Karena Aku, Bagaimana Dia Memperlakukanku

“Aku tak bisa berlari lagi. Laki-laki itu kian dekat tak berjarak, Ia tak berusaha menguntitku. Hanya membuatku semakin membutuhkannya setiap hari”.

Umar, Entah terbuat dari apa hatinya. Baginya tak ada masalah ketika seluruh waktu dan harinya untuk melayaniku, menjaga dan membuatku menjadi sosok yang tak kurang akan perhatian seorang sahabat, kakak, kekasih bahkan orangtua. Aku mendapatkannya lagi, aku seolah menemukan sosok yang dulu hilang. Aku seperti sudah akrab dengan semua rutinitasnya. Karena Ia dalam sekejap kini melingkari duniaku dan membawanya kedalam bagian hidupnya. Continue Reading →