahaya dengan ukuran yang tepat akan menghitam, sedangkan yang kurang atau sama sekali tidak terekspos akan tanggal dan larut bersama cairan pengembang (developer).
1. Kamera film
Jenis kamera film yang digunakan adalah dari jenis 35 milimeter, yang menjadi populer karena keserbagunaan dan kecepatannya saat memotret, karena kamera ini berukuran kecil, kompak dan tidak mencolok. Lensa kadang dapat dipertukarkan, dan kamera itu dapat memuat gulungan film untuk 36 singkapan, bahkan kadang lebih.
2. Kamera polaroid
Kamera jenis ini memakai lembaran polaroid yang langsung memberikan gambar positif sehingga pemotret tidak perlu melakukan proses cuci cetak film.
3. Kamera digital
Kamera jenis ini merupakan kamera yang dapat bekerja tanpa menggunakan film. Si pemotret dapat dengan mudah menangkap suatu objek tanpa harus susah-susah membidiknya melalui jendela pandang karena kamera digital sebagian besar memang tidak memilikinya. Sebagai gantinya, kamera digital menggunakan sebuah layar LCD yang terpasang di belakang kamera. Lebar layar LCD pada setiap kamera digital berbeda-beda.
Sebagai media penyimpanan, kamera digital menggunakan internal memory ataupun external memory yang menggunakan memory card.

B. Jenis kamera berdasarkan mekanisme kerja
1. Kamera single lens reflect
Kamera ini memiliki cermin datar dengan singkap 45 derajat di belakang lensa, sehingga apa yang terlihat oleh pemotret dalam jendela pandang adalah juga apa yang akan di tangkap pada film. Umumnya kamera ini digunakan setinggi pinggang ketika dipotretkan.
2. Kamera instan
Istilah instan adalah dimilikinya mekanisme automatik pada kamera, sehingga berdasar pengukur cahaya (lightmeter atau fotometer), lebar diafragma dan kecepatan pemetik potret secara otomatis telah diatur.

C. Pembagian kamera berdasarkan teknologi viewfinder
Viewfinder memainkan peranan penting dalam penyusunan komposisi fotografi. Fotografer ahli biasanya akan lebih memilih viewfinder dengan kualitas baik dan mampu memberikan gambaran tepat seperti apa yang akan tercetak.
1. Kamera saku
Jenis yang paling populer digunakan masyarakat umum. Lensa utama tak bisa diganti,umumnya otomatis atau memerlukan sedikit penyetelan. Cahaya yang melewati lensa langsung membakar medium. Kelemahan film ini adalah gambar yang ditangkap oleh mata akan berbeda dengan yang akan dihasilkan film, karena ada perbedaan sudut pandang jendela bidik (viewfinder) dengan lensa.
2. Kamera TLR
Kelemahan kamera poket diperbaiki oleh kamera TLR. Jendela bidik diberikan lensa yang identik dengan lensa di bawahnya. Namun tetap ada kesalahan paralaks yang ditimbulkan sebab sudut dan posisi kedua lensa tidak sama.
3. Kamera SLR (Single Lens Reflect)
Pada kamera SLR, cahaya yang masuk ke dalam kamera dibelokkan ke mata fotografer sehingga fotografer mendapatkan bayangan yang identik dengan yang akan terbentuk. Saat fotografer memencet tombol kecepatan rana, cahaya akan dibelokkan kembali ke medium (atau film). lensa kamera SLR dapat diganti ganti sesuai kehendak,sangat disukai para ahli foto, atau hobby, dudukan lensa pada body kamera berbeda benda tergantung merek kamera,mulai dari lensa wide(sudut lebar),tele(jarak jauh),dan lensa normal(standard 50 mm),tersedia pula lensa zoom dengan panjang lensa bervariasi.

Sejarah Jurnalistik dan Perkembangan Nya

I. PENDAHULUAN
Pers berarti media. Berasal dari bahasa Inggris press yaitu cetak. Apakah media itu berarti hanya media cetak? Tentunya tidak. Pada awal kemunculannya media memang terbatas hanya pada media cetak. Seiring percepatan tekhnologi dan informasi, ragam media ini kemudian meluas. Muncul media elektronik: Audio, audio visual (pandang-dengar) sampai internet. Jadi pers adalah sarana atau wadah untuk menyiarkan produk-produk jurnalistik.
Sedang jurnalistik merupakan suatu aktifitas dalam menghasilkan berita maupun opini. Mulai dari perencanaan, peliputan dan penulisan yang hasilnya disiarkan pada public atau khalayak pembaca melalui media/pers. Dengan kata lain jurnalistik merupakan proses aktif untuk melahirkan berita.
Hasil dari proses jurnalistik yang kemudian menjadi teks yang dimuat di media, berupa berita maupun opini.
Dengan demikian, kiranya pemakalah menganggap bahwasahnya penting untuk kita semua mengetahui sejarah jurnalistik itu sendiri.

II. PERMASALAHAN

A. Sejarah Jurnalistik Dunia
B. Sejarah Jurnalistik di Indonesia
C. Perkembangan Jurnalistik

III. PEMBAHASAN
A. Sejarah Jurnalistik Dunia
awal mulanya muncul jurnalistik dapat diketahui dari berbagai literatur tentang sejarah jurnalistik senantiasa merujuk pada “Acta Diurna pada zaman Romawi Kuno masa pemerintahan kaisar Julius Caesar (100-44 SM).
“Acta Diurna, yakni papan pengumuman (sejenis majalah dinding atau papan informasi sekarang), diyakini sebagai produk jurnalistik pertama; pers, media massa, atau surat kabar harian pertama di dunia. Julius Caesar pun disebut sebagai “Bapak Pers Dunia.
Sebenarnya, Caesar hanya meneruskan dan mengembangkan tradisi yang muncul pada permulaan berdirinya kerajaan Romawi. Saat itu, atas peritah Raja Imam Agung, segala kejadian penting dicatat pada “Annals, yakni papan tulis yang digantungkan di serambi rumah. Catatan pada papan tulis itu merupakan pemberitahuan bagi setiap orang yang lewat dan memerlukannya.
Saat berkuasa, Julius Caesar memerintahkan agar hasil sidang dan kegiatan para anggota senat setiap hari diumumkan pada “Acta Diurna. Demikian pula berita tentang kejadian sehari-hari, peraturan-peraturan penting, serta apa yang perlu disampaikan dan diketahui rakyatnya. Papan pengumuman itu ditempelkan atau dipasang di pusat kota yang disebut “Forum Romanum (Stadion Romawi) untuk diketahui oleh umum.
Berita di “Acta Diurna kemudian disebarluaskan. Saat itulah muncul para “Diurnarii, yakni orang-orang yang bekerja membuat catatan-catatan tentang hasil rapat senat dari papan “Acta Diurna itu setiap hari, untuk para tuan tanah dan para hartawan.
Dari kata “Acta Diurna inilah secara harfiah kata jurnalistik berasal yakni kata “Diurnal dalam Bahasa Latin berarti “harian atau “setiap hari. Diadopsi ke dalam bahasa Prancis menjadi “Du Jour dan bahasa Inggris “Journal yang berarti “hari, “catatan harian, atau “laporan. Dari kata “Diurnarii muncul kata “Diurnalis dan “Journalist (wartawan).
Dalam sejarah Islam, seperti dikutip Kustadi Suhandang (2004), cikal bakal jurnalistik yang pertama kali di dunia adalah pada zaman Nabi Nuh. Saat banjir besar melanda kaumnya, Nabi Nuh berada di dalam kapal beserta sanak keluarga, para pengikut yang saleh, dan segala macam hewan.
Untuk mengetahui apakah air bah sudah surut, Nabi Nuh mengutus seekor burung dara ke luar kapal untuk memantau keadaan air dan kemungkinan adanya makanan. Sang burung dara hanya melihat daun dan ranting pohon zaitun yang tampak muncul ke permukaan air. Ranting itu pun dipatuk dan dibawanya pulang ke kapal. Nabi Nuh pun berkesimpulan air bah sudah mulai surut. Kabar itu pun disampaikan kepada seluruh penumpang kapal.
Atas dasar fakta tersebut, Nabi Nuh dianggap sebagai pencari berita dan penyiar kabar (wartawan) pertama kali di dunia. Kapal Nabi Nuh pun disebut sebagai kantor berita pertama di dunia.

B. Sejarah Jurnalistik di Indonesia
Awal mula lahirnya Jurnalistik dimulai sekitar 3000 tahun lalu. Terdapat konsep dasar jurnalistik yaitu, penyampaian berbagai pesan, berita dan informasi. konsep dasar tersebut berakar dari saat ketika itu Firaun, Amenhotep III, di Mesir mengirimkan ratusan pesan kepada para perwiranya yang tersebar di berbagai daerah provinsi untuk mengabarkan apa yang terjadi di pusat.
Catatan sejarah yang berkaitan dengan penerbitan media massa terpicu penemuan mesin cetak oleh Johannes Gutenberg.
Media massa di Indonesia tumbuh dan berkembang secara unik, dibandingkan dengan negara lain, terutama bila dibandingkan dengan lahir dan tumbuhnya media massa di negara-negara barat dan AS. Media cetak di Indonesia lahir pada masa penjajahan Belandayaitu dengan terbitnya surat kabar Bataviase Nouvelles (1744). Koran ini tentu saja dijalankan oleh manajemen dan jurnalis Belanda. kemudian lahirlah pers “pribumi”, media cetak yang berkomunikasi dengan bahasa melayu atau bahasa daerah dan dipimpin oleh seorang pribumi. masuk dalam kategori ini adalah warta berita (1901) yang selain berbahasa melayu juga dicetak dalam bahasa latin. surat kabar lain yang lahir pada abad ke-19 meskipun telah dicetak dengan huruf latin dan berbahasa melayu tetapi umumnya masih di pimpim oleh orang-orang Belanda. Koran yang dipimpin oleh kaum pribumi ini merupakan cikal bakal “pers perjuangan” yaitu media cetak berbahasa Melayu yang menyiratkan cita-cita kemerdekaan dari penjajahan asing dalam kebijakan redaksionalnya.
Istilah pers perjuangan kembali populer setelah 17 Agustus 1945, yaitu Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi kemudian pihak Belanda (mencoba) menjajah kembali bangs Indonesia. Pada era 1945-1946, koran-koran yang membawakan suara bangsa Indonesia masih mendapat survive si tengah tekanan pihak Belanda. Wartawan Indonesia H. Rosiwan Anwar adalah contoh “sisa-sisa laskar panjang” yang mengalami sendiri masa-masa sulit itu.
Konsistensi pers cetak semakin terlihat pada perjalanan bangsa ini, mulai dari era demokrasi liberal (1950-1959), demokrasi terpimpin (1959-1965), demokrasi pancasila (1965-1998) dan kini, serta era reformasi (1998-sekarang).

C. Perkembangan Jurnalistik
perkembangan pengumpulan dan transmisi berita, meliputi perkembangan teknologi dan perdagangan, ditandai dengan munculnya teknik khusus untuk mengumpulkan dan menyebarkan informasi secara teratur yang telah menyebabkan, sebagai salah satu sejarah jurnalisme duga, kenaikan mantap “lingkup berita tersedia bagi kita dan kecepatan yang ditularkan.” Jurnalisme dan percetakan Penemuan jenis bergerak mesin cetak oleh Johannes Gutenberg di 1456, menyebabkan penyebaran luas buku cetak. The berkala dicetak pertama adalah Mercurius Gallobelgicus , ditulis dalam bahasa Latin, ternyata tahun 1594 di Cologne , dan didistribusikan secara luas, bahkan menemukan jalan ke pembaca di Inggris.
Surat kabar pertama adalah Oxford Gazette (kemudian London Gazette, dan diterbitkan terus sejak), yang pertama kali muncul pada tahun 1665. Ini mulai diterbitkan sementara kerajaan Inggris pengadilan adalah di Oxford untuk menghindari wabah di London, dan diterbitkan dua kali seminggu. Editor pertama juga merupakan wanita pertama dalam jurnalisme, meskipun ia digantikan setelah hanya beberapa minggu. Pada saat ini, Inggris telah mengadopsi Undang-Undang Pers Restriction, yang diperlukan bahwa nama printer dan tempat publikasi disertakan pada setiap dokumen yang dicetak.
Perancis Surat kabar pertama di Prancis, Lembaran de France, didirikan tahun 1632 oleh raja dokter Theophrastus Renaudot (1.586-1.653), dengan perlindungan Louis XIII. Semua surat kabar yang kena sensor prepublication, dan menjabat sebagai instrumen propaganda untuk monarki. Jean Loret dianggap sebagai salah satu wartawan pertama Prancis. Dia menyebarkan berita mingguan masyarakat Paris dari 1650 sampai 1.665.
Jurnalisme di Amerika Informasi lebih lanjut: Sejarah surat kabar Amerika Surat kabar kolonial pertama nyata adalah New England Courant , diterbitkan sebagai sampingan oleh printer James Franklin, saudara Benjamin Franklin . Seperti banyak surat kabar kolonial lainnya, itu sesuai dengan kepentingan partai.
Ketika abad ke-19 berkembang di Amerika, surat kabar mulai berfungsi lebih sebagai bisnis pribadi dengan editor nyata daripada organ partisan, meskipun standar kebenaran dan tanggung jawab masih rendah. Selain berita lokal, banyak konten disalin dari surat kabar lainnya. Selain berita, mungkin ada puisi atau fiksi, atau (terutama di akhir abad) kolom lucu. ” Kebangkitan surat kabar terkemuka di AS Seperti kota-kota Amerika seperti New York, Philadelphia, Boston dan Washington tumbuh dengan munculnya Revolusi Industri, begitu pula surat kabar. Mesin cetak besar, telegraf, dan inovasi teknologi lainnya memungkinkan surat kabar untuk mencetak ribuan salinan, meningkatkan sirkulasi, dan meningkatkan pendapatan. Koran pertama yang sesuai dengan definisi modern koran adalah New York Herald , didirikan pada tahun 1835 dan diterbitkan oleh James Gordon Bennett, Sr . Ini adalah surat kabar pertama yang memiliki staf kota meliputi rutin ketukan dan berita tempat , bersama dengan bisnis biasa dan Wall cakupan Street. Pada tahun 1838 Bennett juga menyelenggarakan staf koresponden asing pertama dari enam orang di Eropa dan ditugaskan koresponden domestik ke kota-kota utama, termasuk wartawan pertama yang secara teratur meliput Kongres.

IV. KESIMPULAN
perkembangan jurnalistik dunia Dalam perkembangan jurnalistik, terkait penentuan jurnalis pertama dan kapan kegiatan jurnalistik pertama dilakukan, para ahli senantiasa merujuk pada Romawi masa Julius Caesar (100-44 SM). Jules meneruskan tradisi raja-raja terdahulu untuk menyiarkan kabar mengenai keputusan senat di papan pengumuman, Acta Diurna. Jules berpikir, walaupun kekuasaannya tanpa batas, ia harus mendapatkan inisiasi dari publik Roma. Istilah Jurnalis Sejak saat itu, dikenal istilah Jurnalis yang berasal dari kata diurnalis atau mereka yang menjadi juru tulis senat. Padahal, jika para ahli sains percaya adanya agama, perkembangan jurnalistik sudah ada pada masa sebelum Jules. Misalnya, catatan Eumenes, 363 SM. Ia telah membuat kisah orang-orang ternama masa itu, dari Alexander yang agung sampai Aristoteles. Lebih jauh lagi beribu tahun ke belakang adalah masa Nabi Nuh. Konon, saat banjir besar menghantam bumi atau berakhirnya zaman es, riak jurnalistik sudah terbangun. Nabi Nuh AS membutuhkan kabar yang akurat dan faktual tentang kondisi daratan. Dikirimlah jurnalis dadakan, namun bisa dipercaya karena memiliki kemampuan “radar magnetis” dan otak kecil alat navigasi di hidungnya. Ya, burung merpati. Si Merpati barangkali pangkatnya seorang reporter investigasi yang diminta mencari tahu kadar kesurutan air. Merpati terbang berkeliling hingga menemukan ranting zaitun yang menyebul di lautan. Ranting itu dipatuk, lantas dibawa sehingga Nabi Nuh mengetahui kabar akurat mengenai surutnya air. China Pada perkembangan selanjutnya, tradisi tulisan berlanjut di China. Surat kabar pertama pun lahir, King Pao. Surat kabar yang mengabarkan titah kaisar. Lantas, jurnalis tulis menulis sedikit surat di zaman kegelapan Eropa walaupun mendapat tempat manis di Asia. Pada masa itu, orang Eropa mengandalkan para penyair dari hall ke hall untuk mengabarkan kisah para raja dan pahlawan. Perkembangan berarti berlangsung pada abad pertengahan. Yakni, hadirnya mesin cetak. Guttenberg (1450), dengan izin Tuhan, benar-benar merevolusi dunia. Kehadiran mesin cetak telah membawa jurnalisme ke titik 100 persen. Kemudian, lahir media massa pertama di Eropa yang tidak ditujukan untuk para raja semata. Yakni, Gazzeta di Venesia. Sebagaimana umumnya kota Italia yang menganggap raja atau doge sebagai patron, kota dan para pengurusnya bersikap mandiri. Kemandirian informasi di Venesia inilah yang melahirkan Gazzeta. Amerika Di Amerika Utara, perkembangan pers mengikuti sejarah unik penjajahan Inggris pada dataran kolonialnya. Orang kolonial Amerika Utara itu, bahkan, memulihkan nama journalism sebagai kegiatan pencarian berita. Sementara di tanah Inggris sendiri, lahir Oxford Gazzete. Nama newspapper mulai digunakan menggantikan Gazzete yang berbau pizza Italia. Pada masa awal revolusi Industri, masa Descartes usai mencerahkan Eropa dengan filsafat ilmunya, jurnalistik mulai dipandang sebagai ilmu baru di ranah sosial. Karl Bucher dan Max Weber di Universitas Basel Swiss memperkenalkan cabang baru ilmu persuratkabaran, Zeitungkunde pada 1884. Di Amerika Utara, lahirlah sekolah beken dalam urusan jurnalis, Columbia School of Journalism pada 1912 oleh Joseph Pulitzer. Pada abad ke-20, kepakaran dan profesi semakin mencair. Ilmu dan teori jurnalisme semakin berkembang, kode etik dilahirkan, teknik pemberitaan diperluas. Nama-nama harum, seperti Hunter S. Thompson, Hearst, atau Tom Wolfe, mengembangkan jurnalisme sebagai teknik dan konglomerasi.

V. PENUTUP
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman dapat memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.

DAFTAR PUSTAKA

http://aulia.mylivepage.com/wiki/1923_General/1038_sejarah_jurnalistik_dunia
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en%7Cid&u=http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_journalism
http://forumwartawanindonesia.blogspot.com/2012/01/sejarah-jurnalistik-dan-perkembangannya.html
http://aky.ac.id/berita-125-sejarah-jurnalistik.html

Ajakan Mengembalikan Tata Cara Pengurusan Masyarakat Sebagai Dakwah dalam Bidang Politik

I. PENDAHULUAN

Dakwah merupakan komunikasi antara manusia dengan pesan-pesan Al-Islam yang berwujud ajakan, seruan untuk al ma’ruf, untuk nahi munkar juga untuk taghyirul munkar, selain itu dakwah mengandung upaya pengembangan manusia seutuhnya lahir dan batin.

Sedangkan penger tian stilah politik berasal dari kata polis ( bahasa yunani ) yang artinya Negara Kota. Dari kata polis dihasilkan kata-kata seperti:

a. Politeria artinya segala hal ihwal mengenai Negara

b. Polites artinya warga Negara

c. Politikus artinya ahli Negara atau orang yang paham tentang Negara atau negarawan

d. Politician artinya pemerintah Negara

Secara umum dapat dikatakan bahwa politik adalah kegiatan dalam suatu system politik atau Negara yang mencangkup proses penentuan tujuan dari system tersebuut dan bagaimana melaksanakan tujuannya. Menurut M. H. Wicaksono, politik adalah “siapa mendapatkan apa, untuk apa, kapan dan bagaimana caranya. Definisi ini memberikan gambaran bahwa medan politik amatlah luas. Ia irheran dalam kehidupan alam. Setiap makhluk pasti berpolitik. Maka politik sesungguhnya netral karna yang tidak netral adalah maksud atau tujuan yang terkandung didalamnya. Politik tergantung motifnya. Motif yang paling menarik adalah politik kekuasaan, pangan(ekonomi) dan wilayah. Sehingga dalam makalah ini, penulis berusaha menggabungkan antara dua pengertian tersebut, apa pengertian politik didalam islam, alasan berdakwah dalam bidang politik?, mencoba menjelaskan secara detail bagaimana tata cara dakwah dalam politik, dan memaksimalkan fungsi dan peran kader gerakan yang memiliki talenta politik praktis. Untuk itu simak dan perhatikanlah apa yang penulis paparkan.

II. PERMASALAHAN

A Pengertian Politik Di dalam Islam

B Alasan Berdakwah Dalam Bidang Politik?

C Gambaran Aktifitas Dakwah Rosulallah Yang Bersifat Politik

D tata cara dakwah dalam politik

E Tujuan Dakwah Dalam Bidang Politik Continue Reading →

Menonton ” I’am Not Stupid too”.

31 desember 2011 kemaren, masih teringat jelas dalam ingatan dloen sampai sekarang. saat itu dloen yang bete karena memang bingung mo ngapain, dengan situasi udara yang panas belum lagi karena posisinya yang bukan di tempat sendiri maklum saja saat itu fadlun lagi numpang tidur di sebuah kos-kosan milik teman. sulastri namanya, teman sekelasnya itu mengajaknya untuk menemani dia dikos-annya karena memang dia di tinggal temannya sendiri.

dloen menerimanya pada pukul 11.23 malem selesai rapat di IPC, tempat diskusi anak-anak PMII, salah satu organisasi ekstra kampus yang sudah 3 semester ini dloen geluti.

dloen tak langsung tidur sesampainya dikossan sulastri tapi menemaninya ngobrol seputar percintaannya, maklumlah dalam satu bula ini dia memang lagi deket dengan seseorang, upss (keceplosan). singtat cerita kita tidur.
*****

pagi hari jam 08 .30, kita kelaparan. karena memang warung makan cukup jauh akhirnya dengan sangat terpaksa MEMASAK, hahaha hal yang tidak biasa dloen lakukan bahkan tidak pernah sekalipun kecuali membuat mie, dan nyeplok telor.     dan hanya 20 menit saja kita habiskan didapur dan akhirnya usai juga, tak sabar dloen memakan capcay ala sulastri yang tadi di buat.
“assalam Mualaikum…” sapa seseorang di luar pintu kamar sulastri mengagetkan.
Rosy, asal suara itu ternyata, dia juga temen sekelas dloen di KPI A, ternyata dia datang menemui kita dikosan sulastri berkenaan dengan promosinya karena berhasil mendownload film kesukaannya yang yang selama ini upayakan, karena memang dloen dan sulastripun tidak tau mau ngapain setelah makan akhirnya ikut menemani rosyi menonton film yang berjudul ” i’am not stupid too“… Continue Reading →

Tips Memandikan Jenazah

teman, mungkin ini bukan sesuatu pengetahuan yang wajib untuk kita pelajari, tapi layaknya orang Muslim yang baik, manakalah ada saudara, kerabat dan tetangga dekatnya yang diambil nyawanya oleh sang KHOLIK, ALLAH SWT. dia akan merasa terpanggil untuk ikut mengurusi proses menyolati, memandikan hingga pemakamannya.

untuk itu, di sini dloen berbagi kepada teman-teman semua barang kali ada beberapa yang harus kita ketahui ketika ingin memandikan sebuah jasad yang tak bernyawa. seperti: Continue Reading →

RUKUN dan SYARAT NIKAH

RUKUN dan SYARAT NIKAH

Makalah

Disusun guna memenuhi tugas

Mata Kuliah : Fiqih

Yang diampu oleh : Umul Baroroh, Dra. Hj., M.Ag.

Disusun Oleh:

Fadlun                                                                                                                                                                                                 (101211008)

Busroh                                                                                                                                                                                          (101211005)

        FAKULTAS DAKWAH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO

SEMARANG

2011 Continue Reading →

Santriwati, pengurus dan situs blognya.

Santri yang kedengaranya hanya seseorang yang sedang menimbah ilmu, belajar mengaji, membaca kitab, berpakaian agamis, serta yang mengikuti peraturan-peraturan yang sudah disediahkan, berbeda dengan santri dialhikmah o2 benda, disana disediakan pula beberapa fasilitas yang menunjang perkembangan keilmuan mereka, karena bukan hanya sebagai santri tapi memiliki sisi ganda yaitu sebagai pelajar juga, khususnya di ma alhikmah 02, disana ada beragam spesifikasi dari computer, bahasa inggris, tatabusana, perikanan, hingga pengelasan, belum lagi dari pihak sekolah membuka peluang untuk pelajarnya menjadi seorang bloger. Continue Reading →