Kegiatan Motivasi dan Penyuluhan Dloen

LAPORAN HASIL KEGIATAN PENYULUHAN
DI SMA MUHAMMADIYAH 1 TIKEP

NO HARI, TANGGAL URAIAN LOKASI
1 Jumat, 9 Mei 2014 Seluruh anggota tim menuju ke lokasi. Kemudian menyiapkan segala peralatan yang akan digunakan. Sedangkan pihak sekolah mengambil alih untuk mengkondisikan murid-murid. SMA Muhammadiyah 1, Desa Akelamo, Kec. Oba Tengah, Kota Tidore Kepulauan
Seperti pada kegiatan yang lain, acara ini diawali dengan perkenalan sebelum menginjak ke materi. Tim memperkenalkan setiap personil kemudian juga menjelaskan sedikit tentang kegiatan Ekspedisi.
Sesi ini diisi dengan pemberian motivasi untuk seluruh murid melalui sebuah film pendidikan, yaitu “Sang Pemimpi.” Pilihan jatuh pada film ini dikarenakan inilah yang paling cocok untuk siswa SMA yang hendak melanjutkan ke jenjang selanjutnya. Diharapkan setelah melihat film ini mereka dapat mengambil sebuah hikmah dan semakin termotivasi untuk meraih cita-cita mereka.
Selanjutnya, seluruh murid diberikan kesempatan untuk mengutarakan apa keinginan mereka setelah lulus SMA serta apa yang dapat diambil sebagai pelajaran atau hal-hal yang memotivasi cita-cita mereka.
Pada sesi ini, hanya beberapa murid yang berani mengacungkan tangan dan mengungkapkan pendapat.
Pada sesi terakhir, seluruh murid diajak untuk berani menuliskan setiap apa yang mereka impikan. Mereka diinstruksikan untuk menulis impian mereka di selembar kertas yang kemudian akan dikumpulkan.
Sebagai penutup, tim memberikan tugas kepada seluruh murid untuk membuat puisi tentang “Indonesia”. Tidak hanya itu, mereka juga diajari sapaan khas Ekspedisi dan yel-yel “Anak Negeri”.
2 Sabtu, 10 Mei 2014 Tim menuju ke lokasi dan menyiapkan peralatan dibantu pihak sekolah serta murid-murid. Setelah itu, seluruh murid dikumpulkan di lapangan. Diberikan sedikit motivasi tentang public speaking untuk mendongkrak keberanian mereka ketika tampil di muka umum. Dikarenakan hari sebelumnya hanya beberapa orang yang berani mengacungkan tangan dan berpendapat. SMA Muhammadiyah 1, Desa Akelamo, Kec. Oba Tengah, Kota Tidore Kepulauan
Pada sesi ini beberapa murid ditunjuk berdasarkan cita-cita mereka. Mereka maju secara bergantian untuk membacakan apa yang telah ditulis. Satu murid mewakili satu cita-cita. Ada beberapa cita-cita yang mereka impikan, yaitu dokter, perawat, guru, seniman, arsitek, pengusaha, TNI dan Brimob. Berbeda dengan hari sebelumnya, pada sesi ini mereka lebih aktif bertanya. Tidak lupa, mereka juga diberi kesempatan untuk bertanya seputar cita-cita mereka. Terutama untuk yang ingin menjadi TNI-POLRI, setiap pertanyaan yang diajukan langsung dijawab oleh pihak yang bersangkutan.
Tim dan seluruh murid istirahata sejenak sebelum melanjutkan kegiatan.
Setelah semua puisi telah dibaca, tim memilih beberapa puisi yang sekiranya bagus diantara yang lain. ada tujuh puisi yang terpilih dan tim memanggil ketujuh murid secara bergantian untuk membacakan puisinya.
Dari sesi ini, tim berharap dapat mengetahui tingkat pengetahuan setiap murid tentang puisi dan sejauh mana mereka mengerti tentang Indonesia (Wawasan Kebangsaan).
Untuk semakin menambah pengetahuan mereka tentang Indonesia, tim memberikan materi Wawasan Kebangsaan yang disampaikan oleh Pak Maryoto.
Sebagai penutup rangkaian acara, tim dan seluruh murid berfoto bersama. Tidak lupa tim juga memberikan sedikit hadiah untuk tiga orang siswa yang paling aktif dan berani mengungkapkan cita-cita mereka.

Laporan Lagi untuk yang Ke Tiga, Dloen

Kegiatan minggu selanjutnya dloen di Tidore sebagai peserta Ekspedisi NKRI 2014 Maluku Utara:

LAPORAN HASIL KEGIATAN
Bidang : Komsos
Subkorwil : Tidore
HARI TANGGGAL KEGIATAN URAIAN LOKASI

Rabu 16 April 2014 Persiapan Seluruh anggota tim berangkat menuju lokasi, menyiapkan ruang kelas serta peralatan yang akan digunakan seperti setting infocus dan perangkat lainnya. Dalam kegiatan ini para murid aktif membantu.
SDN Aketobololo, Desa Aketobololo, Kec. Oba Tengah, Kota Tidore Kepulauan
Penyuluhan Tentang Hidup Bersih dan Pemberian Materi Dasar tentang Bahasa Inggris untuk anak-anak Seluruh murid dari kelas 1-5 dibagi ke dalam dua ruangan. Kelompok yang pertama terdiri dari kelas 1 dan 2. Sedangkan kelompok kedua berisi kelas 3, 4 dan 5. Setiap kelompok di-handle oleh 3 mahasiswa yang telah diberi jobdesc masing-masing. Continue Reading →

Dloen Laporan Minggu Pertama di Tidore Kepulauan

Kegiatan Minggu Pertama Dloen di Tidore yaitu Pencarian Data dilapangan meliputi Observasi dan Wawancara. adapun hasil yang dilaporkan sebagai berikut:

LAPORAN HASIL TEMUAN
Bidang : Komsos
Subkorwil : Tidore
HARI TANGGGAL WAKTU TEMUAN URAIAN LOKASI KOORDINAT

Senin 3 Maret 2014 08.30-16.00 Jalan Kampung Ditemukan jalan kampong dengan panjang 45 meter dan lebar 5 meter yang struktur jalannya belum dikeraskan masih terbuat dari tanah, sehingga membahayakan, baik pengguna kendaraan ataupun pejalan kaki.
Desa Gorojou, Kec. Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan 3418,0799
4 Maret 2014 08.30-16.00 MCK Umum Ada MCK yang sudah tidak layak pakai dengan kondisi :
– Dinding dari kayu (rusak)
– Atap dari rumbia (rusak)
– Lantai dari tanah Kampung Nasrani RT 03 RW 01, Kelurahan Payahe, Kec. Oba, Kota Tidore Kepulauan Continue Reading →

Adakah yang Mau menjadi Guru Relawan?

ARTIKEL
No : 06/ 02-KOMSOS/16/04/2014

BIDANG : Komunikasi Sosial (KOMSOS)
PERIHAL : Butuh Pengajar Bahasa Inggris

A. PENDAHULUAN
Tinjauan Umum Lokasi
Sekolah Dasar (SD) Aketobololo Kecamatan Oba Tengah Kota Tidore Kepulauan Kabupaten Halmahera Tengah.

B. ISI
Kepala Sekolah SD Aketobelolo. Bpk Hafael Bungan, S. Pd menegaskan bahwa Sekolahannya adalah sekolah bebas pungutan biaya untuk seluruh siswa. Sekolah ini mempunyai total keseluruhan murid 160 jiwa, yang terdiri dari 7 kelas. Yaitu; kelas 1, kelas 2A dan Kelas 2B, kelas 3, kelas 4, kelas 5 dan kelas 6 SD.
Sarana dan Prasarana di sekolahan ini cukup baik dan memadai, dengan total 7 ruang kelas yang dimiliki, 1 ruang guru, 1 ruang kepala sekola dan administrasi, 1 kamar mandi, 2 kantin sekolah, lapangan olahraga dan bermain yang disekalilingi pepohonan dan bunga-bunga sehingga sedikit menyejukkan.
Kelebihan dan kekurangan tentunya dimiliki juga disekolahan ini, dengan jumlah siswa yang cukup banyak dan ruang belajar yang baik kiranya jumlah guru disekolahan ini tak seimbang karena jumlahnya yang sedikit tentu membuat 10 pengajar disekolahan ini, khususnya kepala sekolah harus memutar otak agar anak didik disekolahannya pintar dan sesuai dengan tujuan awal pembangunan sekolah yaitu “ Mencerdaskan anak bangsa (dalam hal ini melingkupi desa Loleo. Aketobelolo dan Roy)”
Adapun daftar nama pengajar serta tugas dan tanggungjawabnya sebagaimana terlampir dalam gambar ini:

Ibu Sujaya, selaku Wali kelas dari kelas 2B mengemukakan bahwa disekolahannya masih membutuhkan guru bahasa inggris untuk menunjang pengetahuan murid-murid, terlebih karena untuk membantu anak-anak ketika nanti hendak melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP). Walaupun tidak. Paling tidak Mereka harus tetap tau bahasa inggris dari abjad, angka, dan warna. Tuturnya ketika Tim KOMSOS mencoba mencari tau perihal potensi siswa-siswi SD Aketobololo.
Kepala sekolah juga menambahkan bila beberapa bulan yang lalu sudah pernah ada guru bahasa inggris yang mengajar disekolahan, namun hanya 6 bulan saja membagi ilmunya kepada murid, selanjutnya guru itu pergi dan pindah mengajar ke Ternate tanpa alasan yang memuaskan dan itu sangat disayangkan. Terlebih murid-murid disekolahan sudah sangat suka dengan guru dan pelajarannya.

C. KESIMPULAN
Memang benar, bahasa inggris itu penting dan sudah selayaknya ada dan diajarkan pengajar disekolah meskipun Sekolah Tinggat Dasar. Karena tanpa dipungkiri bila mata pelajaran ini bias menunjang pengetahuan murid-murid, terlebih membantu anak-anak bila mana melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP). Walaupun tidak. Paling tidak Mereka harus tetap tau bahasa inggris dari abjad, angka, dan warna

Dloen, Membayangkan Bangunan Sekolah Tanpa Kamar Mandi

ARTIKEL
No : 06/ 01-KOMSOS/01/03/2014

BIDANG : Komunikasi Sosial (KOMSOS)
PERIHAL : Bangunan Sekolah tanpa Kamar mandi

A. PENDAHULUAN
Tinjauan Umum Lokasi
Kordinat 4102,5339. Desa Fanaha, Kec. Oba tengah, Kota Tidore Kepulauan Kabupaten Halmahera Tengah.

B. ISI
Sekolah merupakan bangunan untuk belajar menuntut ilmu bekal masa depan, layaknya sebuah rumah bangunan sekolah ini pun tentu seharusnya dilengkapi oleh sarana dan prasaranana yang memadai, yang lengkap dan mendukung untuk proses belajar mengajar antara murid dan guru harapannya menciptakan suasana kelas yang baik dan nyaman. Seperti; ruang kelas, ruang guru, kamar mandi, meja, kursi, dan papan tulis.
Namun itu semua kiranya cukup sulit unttuk diwujudkan bagi MTS Fanaha dan SMA PGRI Desa Fanaha Kec. Oba Tengah Kepulauan Tidore. Disana masih belum memiliki kamar mandi walaupun usia sekolahan ini cukup tua yaitu MTS sejak 2002 Dan SMA sejak 2008.
Dan akibatnya adalah para murid serta staf pengajar biasanya buang air di pepohonan atau menumpang di rumah warga yang jaraknya cukup jauh, karena keadaannya hanya ada di dekat sekolah MTS sebuah sumur. Dan tentu itu sangat sekali mempengaruhi proses belajar mengajar di sekolahan tersebut. Beberapa siswa seringkali bolos diwaktu belajar dengan alasan buang air, mereka biasanya meninggalkan kelas dalam waktu yang lama bahkan 60% dari mereka tidak kembali lagi dan keesokan harinya mereka membuat alibi tidak bisa mengejar waktu belajar karena rumahnya jauh atau sekedar menyampaikan kata “ maap pak, kita mencret”. Dan itu berlangsung setiap harinya. Adapun pengaruh untuk guru itu sendiri karena hal itu jadi sering menyelesaikan waktu belajar lebih cepat dari yang seharunya, kurang focus dan tidak lagi konsentrasi pada kelas yang dibawakannya itu semua lagi-lagi karena tidak adanya kamar mandi dalam sekolahan dimana tempatnya mengajar sekarang.

C. KESIMPULAN
Kamar mandi merupakan fasilitas yang seharusnya ada disetiap bangunan sekolah entah itu tingkat Sekolah Dasar(SD), Sekolah Menengah Pertama(SMP), ataupun Sekolah Menengah Atas(SMA). Karena tidak bisa dipungkiri peranannya yang sangat penting dan mempengaruhi proses belajar mengajar.
Dan miris rasanya bila kami tim Komunikasi Sosial(KOMSOS) masih menemukan bangunan sekolah tanpa kamar mandi untuk waktu yang terbilang lama karena bertahun- tahun. Untuk itu kiranya ini menkadi pertimbangan Pusat agar segera mengirim bantuan berupa materilnya hingga kita bisa merealisasikan apa yang menjadi harapan seluruh murid dan pengajar MTS Fanaha dan SMA PGRI, Desa Fanaha, Kec Oba Tengan Kepulauan Tidore ini.

Anak Muda di Oba Tengah Kepulauan Tidore

ARTIKEL
No : / 01-KOMSOS/11/05/2014

BIDANG : Komunikasi Sosial (KOMSOS)
PERIHAL : Generasi Muda Oba Tengah

A. PENDAHULUAN
Tinjauan Umum Lokasi
Letak Poskotis Subkorwil Tidore yang strategis merupakan salah satu nilai plus yang membuat seluruh anggota tim dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat. Dekat dengan perkampungan, pelabuhan dan juga beberapa sekolah. Pada kesempatan kali ini, tim Komsos tertarik untuk mengetahui bagaimana tingkat kemampuan murid yang ada di Sekolah Menengah Atas (SMA).
Pilihan jatuh pada SMA Muhammadiyah 1 Tikep. Sekitar 3 km ke arah selatan dari Desa Loleo. Tepatnya di Desa Akelamo, Kec. Oba Tengah, Kota Tidore Kepulauan. Salah satu desa yang penduduknya memproduksi gula aren. Selain letaknya yang paling dekat dengan Poskotis, sekolah ini berbeda dengan sekolah berbasis islam yang biasa ditemui di Pulau Jawa. Di sekolah ini, murid non-muslim pun diperkenankan untuk menuntut ilmu. Tentunya dengan beberapa peraturan yang ditentukan.

B. ISI
“Give me ten youths, then I will shake the world,” itulah selarik kalimat yang pernah dilontarkan oleh Presiden pertama Indonesia, Soekarno. Kata-kata itu semakin menyadarkan kita bahwa generasi muda adalah sumber kekuatan sebuah bangsa. Seperti yang sering diucapkan oleh para pengajar, “Generasi muda adalah penerus bangsa”. Oleh karena itu, tim merasa perlu untuk mengetahui bagaimana kondisi generasi muda yang ada di Pulau Halmahera, khususnya Oba Tengah.
Kelas motivasi menjadi agenda utama dalam kegiatan ini. Kelas dimulai dengan acara nobar (nonton bareng) film motivasi, yaitu Sang Pemimpi, pada hari Jumat, 9 Mei 2014. Sebuah film yang diangkat dari sebuah novel adaptasi karya Andrea Hirata. Bercerita tentang dua orang anak, Arai dan Ikal, yang berusaha mencapai mimpi mereka. Berlatarbelakang hal tersebut, kami memilih film ini. Dengan harapan, setiap murid dapat semakin termotivasi untuk mewujudkan apa yang menjadi cita-cita.
Benar. Efek positif yang ditularkan dari Sang Pemimpi terlihat keesokan harinya. Satu per satu dari mereka berani maju dan mengeluarkan pendapat. Bertanya seputar cita-cita mereka. Seperti yang ditanyakan oleh Inka Christie, salah seorang murid kelas X yang bercita-cita ingin menjadi bidan, “Apa mungkin seseorang yang berasal dari keluarga kurang mampu, yang hidup di desa, dapat mencapai mimpinya?” tanyanya.
Faktor ekonomi memang terkadang menjadi kelemahan terbesar orang Indonesia dalam hal pendidikan. Tapi itu dulu, sekarang beasiswa ‘berkeliaran dimana-mana. Kuncinya satu, niat dan semangat. Begitulah yang kami ucapkan untuk kembali mendongkrak semangat mereka untuk meraih cita-cita.
Perasaan haru itu mendadak muncul. Ternyata mereka punya berbagai mimpi yang menakjubkan. Sebutlah Said Nursyi Safaat, seorang siswa kelas XI IPA dengan celana changcutersnya. Sekilas dia terlihat seperti seorang siswa yang bandel, konyol dan sukar diberitahu, tapi di balik itu semua, mimpinya luar biasa. Sempat besar di Balikpapan selama 4 tahun, menyaksikan kerja keras penduduk pribumi di tambang minyak bumi, membuat dia ingin menjadi Pengusaha pengolah minyak bumi. “Agar Indonesia tidak perlu lagi mengelola hasil kekayaannya di negeri orang,” tuturnya.
Tidak hanya itu. Masih ada mimpi-mimpi luar biasa yang lain. “Bangunan pertama yang ingin saya buat adalah gereja,” begitu yang dituturkan Frangky Pareda, seorang siswa kelas X, calon arsitek dari Oba Tengah. Selain itu, ada juga Stenly. Seorang siswa kelas X yang bercita-cita menjadi seniman, khususnya pelukis. Seorang non-muslim yang sangat suka menggambar kaligrafi. Istimewa sekali bukan.

C. KESIMPULAN
Setiap orang mempunyai mimpi. Yang membedakan hanyalah, ada yang mau memperjuangkan sampai titik darah penghabisan dan ada yang menyerah begitu saja ketika gagal. Mereka, putra daerah dari Oba Tengah, adalah calon orang-orang sukses. Terlihat dari pancaran semangat mereka ketika mengikuti rangkaian kegiatan selama dua hari. Semangat Arai dan Ikal ada pada jiwa mereka.
Kelas motivasi dan Public Speaking seperti ini perlu diberikan di daerah-daerah yang jauh dari modernisasi. Dikarenakan pengetahuan mereka yang masih kurang dan kemampuan berbicara yang belum cukup baik.

“Bermimpilah setinggi langit, karena ketika jatuh, kalian akan jatuh diantara bintang-bintang.”
Soekarno, Presiden RI yang pertama

Dloen dalam Membuat Laporan Penyuluhan Gigi

ARTIKEL
No : 06/ 03-KOMSOS/16/04/2014

BIDANG : Komunikasi Sosial (KOMSOS)
PERIHAL : Penyuluhan Kesehatan Gigi Anak

A. PENDAHULUAN
Tinjauan Umum Lokasi
Sekolah Dasar (SD) Aketobololo Kecamatan Oba Tengah Kota Tidore Kepulauan Kabupaten Halmahera Tengah.

B. ISI
Sangat mengkhawatirkan memang, ketika Tim Ekspedisi berkunjung ke SD Negri Aketobololo, dimana semua murid disana masih banyak yang mengunyah makanan tanpa menggunakan gigi. Kebersihan gigipun kurang. Karena beberapa yang terlihat diantara mempunya masalah pada gigi mereka natara lain warna gigi kekuningan berlubang dan gerepes.
Dengan demikian, Tim KOMSOS berinsiatif mengadakan penyuluhan kesehatan gigi bagi siswa-siswi tersebut yang terdiri dari kelas 1-kelas 6 SD. dengan dua cara antara lain:
1. menampilkan kepada siswa-siswi sebuah tayangan video yang menjelaskan bagaimana menggosok gigi yang baik
2. praktek menggosok gigi langsung di sekolah
yang harapannya nanti bias sedikit memperbaiki kualitas gigi mereka, dan memotivasi mereka bahwa gigi mempunyai banyak fungsi. Dan gigi juga bagian tubuh manusia yang sama pentingnya yang harus dijaga dan dirawat. adapun cara merawat gigi antara lain dengan membersihkannya sesudah makan dan sebelum tidur.
Macam bentuk gigi tapi cara merawatnya tetap sama walaupun dengan beberapa macam teknis membersihkannya antara lain dengan siwakan maupun dengan menggosok gigi pada umumnya dilakukan. Sedang menggosok gigi juga ada beberapa tahap diantaranya yaitu dengan menggosakan bagian depan gigi secara memutar, lalu bagian kanan dan kiri gigi dengan cara yang sama. Selanjutnya arahkan sikat gigi pada gigi geraham, bagian gigi yang fungsinya untuk mengunya dimulai bagian kanan gigi, kiri kemudian atas gigi kanan dan kiri dengan cara maju mundur. Selanjutnya untuk yang terakhir masih dengan cara maju mundur juga adalah menggosokannya pada bagian bawah dan atas gigi.
Menggosok gigi biasanya yang dibutuhkan adalah air, pasta gigi dan sikat gigi. Sebaik—baiknya sikat gigi adalah lebih baik lagi jika tidak memakai kepunyaan orang lain, baik keluarga sendiri sekalipun. Karena tidak dibolehkan.

C. KESIMPULAN
gigi merupakan bagian tubuh manusia yang sama pentingnya yang harus dijaga dan dirawat. begitupun gigi yang dimiliki oleh siswa-siswi SDN Aketobololo mereka harus tau bagaimana cara merawat gigi yang antara lain dengan membersihkannya sesudah makan dan sebelum tidur.
Macam bentuk gigi boleh beda tapi cara merawatnya tetap sama walaupun dengan beberapa macam teknis membersihkannya antara lain dengan siwakan maupun dengan menggosok gigi pada umumnya dilakukan. Dengan demikian, Tim KOMSOS berharap penyuluhan kesehatan gigi yang diadakan tersebut bisa sedikit memperbaiki kualitas gigi mereka, dan memotivasi mereka bahwa gigi mempunyai banyak fungsi.