Adakah yang Mau menjadi Guru Relawan?

ARTIKEL
No : 06/ 02-KOMSOS/16/04/2014

BIDANG : Komunikasi Sosial (KOMSOS)
PERIHAL : Butuh Pengajar Bahasa Inggris

A. PENDAHULUAN
Tinjauan Umum Lokasi
Sekolah Dasar (SD) Aketobololo Kecamatan Oba Tengah Kota Tidore Kepulauan Kabupaten Halmahera Tengah.

B. ISI
Kepala Sekolah SD Aketobelolo. Bpk Hafael Bungan, S. Pd menegaskan bahwa Sekolahannya adalah sekolah bebas pungutan biaya untuk seluruh siswa. Sekolah ini mempunyai total keseluruhan murid 160 jiwa, yang terdiri dari 7 kelas. Yaitu; kelas 1, kelas 2A dan Kelas 2B, kelas 3, kelas 4, kelas 5 dan kelas 6 SD.
Sarana dan Prasarana di sekolahan ini cukup baik dan memadai, dengan total 7 ruang kelas yang dimiliki, 1 ruang guru, 1 ruang kepala sekola dan administrasi, 1 kamar mandi, 2 kantin sekolah, lapangan olahraga dan bermain yang disekalilingi pepohonan dan bunga-bunga sehingga sedikit menyejukkan.
Kelebihan dan kekurangan tentunya dimiliki juga disekolahan ini, dengan jumlah siswa yang cukup banyak dan ruang belajar yang baik kiranya jumlah guru disekolahan ini tak seimbang karena jumlahnya yang sedikit tentu membuat 10 pengajar disekolahan ini, khususnya kepala sekolah harus memutar otak agar anak didik disekolahannya pintar dan sesuai dengan tujuan awal pembangunan sekolah yaitu “ Mencerdaskan anak bangsa (dalam hal ini melingkupi desa Loleo. Aketobelolo dan Roy)”
Adapun daftar nama pengajar serta tugas dan tanggungjawabnya sebagaimana terlampir dalam gambar ini:

Ibu Sujaya, selaku Wali kelas dari kelas 2B mengemukakan bahwa disekolahannya masih membutuhkan guru bahasa inggris untuk menunjang pengetahuan murid-murid, terlebih karena untuk membantu anak-anak ketika nanti hendak melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP). Walaupun tidak. Paling tidak Mereka harus tetap tau bahasa inggris dari abjad, angka, dan warna. Tuturnya ketika Tim KOMSOS mencoba mencari tau perihal potensi siswa-siswi SD Aketobololo.
Kepala sekolah juga menambahkan bila beberapa bulan yang lalu sudah pernah ada guru bahasa inggris yang mengajar disekolahan, namun hanya 6 bulan saja membagi ilmunya kepada murid, selanjutnya guru itu pergi dan pindah mengajar ke Ternate tanpa alasan yang memuaskan dan itu sangat disayangkan. Terlebih murid-murid disekolahan sudah sangat suka dengan guru dan pelajarannya.

C. KESIMPULAN
Memang benar, bahasa inggris itu penting dan sudah selayaknya ada dan diajarkan pengajar disekolah meskipun Sekolah Tinggat Dasar. Karena tanpa dipungkiri bila mata pelajaran ini bias menunjang pengetahuan murid-murid, terlebih membantu anak-anak bila mana melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP). Walaupun tidak. Paling tidak Mereka harus tetap tau bahasa inggris dari abjad, angka, dan warna

Dloen, Membayangkan Bangunan Sekolah Tanpa Kamar Mandi

ARTIKEL
No : 06/ 01-KOMSOS/01/03/2014

BIDANG : Komunikasi Sosial (KOMSOS)
PERIHAL : Bangunan Sekolah tanpa Kamar mandi

A. PENDAHULUAN
Tinjauan Umum Lokasi
Kordinat 4102,5339. Desa Fanaha, Kec. Oba tengah, Kota Tidore Kepulauan Kabupaten Halmahera Tengah.

B. ISI
Sekolah merupakan bangunan untuk belajar menuntut ilmu bekal masa depan, layaknya sebuah rumah bangunan sekolah ini pun tentu seharusnya dilengkapi oleh sarana dan prasaranana yang memadai, yang lengkap dan mendukung untuk proses belajar mengajar antara murid dan guru harapannya menciptakan suasana kelas yang baik dan nyaman. Seperti; ruang kelas, ruang guru, kamar mandi, meja, kursi, dan papan tulis.
Namun itu semua kiranya cukup sulit unttuk diwujudkan bagi MTS Fanaha dan SMA PGRI Desa Fanaha Kec. Oba Tengah Kepulauan Tidore. Disana masih belum memiliki kamar mandi walaupun usia sekolahan ini cukup tua yaitu MTS sejak 2002 Dan SMA sejak 2008.
Dan akibatnya adalah para murid serta staf pengajar biasanya buang air di pepohonan atau menumpang di rumah warga yang jaraknya cukup jauh, karena keadaannya hanya ada di dekat sekolah MTS sebuah sumur. Dan tentu itu sangat sekali mempengaruhi proses belajar mengajar di sekolahan tersebut. Beberapa siswa seringkali bolos diwaktu belajar dengan alasan buang air, mereka biasanya meninggalkan kelas dalam waktu yang lama bahkan 60% dari mereka tidak kembali lagi dan keesokan harinya mereka membuat alibi tidak bisa mengejar waktu belajar karena rumahnya jauh atau sekedar menyampaikan kata “ maap pak, kita mencret”. Dan itu berlangsung setiap harinya. Adapun pengaruh untuk guru itu sendiri karena hal itu jadi sering menyelesaikan waktu belajar lebih cepat dari yang seharunya, kurang focus dan tidak lagi konsentrasi pada kelas yang dibawakannya itu semua lagi-lagi karena tidak adanya kamar mandi dalam sekolahan dimana tempatnya mengajar sekarang.

C. KESIMPULAN
Kamar mandi merupakan fasilitas yang seharusnya ada disetiap bangunan sekolah entah itu tingkat Sekolah Dasar(SD), Sekolah Menengah Pertama(SMP), ataupun Sekolah Menengah Atas(SMA). Karena tidak bisa dipungkiri peranannya yang sangat penting dan mempengaruhi proses belajar mengajar.
Dan miris rasanya bila kami tim Komunikasi Sosial(KOMSOS) masih menemukan bangunan sekolah tanpa kamar mandi untuk waktu yang terbilang lama karena bertahun- tahun. Untuk itu kiranya ini menkadi pertimbangan Pusat agar segera mengirim bantuan berupa materilnya hingga kita bisa merealisasikan apa yang menjadi harapan seluruh murid dan pengajar MTS Fanaha dan SMA PGRI, Desa Fanaha, Kec Oba Tengan Kepulauan Tidore ini.

Anak Muda di Oba Tengah Kepulauan Tidore

ARTIKEL
No : / 01-KOMSOS/11/05/2014

BIDANG : Komunikasi Sosial (KOMSOS)
PERIHAL : Generasi Muda Oba Tengah

A. PENDAHULUAN
Tinjauan Umum Lokasi
Letak Poskotis Subkorwil Tidore yang strategis merupakan salah satu nilai plus yang membuat seluruh anggota tim dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat. Dekat dengan perkampungan, pelabuhan dan juga beberapa sekolah. Pada kesempatan kali ini, tim Komsos tertarik untuk mengetahui bagaimana tingkat kemampuan murid yang ada di Sekolah Menengah Atas (SMA).
Pilihan jatuh pada SMA Muhammadiyah 1 Tikep. Sekitar 3 km ke arah selatan dari Desa Loleo. Tepatnya di Desa Akelamo, Kec. Oba Tengah, Kota Tidore Kepulauan. Salah satu desa yang penduduknya memproduksi gula aren. Selain letaknya yang paling dekat dengan Poskotis, sekolah ini berbeda dengan sekolah berbasis islam yang biasa ditemui di Pulau Jawa. Di sekolah ini, murid non-muslim pun diperkenankan untuk menuntut ilmu. Tentunya dengan beberapa peraturan yang ditentukan.

B. ISI
“Give me ten youths, then I will shake the world,” itulah selarik kalimat yang pernah dilontarkan oleh Presiden pertama Indonesia, Soekarno. Kata-kata itu semakin menyadarkan kita bahwa generasi muda adalah sumber kekuatan sebuah bangsa. Seperti yang sering diucapkan oleh para pengajar, “Generasi muda adalah penerus bangsa”. Oleh karena itu, tim merasa perlu untuk mengetahui bagaimana kondisi generasi muda yang ada di Pulau Halmahera, khususnya Oba Tengah.
Kelas motivasi menjadi agenda utama dalam kegiatan ini. Kelas dimulai dengan acara nobar (nonton bareng) film motivasi, yaitu Sang Pemimpi, pada hari Jumat, 9 Mei 2014. Sebuah film yang diangkat dari sebuah novel adaptasi karya Andrea Hirata. Bercerita tentang dua orang anak, Arai dan Ikal, yang berusaha mencapai mimpi mereka. Berlatarbelakang hal tersebut, kami memilih film ini. Dengan harapan, setiap murid dapat semakin termotivasi untuk mewujudkan apa yang menjadi cita-cita.
Benar. Efek positif yang ditularkan dari Sang Pemimpi terlihat keesokan harinya. Satu per satu dari mereka berani maju dan mengeluarkan pendapat. Bertanya seputar cita-cita mereka. Seperti yang ditanyakan oleh Inka Christie, salah seorang murid kelas X yang bercita-cita ingin menjadi bidan, “Apa mungkin seseorang yang berasal dari keluarga kurang mampu, yang hidup di desa, dapat mencapai mimpinya?” tanyanya.
Faktor ekonomi memang terkadang menjadi kelemahan terbesar orang Indonesia dalam hal pendidikan. Tapi itu dulu, sekarang beasiswa ‘berkeliaran dimana-mana. Kuncinya satu, niat dan semangat. Begitulah yang kami ucapkan untuk kembali mendongkrak semangat mereka untuk meraih cita-cita.
Perasaan haru itu mendadak muncul. Ternyata mereka punya berbagai mimpi yang menakjubkan. Sebutlah Said Nursyi Safaat, seorang siswa kelas XI IPA dengan celana changcutersnya. Sekilas dia terlihat seperti seorang siswa yang bandel, konyol dan sukar diberitahu, tapi di balik itu semua, mimpinya luar biasa. Sempat besar di Balikpapan selama 4 tahun, menyaksikan kerja keras penduduk pribumi di tambang minyak bumi, membuat dia ingin menjadi Pengusaha pengolah minyak bumi. “Agar Indonesia tidak perlu lagi mengelola hasil kekayaannya di negeri orang,” tuturnya.
Tidak hanya itu. Masih ada mimpi-mimpi luar biasa yang lain. “Bangunan pertama yang ingin saya buat adalah gereja,” begitu yang dituturkan Frangky Pareda, seorang siswa kelas X, calon arsitek dari Oba Tengah. Selain itu, ada juga Stenly. Seorang siswa kelas X yang bercita-cita menjadi seniman, khususnya pelukis. Seorang non-muslim yang sangat suka menggambar kaligrafi. Istimewa sekali bukan.

C. KESIMPULAN
Setiap orang mempunyai mimpi. Yang membedakan hanyalah, ada yang mau memperjuangkan sampai titik darah penghabisan dan ada yang menyerah begitu saja ketika gagal. Mereka, putra daerah dari Oba Tengah, adalah calon orang-orang sukses. Terlihat dari pancaran semangat mereka ketika mengikuti rangkaian kegiatan selama dua hari. Semangat Arai dan Ikal ada pada jiwa mereka.
Kelas motivasi dan Public Speaking seperti ini perlu diberikan di daerah-daerah yang jauh dari modernisasi. Dikarenakan pengetahuan mereka yang masih kurang dan kemampuan berbicara yang belum cukup baik.

“Bermimpilah setinggi langit, karena ketika jatuh, kalian akan jatuh diantara bintang-bintang.”
Soekarno, Presiden RI yang pertama

Dloen dalam Membuat Laporan Penyuluhan Gigi

ARTIKEL
No : 06/ 03-KOMSOS/16/04/2014

BIDANG : Komunikasi Sosial (KOMSOS)
PERIHAL : Penyuluhan Kesehatan Gigi Anak

A. PENDAHULUAN
Tinjauan Umum Lokasi
Sekolah Dasar (SD) Aketobololo Kecamatan Oba Tengah Kota Tidore Kepulauan Kabupaten Halmahera Tengah.

B. ISI
Sangat mengkhawatirkan memang, ketika Tim Ekspedisi berkunjung ke SD Negri Aketobololo, dimana semua murid disana masih banyak yang mengunyah makanan tanpa menggunakan gigi. Kebersihan gigipun kurang. Karena beberapa yang terlihat diantara mempunya masalah pada gigi mereka natara lain warna gigi kekuningan berlubang dan gerepes.
Dengan demikian, Tim KOMSOS berinsiatif mengadakan penyuluhan kesehatan gigi bagi siswa-siswi tersebut yang terdiri dari kelas 1-kelas 6 SD. dengan dua cara antara lain:
1. menampilkan kepada siswa-siswi sebuah tayangan video yang menjelaskan bagaimana menggosok gigi yang baik
2. praktek menggosok gigi langsung di sekolah
yang harapannya nanti bias sedikit memperbaiki kualitas gigi mereka, dan memotivasi mereka bahwa gigi mempunyai banyak fungsi. Dan gigi juga bagian tubuh manusia yang sama pentingnya yang harus dijaga dan dirawat. adapun cara merawat gigi antara lain dengan membersihkannya sesudah makan dan sebelum tidur.
Macam bentuk gigi tapi cara merawatnya tetap sama walaupun dengan beberapa macam teknis membersihkannya antara lain dengan siwakan maupun dengan menggosok gigi pada umumnya dilakukan. Sedang menggosok gigi juga ada beberapa tahap diantaranya yaitu dengan menggosakan bagian depan gigi secara memutar, lalu bagian kanan dan kiri gigi dengan cara yang sama. Selanjutnya arahkan sikat gigi pada gigi geraham, bagian gigi yang fungsinya untuk mengunya dimulai bagian kanan gigi, kiri kemudian atas gigi kanan dan kiri dengan cara maju mundur. Selanjutnya untuk yang terakhir masih dengan cara maju mundur juga adalah menggosokannya pada bagian bawah dan atas gigi.
Menggosok gigi biasanya yang dibutuhkan adalah air, pasta gigi dan sikat gigi. Sebaik—baiknya sikat gigi adalah lebih baik lagi jika tidak memakai kepunyaan orang lain, baik keluarga sendiri sekalipun. Karena tidak dibolehkan.

C. KESIMPULAN
gigi merupakan bagian tubuh manusia yang sama pentingnya yang harus dijaga dan dirawat. begitupun gigi yang dimiliki oleh siswa-siswi SDN Aketobololo mereka harus tau bagaimana cara merawat gigi yang antara lain dengan membersihkannya sesudah makan dan sebelum tidur.
Macam bentuk gigi boleh beda tapi cara merawatnya tetap sama walaupun dengan beberapa macam teknis membersihkannya antara lain dengan siwakan maupun dengan menggosok gigi pada umumnya dilakukan. Dengan demikian, Tim KOMSOS berharap penyuluhan kesehatan gigi yang diadakan tersebut bisa sedikit memperbaiki kualitas gigi mereka, dan memotivasi mereka bahwa gigi mempunyai banyak fungsi.

Renungan Saat Pengambilan Data di PAYAHE

KOMSOS- Hari Pertama
Payahe, 3-03-14

Berusaha, mencoba dan bersabar

Berharap selalu diberi kemudahan dan kelancaran disetiap aktivitas

“Tim KOMSOS kita besok pagi terpaksa harus dibagi 2 tim, tim satu yang terdiri dari Praka Mar Danna M, Kopda Hamzah L, Briptu Mustari Ghani, Sertu M. Najar, Safrudin, Fadlun, dan Chalimatus Sadiyah dan selebihnya masuk di tim dua. Yang masing-masing akan ditempatkan didaerah payahe dan bukit durian dan semoga besok kita diberi kelancaran saat pencarian datanya”. Ucap Dantim KOMSOS Ipda Budi Suryono.
Malam inipun kami berusaha tidur lebih cepat setelah apel malam, kami berharap bisa menjadi bekal tenaga esok dilapangan dan dalam hati kami pun berdoa mudah-mudahan bisa lancar dan mendapat tanggapan baik dari masyarakat nanti. Maklum tim kami baru akan melaksanakan tugas untuk yang pertama kali selama berada di loleo, kec. Oba tengah kepulauan tidore ini setelah satu minggu kami duduki.
PAYAHE MENYAMBUT DENGAN HANGAT, tak terasa sudah perjalanan beberapa mil jauhnya yang kami tempuh, walau sempat mual dan pusing saat dimobil rupanya terbayar dengan senyum dan sapaan yang hangat dari kepala desa payahe. Dan untuk pertama kami dari tim dua mengutarakan maksud dan tujuan kami datang didaerah tersebut, Praka Mar Danna M menjelaskan bahwa kami dari Tim KOMSOS- EKSPEDISI NKRI 2014 Koridor Maluku dan Maluku Utara yang dalam hal ini mencari data demi kesejahteraan masyarakat daerah Payahe. beberapa saat kemudian kami digiring ketempat penginapan milik Pak kadir selaku Sekdes dan diberikan kesempatan untuk menaroh semua barang bawaan. Setelah itu dilanjutkan untuk berkunjung kebeberapa pusat informasi seperti Kantor Kecamatan dan PUSKESMAS Desa Payahe Kec. Oba Tengah.
Data tentang kependudukan, ekonomi masyarakat, pendidikan sudah bisa kami kantongi dengan cepat tanpa kendala dari kantor kepala desa. Pukul 11.00 Wib, kami masih harus mengunjungi Puskesmas untuk beberapa pertanyaan seputar kesehatan masyarakat dan fasilitas umum yang ada di sana. Namun, Allah SWT. Rupanya menguji tim kami, diantara rasa lapar dan letih pihak Puskesmas menolak kedatangan kami, secara halus dan tegas mereka menolak untuk kami mintai data, Bpk. Amrullah selaku promosi kesehatan terlihat diraut wajahnya kekhawatiran dan setelah proses lobi yang lumayan lama antara Mahasiswa yang terdiri dari Fadlun, Chalimatus Sadiyah dan Safrodin yang terus mencoba meyakinkan yang akhirnya beliau mengizinnkan dan berkenan untuk diwawancarai oleh tim KOMSOS. Dan kami mengerti sekarang apa yang menjadi alasan beliau menolak, ternyata pihak Puskesmas khawatir bahwa kami akan mengekspos dan memanipulasi data selanjutnya untuk kepentingan beberapa orang menyerahkannya kemedia untuk menjatuhkan nama Puskesmas dan beberapa pekerja yang ada disana. Adapun hal menarik lain yang bisa kami dapat adalah informasi tentang penyakit terbanyak yang diderita masyarakat sekitar tergantung dari musim di daerah tersebut. Seperti yang disampaikan oleh dokter Ayu selaku dokter umum Puskesmas. “disini, jumlah paling banyak yang diderita adalah saluran pernafasan. Tapi bisa jadi kalau musim buah semua masyarakat terkena diare dan itu tidak pandang bulu bisa anak kecil, remaja ataupun orang tua ka” tuturnya dengan antutias saat kami dari Tim KOMSOS bertanya seputar penyakit yang paling sering di keluhkan masyarakat daerah Payahe.
ANCAMAN KESEHATAN MASYARAKAT DESA PAYAHE, Memasak memakai tungku bambu ternyata yang menjadi ancaman saluran pernafasan masyarakat sekitar, karena mau tidak mau keadaan itu rupanya sulit dihentikan. Mereka merasa ringan dan tidak terlalu terkena beban biaya hidup tinggi karena hanya bermodal kayu bakar dan sedikit minyak tanah. Maklum saja di Payahe 87 % masyarakatnya bertani dan nelayan, hingga tak ada yang terlalu mengambil resiko untuk memasak memakai kompor apalagi gas Elpiji bukan karena barangnya yang mahal tapi boros dan juga susah didapat.
ALHAMDULILLAH, SABAR MEMBAWA BERKAH. Ibu Imah datang tepat saat proses pengumpulan data Tim KOMSOS selesai, beliau menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah dan bersedia menjamu kita sekalian. Alangka bahagia hati semua rekan Tim setelah beberapa waktu lamanya mereka saling menahan diri untuk istirahat dan makan siang. Semua kerja keringat terbayar sudah. Alhamdulillah, kesabaran tim KOMSOS rupanya membawa berkah. Allah berbaik hati dengan mengirimkan mie, ikan, gabu-gabu dan es the manis lewat kemurahan hati Ibu Imah, mantap abis, karena gratis pula.
14.10 Wib, semua rekan tim berpamit pulang kepenginapan dan selanjutnya kegiatan masing-masing diserahkan per-orangan. Diantaranya ada yang langsung membersihkan diri dengan mandi, ada juga yang sholat Dluhur dan tak jarang banyak yang langsung berebah diatas kasur tanpa melepas pakaian lapangan yang tadi dipakai saat pengumpulan data sesaat tiba di penginapan.

Bocoran Judul Buku ” Ekspedisi dan 1000 Kenangan”

Untuk Bab 3

Tak ada kata “Tak” bagi Tuhan

Apa yang salah padaku, apa yang kurang dengan semua berkas yang ku kirim. Sampai hati panitia yang tak meloloskan namaku dalam tahap administrasi Ekspedisi Maluku dan Maluku Utara 2014.
Penantianku rasanya sia-sia beberapa hari ini. Yang ku usahakan selama ini tak ada nilainya, Doaku pun terasa percuma. Separuh kepercayaanku pada diri sendiri seakan sirna sudah. Aku tak bisa mengingat lagi betapa aku sangat berharap lebih dari apapun juga ketika menunggu hasil seleksi tahap administrasi ekspedisi ini. Dan ketika tiba waktunya aku tak mendapati namaku ada dalam daftar peserta yang lolos, bahkan diantara 99 mahasiswa yang tertulis di website.
Aku patah hati. Continue Reading →

Bab 2, Cerita Dloen

Harap- harap Cemas

Semarang, 23 Januari 2014
Ekspedisi NKRI 2014 koridor Maluku dan Maluku Utara yang tak lama lagi akan dilaksanakan membuatku seakan stres menyiapkan segala persyaratannya. Maklum belum lama ini ku dapatkan informasi tentang kegiatannya. Seakan berburu dengan waktu. Tuntutan untuk berbagai keperluan administrasi harus dilengkapi seperti menyiapkan Foto, Materai, FC Hasil Study Mahasiswa, Surat Rekemendasi Fakultas, Kartu Tanda Mahasiswa, Surat Izin Orang Tua, Surat dari Kepolisian, Surat yang menyatakan Sehat dan semua itu harus didapatkan ditempat yang berbeda dan beberapa juga dibutuhkan legalisir. Bisa dibayangkan betapa pusing kepalaku, mendadak semuanya jadi sempit dan gerah. Sehingga untuk saat-saat ini bisa dipastikan emosiku tak stabil.
Aku masih tak bergeming menunggu antrian tukang cetak foto di Gg. Ringin Sari Utara. Maklum hanya di Studio Riani ini tempat percetakan yang murah. Jadi untuk lima antrianpun aku masih rela untuk menunggu, asal bisa jadi hari ini juga.
“Tasyaaa..” seseorang menepuk pundakku dari belakang
“Ih, Apaan sih?” teriakku lantang
“Maaf sudah mengagetkan kamu” ucapnya lirih kepadaku
“Ha, iya. Maaf, aku hanya terkejut Mas” ucapku tulus. Aku memang terkejut ketika seseorang menepuk pundakku, “Lancang sekali!” ucapku dalam hati. Tapi lebih mengejutkan lagi ketika aku mengetahui pemilik suara itu, dan aku menyesal atas sikap tak sopanku barusan, meneriakinya.
“Kamu ikut Ekspedisi juga ya?”
“Em, iya Bang. Kenapa?”
“Sudah daftar onlinekah?”
“Oh iya sudah bang, baru saja tadi pagi”
“Persyaratannya sudah dilengkapi?”
“Belum bang, baru saja hendak mengurusnya. Abang sudah dikirim kah?” tanyaku balik.
“Ngomong-ngomong kamu masih kenal aku?” Tanyanya sembari meledek
“Masih bang, masa sama seniornya sendiri lupa. Mas Ipud, Saifuddin orang yang jago main teater dan demisioner HMJ KOMUNIKASI 2012, haaaahhaaaaa” ledekku kemudian
“Barangkali aja kan lupa. Masalah demisioner HMJ Komunikasi kan kamu juga Tas, 2013 pernah jadi ketuanya gitu loh” ledeknya balik kali ini kearahku.
“Oh iya. Niatnya besok pagi nat, kalau mau biar aku kirimkan sekalian punyamu. Gimana?” tawarnya
“Mau banget bang, tapi aku nggak janji besok semua persyaratan administrasiku bisa beres”
“Owgh gitu, ya sudah kamu kabari aku lagi ya besok. Jangan lupa cepat dikelarin loh soalnya tanggal 26 Januari 2014 semua berkas harus sudah dikirim kepusat nat. tau kan?”
“Iya bang, itu artinya hanya ada sisa waktu dua hari untukku bias melengkapinya”
“Iya betul, okey kalau begitu aku tinggal kekampus dulu yah. Ada usrusan nih” katanya kemudian
“Siap bang. makasih sudah diingatkan” ungkapku tulus selanjutnya kulihat sosoknya pergi dengan motor merah Smash nya
Tak bisa dilukiskan perasaanku saat ini, berat sudah beban yang ku tangguh dan malu rasanya bila ternyata esok aku tak terjaring dan gugur. Entahlah, aku tak bisa membayangkan sudah berapa puluh orangkah yang tau tentang keikutsertaanku dalam Ekspedisi ini. Apa jadinya bila aku tak masuk?
“Mba, fotonya mau dicetak berapa lembar dan ukuran berapa?” Tanya Mba Lilies pegawai dipercetakan, dia mengagetkanku.
“Oh iya mba, tolong cetakan untuk ukuran 4 R dan 3×4 nya juga, masing-masing 3 lembar ya mba. “Terima kasih” ucapku kemudian
Mba Lilies, dia menganggukan kepalanya seraya pergi meninggalkanku sendiri. Melanjutkan semua pertanyaan konyol yang muncul dibenakku, otakku rupanya menyimpan kepenatan yang dalam. Aku semakin tak bisa meyakinkan hatiku akan Ekspedisi dihadapanku. Sejak 3 hari terakhir ini yang aku tau aku tak cukup bisa berhasil mengurus administrasinya dengan benar. Semuanya masih menunggu dan tak pasti. Bahkan untuk surat rekomendasipun belum bisa ku terima karena Dekan Fakultasku masih ada diluar kota sehingga belum ditanda tangani dan masih di Staf kantor.
“Ini Mba hasilnya, totalnya tiga puluh ribu rupiah Mba” katanya tiba-tiba saja berada dihadapanku lagi seraya menyodorkan hasil cetakan fotonya.
“Iya terima kasih mba” ucapku seraya memberikan uang dan menggambil hasil cetakan fotonya.
Ucapan terima kasih rupanya ku sampaikan dua kali pada Mba Lilies. Yang pertama saat aku memintanya mencetakan fotoku dan yang kedua saat dia memberikan hasil cetakannya padaku. Rasanya sekarang aku sedikit lega. Hasil foto yang ku dapat sangat bagus dan memuaskan. Cukup mengobati kepenatan yang sedang menderaku. Ku amati gambarnya yang bening beberapa kali sambil berlalu meninggalkan studio percetakan. Ku pikir-pikir ternyata aku memang sedikit cantik, bangga rasanya diciptakan sedemikian rupa. Dalam segala kelebihan yang ku punya sekarang. Aku cukup sedikit bangga. Aku tak bisa menghitung betapa besar keagungan dan kekuasaan tuhan yang menciptakan makhluknya begitu sempurna, pujiku dalam hati sendiri. Semua yang ku punya komplit dari atas kepala sampai ujung kaki, ada dan indah dengan keunikan bentuk yang kupunya. Ku usap foto ditanganku beberapa kali seraya tak henti mulutku memuji kebesaran Dzat yang sudah menciptakannya, Allahu Akbar.
Terlihat dikejauhan. Tampak pedagang batagor sedang mangkir didepan kosku. Tanpa pikir panjang ku hampiri sambil lari-lari kecil, takut tertinggal lagi dan keburu bang batagor pergi nanti. Semakin dekat rupanya kakiku semakin mengayun kencang. Dan sudah dipastikan ketika sampai tujuan nafasku terseol-seol sesak, keringat mengucur deras bak rintik hujan. Peluhnya membasahi seluruh tubuhku hingga baju biruku terasa lengket dibadan.
“Huffttt.” Ku coba atur nafasku beberapa saat
“Batagor Neng?” Tanya Si Abang batagor
“I..i..iya bang satu yah bang, lima ribu aja?”
“Pedas?”
“Sedang saja bang”
“Nih Neng” Si Abang menyodorkan batagor yang ku minta dan menyambut uang pemberianku. “terima kasih bang” ucapku mengakhiri jual beliku dengan abang batagor, dan meninggalkannya dengan beberapa teman kosku yang juga sedang antri membeli batagorya.
Kamarku tak terkunci, tapi tak kudapati tyas didalamnya. Ku panggil beberapa kali namanya, tapi tak juga ada ubrisan.
“Mba tasya nyari mba Tyas?” Tanya Manda, adik angkatanku dijurusan.
“Oh iya Dek, kamu lihat dia nggak?”
“Dia kewarung Mba, kayaknya sih beli makan”
“What? Makan lagi? “ tanyaku sedikit terkejut, dan manda hanya menggelengan kepalanya. Ku pikir dia tak mengerti.
Sebenarnya bukan sesuatu yang aneh ketika hari ini kudapati Tyas makan berkali-kali. Hanya saja aku tak habis fikir bagaimana bisa sahabatku yang satu ini bisa makan 6 kali dalam hari, dan itu tak membuat efek pada tubuhnya. Badannya tetap ramping, kecil dan indah. Aku sangat iri rasanya.
“Tiiiiittitttt.tiiiiittttt” Ku cari Handphonku, karena aku hapal betul itu tanda dering handphone milikku.
“Assalamu ‘Alaikum Mi” sapaku pada sosok yang menelponku, ketika berhasil menemukannya didalam tas yang kubawa.
“Waalaikum Salam Yu, kapan kamu pulang?” Tanya Ibuku diseberang sana.
“Pulang?, nanti mi kalau kegiatan disini sudah beres semua”
“Emang kegiatan apa lagi sih?, Pulanglah sebentar!”
“Oh iya Mi, Insya Allah secepatnya kok”
“Lusa 100 hari peringatan kakekmu, kamu pulang besok ya Yu?”
“Iya Mi. Insya Allah, yayu nggak bisa pastikan hari ini!”
“Ya sudah, kalau jadi pulang nanti kabari lagi aja ya. Tapi tolong Yu kalau bisa kamu usahakan buat beberapa hari saja pulang kerumah yah?” ucap Ibuku mengakhiri pembicaraan.
“Iya Mi. Assalamu ‘Alaikum”
“Waalaikum Salam, jangan lupa makan dan sholatnya ya Yu?” ungkapnya kemudian terdengar panggilan sudah diputus.
Aku terdiam beberapa saat, merenungi permintaan Ibuku. Berfikir bagaimana caranya semua persyaratan Ekspedisi bisa aku kelarkan hari ini juga agar besok bisa pulang kerumah, kekota kelahiranku Indramayu tercinta. Kota gersang namun penuh dengan banyak cerita dan warna kebahagiaan. Dimana tempatku pertama kali ku belajar melihat dunia, menangis, dan tertawa.
Aku tau persis alasan Ibuku memintaku untuk seggera pulang. Bukan hanya menginginkan anaknya bisa hadir dalam 100 hari peringatan Ayahnya, yang juga kakekku. Namun karena beliau berharap aku bisa membantunya dalam menyiapkan semua keperluan untuk acara Tahlilannya. Seperti makanan untuk para bapak dan remaja yang datang kerumah kami untuk mendoakan Alm. Kakek. Ya aku tau, bagaimana repotnya untuk mengurus kelengkapan itu terlebih sekarang Ibu sendiri dirumah tanpa aku anak perempuannya sekaligus anak sulung yang dituakan. Kalaupun masih ada ayahku, aku tau pasti tak akan bisa membantu banyak seperti biasanya. Karena ku tahu bagaimana Ayahku, dia yang menghabiskan hari-harinya untuk pergi ke masjid, mengikuti pengajian dan mengisi beberapa ceramah didaerahku. Bukan dia tak pernah memeperdulikan keluarga kita. Tapi tuntutan akhirat selalu datang padanya dan memaksanya untuk memilih mengutamakan itu dibanding urusan keluarganya.
Ayahku selalu bilang kalau waktu yang diberikan tuhan tak akan tau jumlah harinya, esok atau lusa bisa saja giliran kita yang dipanggilnya. jadi harus terus berbuat baik pada sesama dan mengutamakan orang lain, terlebih urusannya keagaamaan. Kalau keluarga sudah sejak ia lahir hingga usia yang ke 60 Thnnya. Jadi pikirnya sudah dipastikan sudah banyak hal yang di perbuat. Itulah kata-kata Ayahku yang hingga kini masih melekat erat dibenakku. Dan tak heran rasanya bila barusan ditelpon ibu menyampaikan Ayahku sedang tidak dirumah sudah empat hari lamanya dan akan kembali dua hari kedepan karena ada panggilan pengajian didaerah Cirebon dan Kuningan. selanjutnya sekarang dirumah hanya ada ibu dan kedua adikku yang masih belia. mereka semua masih berumur 3 Thn dan kakaknya yang lebih tua berusia 8 Thn.
Ibu cukup bertahan, menjadi sosok yang tegar tak pernah mengeluh dimata kami anak-anaknya. Bersabar saat menunggu Ayah kembali pulang kerumah, bersabar untuk melayani semua kebutuhan anak-anaknya, dan bersabar untuk memebereskan semua pekerjaan rumah. Ibupun rupanya cukup mandiri dibanding beberapa ibu-ibu lain disekitar rumahku yang mengandalkan tenaga pembantu dan teknologi. Ibuku memang hebat ia melakukannya dengan ikhlas dan hasil yang baik. Dan aku bangga dengan ibuku. Yang selalu memasak dengan hasil yang lezat, yang mencuci dengan hasil yang wangi dan bersih. Sebaliknya yang kulihat dari sosok Ayah. Dia orang yang tangguh yang tak pernah lelah dan selalu mementingkan orang lain diatas kepentingan keluarganya. Mengikuti semua yang diminta orang sekeliingnya. Cintanya terhadap agama sering kali membuat cemburu kita, sebagai anak-anaknya.
“Mau kemana? Kok pakai acara masukin baju kedalam tas segala?” Tanya Tyas tiba-tiba sosoknya sudah ada dibelakangku.
“Pulang Yas!”
“Kapan? Kok mendadak banget?”
“Iya, diminta nyokap nih”
“Kenapa?, ada yang sakit lagi dirumah?”
“Nggak kok!”
“Lalu kenapa? Kapan pulang?”
“Ada urusan keluarga, Insyaallah besok”
Tyas mengangguk, mengerti. Dan menyibukan dirinya dengan laptop dan beberapa tumpukan buku didepannya. Aku tau dia sedang mencoba mengerjakan skripsinya lagi, dan mungkin hampir selesai.
“Yas, mau bantuin aku nggak?” tanyaku hati-hati
“Apa?”
“Tolong banget ya?”
“Iya, diusahakan. Insyaallah kalau aku bisa. Aku siap bantu!, emang apa?”
“Ambilkan HSS dan surat rekomendasiku dong distaff”
“Kok bisa disana?” tanyanya memincingkan heran.
“Iya, nunggu dilegalisir, Pak Dekan kemarin keluar kota jadi HSSku belum bisa dapat tanda tangannya”
“Terus?”
“Katanya hari ini sudah bisa diambil kok, staf menjanjikan gitu”
“Terus HSS dan Surat rekomendasinya setelah diambil mau diapakan?”
“Heeeeee, mau minta tolong kirimkan berkasnya lewat pos”
“Jadi kamu serius ikut?” aku mengagguk.
“Belum kirim berkas juga sampai sekarang?” tanyanya lagi. Dan aku menggangguk untuk kedua kalinya.
“Ampun deh! Kamu yang ikut kenapa aku yang direpotin sih!”
“Yas, please bantu aku. Aku harus pulang besok pagi. Sedang aku harus minta tolong siapa lagi buat ngurus berkasku. Tolong aku yas.ya?” aku memohon.
“Iya, tapi persyaratan yang lainnya mana masa HSS sama surat rekumendasi doing sih, beneran itu aja?”
“Tuh diatas meja belajar sisanya, sudah aku siapkan kelengkapannya kok. Alamat yang dituju juga sudah aku tulis, tinggal nanti digabungkan saja sama yang dari Staf kantor. Please bantu aku yas?” aku sedikit merengek, memelas kearahnya.
“Okey, tapi aku nggak punya uang lebiih buat kirim berkasnya!”
“Iya, tenang aja. Sudah aku siapkan juga kok tuh disamping berkas”
“Siap deh!”
“Berarti deal ya, kamu bantu aku?”
“Iya terpaksa!”
“Kok gitu, beneran loh harus dikir besok juga!”
“Iya bawel, aku mau bantu kok. Tenang aja”
“Sipp, makasih yas. Maaf sudah sering merepotkanmu!” uacapku tulus, seraya ku peluk tyas erat.
Hanya dua stel pakaian yang kubawa untuk bisa dipakai dirumah. Baju yang kubawa sebagai jaga-jaga saja barangkali ada teman yang mengajakku keluar untuk jalan. Bukan karena tak ada ganti baju yang lain dirumah, hanya saja kebanyakan koleksi baju yang kupunya disana hanya berupa gamis dan dress. Jadi berbanding terbalik dengan gaya berpakaian yang biasa aku kenakan disini, di Semarang bersama teman-temanku.
Ayahku selalu bilang, pakaian yang bagus adalah jenis pakaian yang panjang dan longgar. Aku akan terlihat lebih cantik dan anggun ketika mengenakan kedua model pakaian itu. Gamis dan dress. Dan ketika dirumah tak ada kata tidak. Semua yang ayahku katakana adalah perintah, sekalipun bentuknya pujian. Dan aku tau betul itu bukan gayaku. Aku seperti menjadi orang lain padahal dirumahku sendiri.
“Nataaaaaa..” Panggil Tyas menyadarkanku dari lamunan panjangku tentang Ayah.
“Packing baju atau melamun sih?, mau kelar jam berapa kalau gitu caranya?” ucapnya lagi. Tyas meledekku
“Iya, iya. Nih juga kelar kok!”
“Iya. Gitu dong. Lagian besok kan kamu perjalanan. Mending tidur cepat sana!” “Siap Bos!” ucapku bersemangat langsung meloncat cepat kearah tempat tidur.

@

Semarang. 24 Januari 2014
“Assalamu ‘Alaikum Mba, Mba Tasyanya ada?” samar-samar ku dengar seseorang memanggil namaku.
“Ada, tuh masih tidur” Tyas menjawab
“Oh, kirain udah siap-siap. Semalam mba tasya minta diantar pulang jam 9 pagi mba”
“Biasa nda, kakakmu kan mana pernah dia tepat waktu”
“Em..enak ya pagi-pagi gini nggosipin orang yang lagi tidur, nggak takut dosa apa yah? Lagian juga bukannya ngebangunin kek!” cibirku masih dalam posisi tidurku.
“Eh iya, maaf Mba” kali ini Manda yang mennjawab, terlihat dari wajahnya ekspresi bersalah.
“Iya dek, kalau Mba Tyas ngomong nggak usah diladenin. Biasa dia mah iri terus sama aku!” ucapku mencoba memojokkan Tyas dan berlalu pergi meninggalkan mereka, keduanya bertatapan saling pandang.
Aku sengaja beranjak dari tempat tidur secepat mungkin, dan berlalu begitu saja kekamar mandi. Tentu beralasan. Aku hanya ingin menghindari Tyas dengan segala umpatan dan teriakannya, Memalukan rasanya bila dikata-katain didepan Junior sendiri, apa kata dunia!
Mandiku pun kali ini tak sama dengan mandi seperti biasanya, sengaja dilama-lamain didalam kamar mandi. Mandi sebersih dan seharum mungkin. Menarik simpatik dan agar tahan lama juga dalam perjalanan.
“Nat, cepetan dikit kenapa sih? Tuh kasihan manda dah nunggu kamu lama” teriak tyas tiba-tiba tangannya sembari menggedor pintu kamar mandiku.
“Rese juga kamu Yas, mandi cepat dikatain. Mandi lama juga dimarahin. Maunya apa sih nih anak?”
“Kamu tuh nggak tau waktu, udah tau ada yang nunggu. Malah lanjut tidur dikamar mandi” jawabnya ketus
“Kurang ajar juga nih anak, lama-lama aku siram juga pakai air. Sampai hati ngatain aku tidur didalam kamar mandi!” teriakku geram.
Dan kudengar tawanya yang keras, melenggar. kemudian perlahan samar-samar tak terdengar lagi.
Dalam hening ku coba berfikir tentang perkataan tyas barusan. Tentang waktu. Ya selama ini aku memang cukup tak mengenal waktu untuk semua pekerjaanku. Aktivitasku semuanya hambar. Tak banyak yang bisa ku lakukan belakangan, dibeberapa hariku. Semua orang juga perlahan meninggalkan aku, Mungkin karena aku berusaha menghibur dan menyibukan diriku sendiri dengan kebodohanku mengurung diri didalam kamar.
Aku bergegas memakai pakaianku dan keluar dari kamar mandi, ya. Aku harus minta maaf karena membuat Manda menunggu. Orang yang sudah mau meluangkan waktunya untuk membantuku, mengantarku ke agen bis untuk perjalanan pulangku. Harusnya aku tak mengecewakannnya dan membuatnya menunggu untuk beberapa waktu yang cukup lama. Dan tentu aku juga harus berterima kasih pada tyas, sosoknya yang tak pernah berhenti mengajariku arti hidup dan orang lain.
“Dek maaf, kamu jadi harus nunggu lama. Mba telat bangun lagi soalnya”
“Sudah biasa!” tyas yang menjawab, sedang Manda hanya mengangguk tersenyum.

@

Indramayu, 29 Januari 2014
Sudah Empat hari rupanya aku menunggu, menanti kapan daftar hasil peserta yang lolos tahap administrasi Ekspedisi NKRI 2014 bisa diumumkan, beberapa kali juga mencoba mengunjungi Website dan FB Panitia Ekspedisi barangkali sudah ada informasi yang dipostingkan, tapi sama. Yang ada hanya berita lama, bahkan aku pun tak ragu mengirimkannya pesan. Bertanya kapan akan dishare. Tapi masih belum ada tanggapan. Aku tak percaya militer sebagai panitia bisa juga ngaret dalam deadline postingan berita, ampun. Aku tak habis fikir bagaimana bisa Aku menunggu dengan perasaan takut, dan harap-harap cemas terus-menerus seperti ini. Rasanya semakin lama aku semakin tak yakin dengan hasilnya nanti. Aku mengira-ngira apa mungkin aku bisa masuk dan lolos dalam tahap administrasinya tanpa melampirkan beberapa lembar sertifikat keahlian ataupun pengalaman, maklum aku mengituti Ekspedisi ini dengan jalur Free Line, Mandiri. Tanpa melibatkan pihak fakultas lebih jauh untuk membantu.
“God, Please aku ingin ikut. Libatkan aku dalam Ekspedisi ini, cantumkan namaku dalam daftar peserta yang lolos. Aku ingin jadi orang yang beruntung, tolong aku ya Allah.aku mohon” doaku tiap kali mengawali diri untuk membuka jaringan internet.

Rencana Penggarapan Buku, Dloen Edisi 2014

Lama nih nggak posting, kerasa banget susah buat nyusun kata-kata diawal paragraf. jelasnya, kali nih dloen akan bagi cerita lagi untuk ke sekian kalinya. yap, tentang dloen yang belum lama nih singgah di Maluku Utara, Indonesia bagian Timur. tepatnya Kepulauan Tidore yang punya julukan Zamrud Katulistiwa.
Awal kisah……………….

EPISOD SATU

Tyas Anggelia Putra, Dia Sahabatku.

Ekspedisi NKRI 2014 adalah minatku. Aku punya mimpi pergi keluar Jawa, naik pesawat dan Speed Boat. Satu barisan dengan Tentara, berfoto dengan baju loreng mereka yang gagah dengan Baret dan Senjata yang dikenakannya. Pasti mengagumkan!.
Aku Tasya, Natasya.

@

Semarang, 21 Januari 2014
Makan, nyanyi-nyanyi dikamar mandi, nonton film india, nge-Game, jalan-jalan, mutar-muter kota Semarang ngabisin bensin tanpa tujuan, nongkrong dikantin kampus, gulang- guling dikamar nggak jelas, dan malas-malasan depan laptop. Yah aku. Itulah aktivitasku. Aku mahasiswi semester 7 sedang dalam tahap Skripsi. Yang mulai jenuh, bosan dan malas dengan semua rutinitas yang ku jalani. Aku merasa hampa dan kosong, terlebih saat lengser dari jabatannku sebagai ketua di Himpunan Mahasiswa Jurusan Komunikasi. Seperti linglung, bingung dengan hidupku sendiri yang begitu dan sama saja.
“Tasya!” suara Tyas memanggilku, memaksaku menolehkan pandangan kearahnya dan sejenak meninggalkan laptop kesayanganku.
“Iya, ada apa?” tanyaku gemas kearahnya, dia mengganggu ketenanganku lagi kali ini, “ awas aja!” gumanku kecil dalam hati.
“Tasya, please deh. Kenapa sih selalu aja facebookan. Gak bosen apa?”
“Nggak”
“Skripsimu gimana?”
“Gampang!”
“Iyaaaaaaa tasya, aku tau. Maksudku, kapan kamu mulai menggarapnya sayang?” tanyanya lagi. Kali ini aku tau dia serius.
“Ah, paling juga empat bulan udah bisa kelar kok, santai mba bro” ucapku cuek.
Nah, kalau sudah begini seperti biasa Tyas kalah. Dia pergi keluar membanting pintu kamar kita.
Tyas, dia sahabatku. Sahabat terbaikku. Anak orang kaya, cantik, pintar, rajin, dan baik, yah walaupun cerewet seperti nenek lampir tapi tetap saja dia istimewa, orang yang selalu ada untuk menjagaku, menyemangatiku, mendorongku dan mengingatkanku. Halnya dengan Skripsi. Dia terus mengomel untuk urusan ini, bisa dibilang alarm buatku.
“Hei bodoh, kamu sudah tau info Ekspedisi 2014 belum?”
Busyet deh, kenapa nih makhluk tiba-tiba ada dibelakangku lagi sih, kapan dia balik dan masuk kamarku?. Harusnya aku mendengar suara langkah kakinya atau tau saat dia buka pintu, “oh god, alamat bakal diceramahin lagi nih” keluhku dalam hati.
“Kenapa sih, kamu nggak suka aku datang lagi tas?”
“Nggak kok, heran aja. Kapan kamu datang?”
“Oh, ekspresi kamu jelek amat, ups sorry kalau nggak ketuk pintu dulu”
“Ok, fine. Ini kan kamar kamu juga, tapi ngomong-ngomong Kamu nggak jadi bimbingan?”
“Jadi”
“Lalu?” tanyaku sambil melototkan mata, mulai sedikit geram.
“Haaaasantai bu. Bimbinganku masih satu jam lagi kok, lagian aku cuma mau kasih tau 2014 ini ada Ekspedisi yang dipanitiai Kopassus loh”
“Ekspedisi? Kemana?”
“Maluku dan Maluku Utara, gimana minat?”
“Emm, boleh juga tuh!, apa syaratnya yas?”
“Tanya mas ipud aja, dia yang share infonya”
“Mas ipud mana?”
“Aduh tasya sayaaang. senior kamu kok anak Komunikasi juga, dia angkatan 2009”
“Oh ok, thanks. Lah Kopassus sih apa?”
“Aduh, ampun deh nih anak. Browsing aja noh di internet. Makanya siapa suruh punya laptop dan modem cuma dibuat nge-Game dan facebookan doang. Sekali-kali buat manfaat kenapa sih, cari bahan Skrip”
“Oh, iya, iya. Okey siap tyas sayang. Makasih ya.” Celetukku, mengakhiri celotehnya yang panjang kali lebar. Enak aja main menghakimi. Emang dia siapa.
“Kenapa kamu, marah? Karena aku ceramahin lagi siang ini?”
“Emmm”
“Ya udah buruan buka tuh mbah googlenya, cari disitu sekalian info Ekspedisinya. Pasti ada”
“Iya. Makasih!”
“Udah gitu doang, senyum dong ayo senyum.” Pintanya sambil menyenggol bahuku dan menggerak-gerakkan bibirku.
“Udah, udah, buruan ngampus, nanti telat lagi!” timpalku, mengakhiri pembicaraan.
“Iya, tapi jangan marah gitu dong, please smile ledies”
“He..hehehee” akhirnya aku pasrah, kembali memaafkannya. Dia memang orang yang paling bisa, yang selalu membuatku tersenyum bahagia dan menjadi orang yang beruntung karena mengenalnya.
“Okey. bye gadis, jagan lupa mandi ya”
“Tyaaaaaaaaaaaaaaaaaaas!”
Selalu dan selalu. Kebersamaan kita selalu diakhiri dengan ejekan menyebalkan. Tapi tetap aku tak mampu tanpanya. Tanpa tyas sebagai sahabatku.
@

Kopassus, Komando pasukan Khusus milik TNI Angkatan Darat. Dan Ekspedisi 2014 kali ini menjadi tanggungjawabnya yang membawai beberapa gabungan antara lain; TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, Dosen, dan Mahasiswa. Maluku dan Maluku Utara pilihan tempatnya. Masih ada satu minggu buatku bisa mempersiapkan persyaratannya, sebelum akhirnya pendaftaran ekspedisi ini ditutup.
“Fantastik!, pokoknya aku harus ikut!” teriakku lirih.
“Kenapa senyam-senyum sendiri kamu tas” tyas menghampiri.
“Tas. Tas. Tas, sekali lagi kamu panggil namaku tas, aku timpuk juga kau pakai bantal yas!”
“Hahaha, kenapa. Kan benar nama kamu tasya, dan panggilan tas yang paling cocok, iya kan?” godanya membuatku bête.
“Natasya. So, kamu panggil aku nata, yaplease..” aku memohon.
“Okey nata, ada apa sih? Kok senyum-senyum gitu?” ejeknya lagi.
“Em, thanks ya yas, kamu tunjukan jalan terindah buatku, dan ini pasti akan jadi petualangan yang seru. Aku yakin!”
“Soal ekspedisi itu kah?” tanyanya penasaran dan aku menggagguk cepat.
“Tapi, itu kan ada seleksinya”
“Aku tau”
“Jadi belum tentu juga kan kamu bisa masuk tas, opss, nata maksudku?”
“Gak ada yang immposible kan?
“Tapi itu terbuka untuk mahasiswa se- Indonesia!”
“Iya, makanya aku mau ikut”
“Lagian kamu kenapa tiba-tiba aneh gini sih, rasanya seperti tidak suka ngelihat aku bersemangat ikut Ekspedisi?” lanjutku heran melihat ekspresi muka tyas yang datar.
“Aku serius tas, ini akan sulit buat kamu terpilih sebagai peserta”
“Makanya aku mau nyoba”
“Tesnya banyak. Ada wawancara, psikotes, dan lari”
“Iya nggak masalah, aku mau ngadu nasib. Barangkali aja kan Tuhan berpihak dan aku beruntung”
“Tapi ada tes renangnya juga kan tas, inget kamu tuh nggak bisa tas, nggak sama sekali.
“Cukup yas, sekali lagi tolong jangan panggil aku Tas, Nata okey!”
“Sorry, tapi nat.”
“Soal renang, yap aku pikirkan lagi. Aku ngerti, tapi please dukung aku jangan menakutiku lagi. Aku cuma pengen Ekspedisi ini. Aku”
“Iya, iya, maaf nat, aku cuma..”
“Khawatir yas? Iya aku ngerti. Tapi kali ini juga ngertiin aku dong. Sekarang Ekspedisi menjadi minatku yas. Huffttbukannya kamu yang kasih aku info ini, kenapa harus kamu juga sih yang melarangnya, yang ngebebani aku untuk menyerah sebelum aku sempat mencobanya. Menakutiku seolah aku tak berdaya dan berhenti gitu aja. Kenapa yas, kenapa?” aku mulai geram dan penasaran. Mataku mulai memanas dan hatiku seakan terus berteriak sedang otak berputar tak mengerti.
“Bukan, bukan itu maksudku nat”
“Aku cuma berharap bisa menjadi bagian dari ekspedisi 2014 ini, aku cuma ingin ke Maluku yas, naik pesawat dan spead boad gratis, terus bisa foto bareng dengan militer, apa itu salah yas?”
“Tapi tempat itu nggak pantes nat buat kamu, bahaya”
“Terus dikamar ini, begini dan sama saja. Please yas bantu aku. Apa semua inginku sekarang berlebihan? Aku yakin aku bisa masuk kalau kamu mau membantuku yas, please kali ini aja aku mohon” tak sadar air mataku jatuh, aku tertunduk lemas, dan menangis tyas pun balik memelukku. Ada jawaban yang melegakan, aku tau dia setuju.

@

Semarang, 22 Januari 2014
“Siang..siang, bangun woy!. Banguuuun.bangun!” teriakan tyas sedikit menggangguku. Kututup telingaku dengan bantal dan ku tarik selimutku lebih atas lagi menutupi seluruh tubuhku.
“Haduh nat, bangun dong, ayo bangun. Buruan mandi, bau asem tau!” teriaknya untuk kedua kali.
“Nataaaaa.jangan malu-maluin nama perempuan deh, masa jam segini masih saja diatas kasur. Sumpah budaya yang harus dibasmi. Nat, ayolah bangun sayang” kali ini tyas bukan hanya berteriak tapi juga menarik paksa selimut dan bantalku, dia juga tak berhenti menggoyang-goyangkan tubuhku dan mencoba mulai menarik tanganku.
“Ayo nata jelek, cepat bangun, mandi dan ganti baju” pintanya lagi.
“Iya, iya tyas. Tapi please bentar lagi ya” rengekku sambil membebaskan diri pindah dan melanjutkan tidur lagi ditempat yang lain.
“Nataaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!” teriakan tyas kali ini tepat ditelingaku, busyet. Bisa pecah gendang telingaku bila gini caranya.
“Okey cukup, aku bangun yas. Puas!” teriakku balik kearahnya.
“Lagian, kamu parah sih nat. giliran waktu malam buat istirahat malah dibuat begadang nonton film india, ya gini deh giliran waktu pagi buat aktivitas loyo masih tepar dan gak mau bangun dari tempat tidur, benar-benar contoh yang salah!” ucap tyas panjang lebar, jadi deh aku dapat ceramahnya lagi.
“Buruan mandi airnya dah mau habis tau!”
“Nggak mungkin lah, orang semalem bak penuh banget kok”
“Yah parah, dibilangin nggak percaya. Terserah!” katanya cuek, lalu menyambar dompetnya dan melangkah pergi.
“Yas, mau kemana?” teriakku. Mengejar sosoknya buru-buru.
“Kalau kewarung nitip makan ya?” lanjutku
“Iyaaaaaaa” katanya menanggapi, lalu pergi lagi
“Beneran loh, nasi rames pakai telor dan jangan lupa es tehnya ya?” teriakku lagi sebelum sosok Tyas benar-benar menghilang.
Ku rapikan tempat tidur, melipat selimut dan menata bantal serta beberapa bonekaku. Maklum walau umurku 20 tahun tapi koleksiku tak kalah seperti anak kecil berusia 7 tahun. Dipojok tempat tidurku berjajar diantaranya seperti boneka Spongbob, Doraeom. Pisang, Bear, kura-kura, shoun the ship, Hello Ketty, Tazmania dan boneka-boneka itu rata-rata berukuran sedang dan besar. Semua pemberian Cuma-Cuma. Tak satupun ku membelinya sendiri.
Merasa rapi, beralih membereskan meja belajarku. menata semua buku yang berantakan diatasnyan dan membereskan kabel rool karena semua carger masih terpasang dan menyala padahal semua barang sudah diambil dan di nonaktifkan seperti Hp, lampu kamar, laptop dan sambungan printer. melirik sebentar kearah gantungan rasanya tak nyaman, ku ambil beberapa potong baju yang tergantung, yang kurasa sudah bau dan kotor, memasukannya kedalam ember tempat cuci pakaian kita. Selanjutnya bagian menyapu seluruh ruangan kamar dan sebentar lagi semuanya beres. Rapi, bersih dan enak dipandang.
“Assalamu ‘Alaikum..” seseorang datang mengucap salam.
“Waalaikum Salam, tumben ada salamnya segala?” cibirku, ketika mengetahui siapa pemilik suara itu yang tak lain Tyas.
“Hem mulai deh ngeledek, nih pesanannya datang nyonya” ucapnya, sambil menyodorkan dua kantong plastik.
“Nasi rames dan telornya ada?”
“Ada kok, tuh didalam!” tyas menunjuk kantong plastik yang tadi dibawanya.
“Es tehnya juga beli kan? Nggak pakai lupa kan?”
“Pake gratis iya” celetuknya
“Emang Habis berapa nih?” tanyaku pura-pura
“Udah ambil aja dulu, gampang lain waktu bisa gantian kan?”
“Serius nih? Kayak habis menang lotre aja kamu?” godaku menyenggol bahunya
“Seribu rius jeng, tinggal makan aja ikhlas ridho kok” katanya lagi
“Okey, makasih ya” ungkapku tulus.
Tyas mengangguk cepat.
Tak sabar rasanya mencium aroma sedap masakan bu Latifah, bukan Tasya namaku bila tak langsung menyantapnya.
“Eh..eh, mandi dulu sana”
“Tanggung ah, bentar lagi. Lagian juga lapernya sekarang”
“Jorok banget deh” Umpat Tyas lagi
“Biarin, yang penting hidup!” jawabku ngasal
“Terserah ya, tapi makan sebelum mandi itu bikin perut buncit loh, mau?”
“Beneran?” tanyaku penasaran, menghentikan sejenak suapan pertamaku
“Sebagai teman yang baik, Cuma bisa mengingatkan kan?” katanya lagi meyakinkan.
Selanjutnya ku ikat lagi bungkusan nasi yang tadi hendak kusantap, ku bereskan dan meletakannya diatas meja kemudian ku sambar handukku dan bergegas kekamar mandi dulu.
Siapa yang mau punya perut buncit, sama halnya aku. Aku tak bisa membayangkan bila perutku kembali buncit seperti beberapa bulan yang lalu. Semua baju jadi susah dikenakan karena tak nyaman. Merasa jadi orang yang paling tidak beruntung saat melihat beberapa rekan lain mempunyai perut langsing. So, hari ini aku rela menahan rasa laparku semntara untuk beberapa menit didalam kamar mandi hanya karena takut diejek lagi. Dikatain hamil pula karena keadaan perut yang beda, dan aku tak sanggup membayangkan lagi bila itu terjadi untuk kedua kalinya.
Dan hanya butuh waktu tujuh menit untuk membersihkan diri, selanjutnya aku bisa menyantap makananku lagi.
“Gila, mandi apaan kamu nat? bentar amat” ledek tyas.
“Kamu tuh apaan? Nggak lucu tau pakai acara bohong segala, mana yang katanya bak mandi kosong, airnya habis! Atau jangan-jangan tentang makan sebelum mandi bikin perut buncit juga cuma asal-asal kamu aja buat nakutin aku? Parah nih tyas, sudah bisa jadi penipu kakap nanti!”
“Ye, tapi kan demi kebaikan kamu juga tau, biar nggak males mandi!”
“Baik apanya? Ngebohongin teman kok dibilang baik, ngingetin boleh tapi nggak pakai bohong juga bisa kan?”
“Tyas, Bohong itu diperbolehkan asal demi kemaslahatan seseorang, dan itu buat kamu. Tau!”
“Waduh! tapi gimana aku mau percaya orang lain kalau sahabat sendiri aja bisa berbohong kok!”
“Idih, nih anak ngeyelan banget deh. Aku pakai bohong baru sekali ini aja langsung diributin, payah nih. Lagian bercanda kali bu. Lah kayak sendirinya nggak jahil aja. Bukannya kamu juga yang selama nih ngusilin aku, enak aja giliran aku yang ngerjain kamu bilang aku penipu kelas kakap. Kalau gitu gimana yang koruptor, mau bilang apa kamu kemereka? Kelas Hiu? Atau buaya?? Berani ngatai mereka?” tantangnya kemudian sok benar.
Aku hanya menanggapinya dengan senyuman, cukup senyuman saja. Menyikapinya dengan cuek dan tak ingin berdebat lagi. Karena perut rasanya tak tahan lagi. 100% kelaperan.
“Makannya jangan langsung telen bu, kunyah dulu” ledeknya lagi
“Idih, kelaparan bu? Kayak nggak makan selama sebulan aja deh, santaisantai” lanjutnya kemudian
“Hugk..hugk” aku tersedak, Tyas tertawa renyah.
“Haaaaaaaa..haaaaamakanya hati-hati kalau makan!”
Tak tahan dengan ocehannya, ku timpuk dia pakai handphone. Anehnya tak membuatnya berhenti malah semakin jadi usilnya.
“Oh..oh seorang tasya sekarang sudah nggak butuh Hp lagi ya, em .. biar aku jual lewat online aja deh, lima ratus ribu juga lumayan kan bisa buat bayar kos dua bulan” ungkapnya tanpa dosa.
“Gila kamu ya yas, aku siram juga nih pakai air galon kalau masih juga cerewet”
“Hahahaaa..emang tega?” tantangnya
“Parah nih orang, bener-bener kelewatan!” teriakku, membereskan semua bekas bungkusan makananku, dan beranjak pergi meninggalkannya untuk cuci tangan sambil memikirkan bagaimana caraku membalas dendam.
“Natasya, sahabatku yang paling malas, jorok, yang makan kayak kesurupan, aneh. Tapi langka. Haaaaaaaaa”
Samar-samar aku mendengar semua yang diteriakan tyas, termasuk juga semua umpatan yang dilontarkannya. Meskipun kita sahabatan tapi memang seperti seekor anjing dan tikus orang lain menyebutnya. karena diantara kita juga sering kali terlihat bertengkar hanya karena hal-hal kecil. Tapi inilah yang membut kita satu sama lain tak bisa jauh dan berpisah untuk waktu yang lama. dan Tyas Anggelia Putra, dia sahabatku.

lOLEO, 11 MEI 2014

nb: Natasya itu aku, that right

Info Pendaftaran AD- 4 My Brother

RECRUTMEN TAMTAMA DAN BINTARA TNI AD 2014

PEMBUKAAN PENDAFTARAN PENERIMAAN TAMTAMA (CATA PK) DAN BINTARA ( CABA PK) TNI AD TA. 2014
JADWAL PENDAFTARAN PENERIMAAN TAMTAMA TNI AD TA 2014
PERSYARATAN UMUM
Warga Negara Republik Indonesia.
Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar tahun 1945.
Berumur sekurang-kurangnya 18 tahun dan setinggi-tingginya 22 tahun pada saat pembukaan pendidikan tanggal 29 April 2014 untuk Gelombang I dan 25 November 2014 untuk Gelombang II.
Sehat jasmani dan rohani serta tidak berkacamata.
Tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.
Tidak memiliki catatan kriminalitas yang dikeluarkan secara tertulis oleh Polri (dilengkapi saat calon mengikuti pemeriksaan Psikologi).
PERSYARATAN LAIN
Pria bukan anggota/mantan prajurit TNI/Polri atau PNS TNI
Lulusan minimal SMP / Tsanawiyah atau yang setara baik negeri atau swasta yang disamakan/terakreditasi.
Belum pernah kawin dan sanggup tidak kawin selama dalam pendidikan pertama dan 2 tahun setelah diangkat menjadi prajurit.
Memiliki tinggi badan sekurang-kurangnya 163 Cm serta memiliki berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku.
Bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama (IDP) selama 7 tahun.
Bersedia ditempatkan diseluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Harus ada surat persetujuan dari orang tua/wali. Bagi calon yang menggunakan wali agar diisi keterangan sesuai dengan yang menjadi wali yaitu : Bapak tiri/Kakak/Paman/Bibi dengan meneliti KTP orang tua/wali (sesuai Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Skep/57/II/2003 tanggal 24 Februari 2003). Surat persetujuan orang tua yang menggunakan perwalian dapat ditetapkan oleh kecamatan setempat.
Harus mengikuti pemeriksaan/pengujian yang diselenggarakan oleh panitia penerimaan yang meliputi.:
– Administrasi.
– Kesehatan.
– Jasmani.
– Wawancara.
– Psikologi.
PERSYARATAN TAMBAHAN
Bagi yang memperoleh ijazah dari negara lain, harus mendapat pengesahan dari Kemendikbud.
Tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik telinganya atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/adat.
Bagi yang sudah bekerja : (a) Melampirkan surat persetujuan/ijin dari kepala dinas/jawatan/Instansi yang bersangkutan. (b) Bersedia diberhentikan dari status pegawai, bila diterima menjadi Tamtama PK TNI AD.
Bersedia mentaati peraturan bebas KKN baik langsung maupun tidak langsung dan apabila terbukti secara hukum melanggar sebagaimana yang dimaksud maka bersedia dinyatakan tidak lulus dan atau dikeluarkan dari Dikma jika pelanggaran tersebut diketemukan dikemudian hari pada saat mengikuti pendidikan pertama.
Jadwal Penerimaan Calon Tamtama AD
Jadwal Penerimaan Calon Tamtama AD

Gelombang I
Zona I (Dam I/BB, II/Swj, III/Slw, IV/Dip, V/Brw, Jaya dan IM)
1. Pendaftaran : 17 s.d 31 Maret 2014
2. Daftar ulang dan cek awal : 1 s.d. 5 April 2014
3. Parade : 7 April 2014
4. Rik/Uji : 13 s.d. 15 April 2014
5. Sidang Pemilihan : 17 April 2014
6. Buka Dik : 28 April 2014

Zona II (Dam VI/Mlw, VII/Wrb, IX/Udy, XII/Tpr dan XVI/Ptm)
1. Pendaftaran : 1 s.d 12 April 2014
2. Daftar ulang dan cek awal : 13 s.d. 16 April 2014
3. Parade : 17 April 2014
4. Rik/Uji : 20 s.d. 22 April 2014
5. Sidang Pemilihan : 24 April 2014
6. Buka Dik : 28 April 2014

Zona III (Dam XVII/Cen)
1. Pendaftaran : 1 s.d 16 Maret 2014
2. Daftar ulang dan cek awal : 17 s.d. 19 Maret 2014
3. Parade : 20 Maet 2014
4. Rik/Uji : 24 s.d. 26 Maret 2014
5. Sidang Pemilihan : 28 Maret 2014
6. Buka Dik : 31 Maret 2014

Gelombang II
Zona I (Dam I/BB, II/Swj, III/Slw, IV/Dip, V/Brw, Jaya dan IM)
1. Pendaftaran : 20 s.d 31 Oktober 2014
2. Daftar ulang dan cek awal : 1 s.d. 5 November 2014
3. Parade : 6 November 2014
4. Rik/Uji : 9 s.d. 11 November 2014
5. Sidang Pemilihan : 13 November 2014
6. Buka Dik : 24 November 2014

Zona II (Dam VI/Mlw, VII/Wrb, IX/Udy, XII/Tpr dan XVI/Ptm)
1. Pendaftaran : 1 s.d 8 November 2014
2. Daftar ulang dan cek awal : 9 s.d. 12 November 2014
3. Parade : 13 November 2014
4. Rik/Uji : 16 s.d. 18 November 2014
5. Sidang Pemilihan : 20 November 2014
6. Buka Dik : 24 November 2014

Zona III (Dam XVII/Cen)
1. Pendaftaran : 1 s.d 12 Oktober 2014
2. Daftar ulang dan cek awal : 13 s.d. 15 Oktober 2014
3. Parade :16 Oktober 2014
4. Rik/Uji : 20 s.d. 22 Oktober 2014
5. Sidang Pemilihan : 24 Oktober 2014
6. Buka Dik : 27 Oktober 2014

Anda berminat? Segera daftarkan diri Anda di laman : http://rekrutmen-tni.ilmci.com
Situs resmi TNI 1. http://rekrutmen-tni.ilmci.com 2. http://www.tnial.mil.id/
———————————————————————————————————————————————————-
———————————————————————————————————————————————————-
Jadwal Penerimaan Calon Bintara AD
1. Pendaftaran : 1 s.d 12 Juli 2014
2. Pemeriksaan uji tk Daerah : 15 Juli s.d 11 Oktober 2014 (Psikologi 2 September 2014).
3. Sidang Panitia Daerah : 16 s.d 17 Oktober 2014.
4. Pemeriksaan/Uji tk Pusat : 27 Okt s.d 4 Nov 2014.
5. Sidang Panitia Pusat : Pria : 7 November 2014 dan Wanita : 8 November 2014.
6. Buka Pendidikan : 11 November 2014
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat memberi kesempatan kepada pemuda dan pemudi Indonesia untuk menjadi Bintara TNI AD melalui pendidikan sekolah calon Bintara Prajurit Karier.
1. Berdasarkan Surat Telegram Kasad Nomor : ST/1430/2014 tanggal 13 Juni 2014 tentang penerimaan Bintara PK TNI AD TA. 2014.2. Persyaratan umum.
• Warga Negara Republik Indonesia.
• Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
• Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar Negara RI Tahun 1945.
• Berumur sekurang-kurangnya 18 tahun dan setinggi-tingginya 22 tahun pada saat buka pendidikan tanggal 11 November 2014.
• Sehat jasmani dan rohani serta tidak berkaca mata.
• Tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit TNI berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.
3. Persyaratan lain.
• Pria/wanita, bukan anggota/mantan prajurit TNI/Polri atau PNS TNI.
• Lulusan SMA/MA/SMK/SPK atau yang setara baik negeri atau swasta yang disamakan/terakreditasi.
• Belum pernah nikah dan sanggup tidak nikah selama dalam pendidikan pertama.
• Memiliki tinggi badan sekurang-kurangnya 165 cm untuk pria dan 160 cm untuk wanita serta berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku.
• Bersedia menjalani ikatan dinas pertama (IDP) selama 10 tahun.
• Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
• Harus ada surat persetujuan orang tua/wali. Bagi calon yang menggunakan wali agar diisi keterangan sesuai dengan yang menjadi wali yaitu : bapak tiri/Kakak/Paman/Bibi dengan meneliti KTP orang tua/wali (Sesuai surat keputusan Panglima TNI Nomor : skep/57/II/2003 tanggal 24 Februari 2003).
• Harus mengikuti pemeriksaan/pengujian yang diselenggarakan oleh panitia penerimaan yang meliputi :
1. Administrasi
2. Kesehatan
3. Jasmani
4. Wawancara
5. Psikologi
• Nilai akhir rata-rata minimal hasil ujian sebagai berikut :
1. Lulusan SMA/MA/SMK tahun 2009 dan 2010, nilai rata-rata ujian Nasional minimal 6,5.
2. Lulusan SMA/MA/SMK tahun 2011 dan 2012, nilai rata-rata (Gabungan nilai ujian Nasional dan nilai ujian sekolah) minimal 6,8.
3. Lulusan SMA/MA/SMK tahun 2014, nilai rata-rata (Gabungan nilai ujian Nasional dan nilai ujian sekolah) minimal 6,0.
4. Persyaratan lain.
• Bagi yang memperoleh ijazah dari negara lain, harus mendapat pengesahan dari Depdiknas.
• Tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik telinganya atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/adat.
• Bagi yang sudah bekerja :
1. Melampirkan surat persetujuan/ijin dari kepala dinas/jawatan/instansi yang bersangkutan.
2. Bersedia diberhentikan dari status pegawai, bila diterima menjadi Bintara PK TNI AD.
• Bersedia mentaati peratuar bebas KKN baik langsung ataupun tidak langsung. Apabila terbukti secara hukum melanggar sebagaimana yang dimaksud, maka bersedia dinyatakan tidak lulus dan atau dikeluarkan dari pendidikan pertama, jika pelanggaran tersebut diketemukan dikemudian hari pada saat mengikuti pendidikan pertama.
• Tidak memiliki catatan kriminalitas yang dikeluarkan secara tertulis dari Kepolisian setempat (SKCK).
• Pas foto hitam putih terbaru ukuran 4×6 cm.
• Bebas narkoba.
5. Pendaftaran.
• Mulai tanggal 1 sampai dengan tanggal 12 Juli 2014.
• Cara mendaftar
1. Calon mendaftar secara online melalui webside http://rekrutmen-tni.ilmci.com
2. Calon datang sendiri ketempat pendaftaran dengan menyerahkan hasil print out pendaftaran online dan persyaratan administrasi antara lain, foto copy masing-masing 2 (dua) lembar dari :
 1). Kartu kewarganegaraan (bagi keturunan WNA).
 2). Akte kelahiran/Surat Kenal Lahir.
 3). KTP calon dan KTP orang tua/wali.
 4). Kartu Keluarga (KK).
 5). STTB SD, SMP, SMA, MA berikut NUAN.
 6. Dalam rangka penerimaan Calon Bintara Prajurit karier TNI AD tidak dipungut biaya apapun.
 7. Hal-hal lain yang belum jelas dapat ditanyakan langsung ke tempat pendaftaran.
Materi Seleksi Penerimaan Calon TNI AD
Dilaksanakan dalam 2 tingkat.
A. Seleksi tingkat Daerah, dilaksanakan oleh Panda/Subpanda dengan materi pemeriksaan/pengujian sebagai berikut:
1. Pemeriksaan administrasi.
2. Pemeriksaan kesehatan I dan II.
3. Rik/Uji jasmani (postur, Garjas A dan B serta renang).
4. Wawancara.
5. Pemeriksaan psikologi.
B. Seleksi tingkat Panpus/Subpanpus, dilaksanakan oleh Panpus/Subpanpus di daerah (untuk Caba PK Pria) dan di Pusdikajen Bandung (untuk Caba PK Wanita). Materi pemeriksaan/pengujian sebagai berikut:
1. Pemeriksaan administrasi (pendalaman hasil Rik Panda/Subpanda).
2. Pemeriksaan kesehatan III.
3. Rik/Uji jasmani (postur, Garjas A dan B serta renang).
4. Wawancara (pendalaman hasil Rik Panda/Subpanda).
5. Psikologi (menggunakan

data hasil Panda/Subpanda).
6. Akademik.
Situs resmi TNI 1. http://rekrutmen-tni.ilmci.com 2. http://www.tnial.mil.id/
Lokasi Penerimaan Calon TNI AD
No Panda/Sub Panda Alamat No Telp
1 2 3 4

1 Kodam I/BB
Panda Medan Jl. Binjai Km 7.5 Medan 061-8451300
Sub Panda Siantar Jl. Asahan Km 3.5 Pematang Siantar 0622-7550071
Sub Panda Padang Jl. Samudera No 1 Padang 0751-23365
Sub Panda P. Baru Jl. Perwira No. 1 Pekanbaru Riau 0761-33031
Sub Panda Sibolga Jl. Datuk Hitam No. 1 Sibolga 0631-22805

2 Kodam II/Swj
Panda Palembang Jl. Urip Sumoharjo Palembang 0711-713868
Sub Panda Bengkulu Jl. Pembangunan 3 Bengkulu 0736-21446
Sub Panda Jambi Jl. Dr AK Gani No 3 Kel Pasar Jambi 0741-63053
Sub Panda Lampung Jl. Teuku Umar 85 Bandar Lampung 0721-702074

3 Kodam III/Slw
Panda Bandung Jl. Boscha No. 4 Bandung 022-2038102
Sub Panda Cirebon Jl. Brigjen Darsono Cirebon 0231-2022176
Sub Panda Serang Jl. Maulana Yusuf No. 9 Serang Banten 0254-200726
Sub Panda Garut Jl. Bratayudha 65 Garut 0262-232690
Sub Panda Bogor Jl. Merdeka No. 64 Bogor 0251-323266

4 Kodam IV/Dip
Panda SMA TN Jl. Purworejo-Magelang Km 5, Magelang 0293-364195, 364047
Panda Semarang Jl. P. Kemerdekaan Watugong Semarang 074-7474738,
7472249
Sub Panda Purwokerto Jl. Jendral Sutoyo No 2 Sawangan Purwokerto 0281-694925
Sub Panda Yogyakarta Jl. Ring Road Barat Demak Ijo Yogyakarta 0274-562020
Sub Panda Surakarta Jl. Adi Sucipto No 210 Manahan Surakarta 0271-719101

5 Kodam V/Brw
Sub Panda Surabaya Jl. A Yani Wonocolo Surabaya 031-324600
Sub Panda Malang Jl. Belakang RSSA No 1 Malang 0341-324600
Sub Panda Madiun Jl. Dr Sutomo No. 1 Madiun 0351-454377
Sub Panda Mojokerto Jl. Veteran No 3 Mojokerto 0321-321900

6 Kodam VI/Mlw
Panda Balikpapan Jl. Jend Sudirman Balikpapan 0542-425342
Sub Panda Banjarmasin Jl. Jend Sudirman No 7 Banjarmasin 0511-4366930
Sub Panda Samarinda

7 Kodam VII/Wrb
Panda Makassar Jl. Urip Sumoharjo KM 7 Makassar 0411-853108
Sub Panda Manado Jl. A Yani 19 Sario Manado 0431-862011
Sub Panda Palu Jl. Pramuka No 44 Palu 0451-421333
Sub Panda Kendari Jl. Drs Abdullah Silondai 41 Kendari 0401-321444
Sub Panda Bone
Sub Panda Pare-Pare

8 Kodam IX/Udy
Panda Denpasar Jl Sudirman Denpasar 0361-234758
Sub Panda NTB Jl. Malomba Mataram 0370-632268
Sub Panda NTT Jl. Lalamentik Kupang 0380-632268

9 Kodam XII/Tpr
Panda Pontianak Jl. Adisucipto km 6 Sei Raya Kab. Kubu Raya Pontianak 0561-723583
Sub Panda Palangkaraya Jl. Imam Bonjol No 5 Palangkaraya 0536-3221300

10 Kodam XVI/Ptm
Panda Ambon Jl. A Yani Ambon 0911-352585
Sub Panda Ternate Jl. Mononutu Ternate 0921-328006

11 Kodam XVII/Cen
Panda Jayapura Jl. Diponegoro Kel Gurabesi Jayapura Utara 0967-533854
Sub Panda Biak Jl. Majapahit Biak 0981-21471
Sub Panda Sorong Jl. Pramuka I Sorong 0951-331405
Sub Panda Merauke Komp Kodim Folder, Jl Folder (Belakang Kel Maro) Merauke 0971-321707
Sub Panda Manokwari Kodim
Sub Panda Mimika Kodim
Sub Panda Fak Fak Kodim

12 Panda Jaya Jl. Mayjen Sutoyo No. 5 Cililitan Jaktim 021-8090962

13 Kodam IM
Panda Banda Aceh Jl. Nyak Adam Kamil II No B-1 Banda Aceh 0651-266786