20 Mei 2013- Menggantung

Fadlun sudah disemarang belum? Gimana kabar tentang Yusuf Mansur?
Sender : Pak Alfandi.

DEG! SMS dalam inbok ponselku berbunyi begitu. Bagiku itu pertanyaan yang luar biasa untuk saat ini. aku yang menyerah untuk tidak memakai Ust.Yusuf Mansur lagi dalam agenda seminar di organisasi kampusku. Aku yang membatalkan sepihak agenda ini tanpa konfirmasi terlebih dahulu pada Pak Alfandi, Ketua Jurusanku. Dan sekarang setelah menerima pesannya aku ingin sekali secepatnya membicarakan hal ini, walau malu juga sebenarnya. Namun ku harap setelah bertemu nanti akan ada solusi baik untuk pengganti Ust. Yusuf Mansur.
“ Lho, Fadlun kok ada di sini?” tanyanya ketika menyadari kehadiranku.
“ Fadlun sengaja kesini tanpa SMS bapak terlebih dahulu.”
Pak Alfandi membulatkan mata. “Kenapa?” tanyanya penasaran.
“ Nggak punya pulsa pak.” Jawabku sambil dibarengi senyum tipis.
Pak Alfandi langsung tertawa renyah dan mempersilahkanku duduk di hadapannya.
“ Ooo, kirain lagi ngambek sama jurusannya.”
“ Iya pak, kalau sampeyan tidak bisa bantu buat acara HMJ KPI besok.”
“ Oh begitu, siap.”
Pak Alfandi berusaha terlihat baik, lalu kuputuskan untuk tidak memperpanjang urusan SMS yang tak dibalas, ku lanjutkan perbincangan mengenai agenda yang akan melibatkan Ust. Yusuf Mansur seperti yang ditanyakan beliau lewat SMS sebelumnya. Namun, baru sebentar saja dan mungkin tak ada 10 menitan. Tiba-tiba ponsel Pak Alfandi berbunyi, dan beliau pamit untuk mengikuti rapat di ruang sidang secara mendadak.
Dan dengan terpaksa ku tutup perbincangan dan melangkah keluar ruangan beliau dengan berbaik sangka namun tetap dengan perasaan sedikit kecewa karena tak banyak yang ku hasilkan dari pertemuan ini. Menggantung.

Jumat, 12 April 2013- Lagi, dan Lagi di kecewakan

Himpunan Mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam(HMJ KPI) di kampusku diadakan audisi penggarapan operet. Ada audisi menyanyi, menari, akting dan pantomim.
Aku panitia sekaligus penanggungjawab dari pelaksana kegiatannya. aku sudah biasa menjadi panitia disuatu kegiatan, tapi tidak diacara audisi seperti ini. Aku sedikit repot, lantaran semua yang ku siapkan dihari sebelumnya, ternyata tertinggal di kos. Ya, lagi-lagi aku lupa. Aku sendiri juga tidak tau semenjak kapan aku jadi tulalit sesperti ini, tapi tetap ku syukuri walaupun kadang terasa aneh dengan diriku yang akhir pekan ini sering lenglotan.
Ku pinta salah seorang temanku, Tika. Dia sekertaris di acara audisi ini, dia juga tau dimana kosku, tanpa fikir panjang ku berikan kunci kamarku.
“ de, tolong ambilkan stopmap sama sertifikat di atas kasur kamar mba ya?” pintaku sedikit memaksa.
Selagi Tika mengambil kekurangan perlengkapan audisi, ku absen satu persatu panitia yang hadir saat itu.
“ fuad mana?” tanyaku tiba-tiba pada seisi ruangan LBKI.
Semuanya terdiam, tak ada satupun yang menjawab. Aku kecewa, bukan karena seisi ruangan tak meresponku. Namun aku kehilangan Fuad, dia yang ku pasrahi dalam kegiatan ini, ya. Dia yang ku pilih sebagai ketua panitia kegiatan audisi dua minggu yang lalu. Ku raih handphone ku diatas meja. Dan ku cari nama fuad di kontak hp ku, lalu ku tekan tombol panggil.
“ Hallo de, de….” baru beberapa saat saja panggilanku tersambung, namun dimatikan.
Ada apa ini, aku semakin penasaran.
“Tiiiiiiiiiiii……………………………..ttttt” lama sekali aku menunggu agar panggilanku diangkatnya.
“Dreeeetttt” bunyi sms masuk di hp ku.
“ Mba maaf belum izin sampean, aku ada MID mba, nanti setelah ini aku langsung menyusul” ucap Fuad dalam sms itu.
Aku tersenyum kecut. “owalah, ternyata…..!”
Yah, aku harus tetap lanjutkan ini. Aku tak boleh patah semangat lantaran kehilangan satu orang, bukankah masih ada 18 panitia lagi yang siap membantuku, kenapa aku mesti takut.
Baru saja ingin ku panggil Adit, untuk ku tunjuk mnggantikan Fuad selama dia tak ada.
“assalamualaikum……….” teriak seseorang dari luar pintu ruangan LBKI. Yah, ternyata Fuad, dia telah kembali dan bersama tika.
“kok bisa??” gumanku dalam hati. Tapi rasa gemasku rupanya lebih banyak dari pada rasa penasaranku. Ku jewer telinga Fuad gemas, reflek teman. Heeeeee. Dan ku marahi dia karena seenaknya saja tanpa menghiraukan tika yang tadi bersamanya.
“ Mba, pesananmu ini mau ku letakan dimana?” tanya tika, mengejutkanku dan menghentikan aktivitas konyolku itu. Aku malu.
Tanpa ku sadar, ternyata sudah pukul 08.00 WIB. Teman –teman peserta pun rupanya sudah mulai banyak yang memasuki ruangan Dan acara uadisi ini sudah selayaknya dimulai, tapi kok serasa ada yang kurang. Ada yang ganjil, Tapi apa??????, aku terdiam, mencoba mencari sesuatu. Dan ku remas otakku untuk berfikir.
“ mba, mas ipang sudah diluar tuh!” ucap wahyu membuyarkan ku. Dan sekarang aku ingat apa kekurangan yang ku rasakan itu. Fanelis, ya dia mas ipang yang aku tunggu.
Acara audisi pun dimulai dengan sederhana, beberapa peserta mulai menampilkan bakat terbaik yang dimiliki, hingga menuju ke peserta 8 semuanya memuaskan dan aku senang melihatnya. namun dari situ aku kecewa, kenapa dari sekian banyak anak yang hadir dan mendaftar tak satu pun kudapati temen-teman seangkatanku. namun baru saja beberapa saat, ninda, rikyat, dan imam fadholi muncul aku cukup senang dan terobati. walau sejatinya bukan mereka yang ku tunggu, Ya. Aku menunggu lina, tin, busro, hasyim dan budi. Karena mereka pernah bilang mereka minat, mereka ingin ikut, dan mereka juga mau mencoba datang ke acara audisiku.
Tapi kemana dan dimana mereka sekarang?????
Aku sedih. Hingga diujung acara mereka pun tak kunjung datang, ku lihat hp ku sesekali, barangkali saja mereka mengirimkanku pesan. Namun alhasil sama, keduanya tak kudapati, entah orang ataupun pesannya. Sama tak ada.
Di antara perasaanku yang campur sari ini, Bu Amel. Beliau memanggilku.
“mba, tolong nanti jam 10.00 WIB, acara audisi di hentikan dulu ya dan boleh dilanjut nanti jam 02.00 WIB. Soalnya nanti ada kunjungan dari pak Dirjen” pintanya sesaat sebelum kami mengakhiri acara audisi.
Aku menggangguk lemas dan tak berkomentar apapun, ku berlalu dari hadapannya dengan membawa kekecewaan untuk kesekian kalinya. Ya, aku kecewa lagi. Lagi dan lagi untuk hari ini aku dikecewakan. Entah aku harus marah kepada siapa, keadaankah???
“oh tuhannn……!!!” jeritku dalam hati.

Cerpen Dloen- Yola, Gadisku. Tapi….

“ satu kata buat kamu, PUAS!”
Kau tau, apa yang membuatnya marah saat ini kepadaku? Mungkin kau tak percaya jika ku katakan hal ini kepadamu. Bayangkan saja aku yang tadi pagi sakit perut, sempat diare sampai terbujur kaku diatas tempat tidur dan merelakan presentasi waktuku begitu saja, malah disemprot habis-habisan, dinasehatin seperti habis mencuri ayam tetangga, hanya karena aku makan nasi bungkus miliknya, ya nasi bungkus pakai ayam yang bersantan. Aneh, kan? Hu! Continue Reading →

Cerpen Dloen- Dompet yang Hilang dan Anak yang Malang

“Bang, beli minumnya dong!”
“apa?”
alun menunjuk minuman yang dimaksud. Lalu, dia merogoh tasnya, tetapi tiba-tiba wajahnya mendadak pucat. Dompetnya hilang. Pedagang asongan yang lama menunggu, akhirnya kesal juga. Dia ambil kembali minumannya sambil mengomel.
“Kalau nggak punya uang, jangan belagu! Tampang aja kayak orang kaya!”
Kalau saja tidak malu, ingin sekali alun menjitak tukang dagang itu. Namun, dia lebih mengkhawatirkan dompetnya yang berisi surat kendaran, seperti SIM, KTP, kartu pelajar, dan surat-surat penting lainnya. Cepat-cepat, dia menuju parkir motor. Mungkin, terjatuh dan masih ada di dekat motor, dia berharap-harap cemas.
Alun bolak-balik memeriksa tasnya, barangkali dompet itu kesingklep. Namun, tetap dompet itu tetap tidak ditemukan. Sambil duduk di atas motor dan menerawang ke arah hilir mudik orang, alun merenungi nasibnya yang sial.
Alun berfikir, apakah ini adalah teguran dari Tuhan-Nya karena ia melalaikan sesemanya, dan enggan untuk menolong. Alun menyesal, telah membentak anak kecil beberapa menit yang lalu, alun menyesal karena kasar dan merasa paling punya. Sekali lagi alun menyesal.
Alun mengambil sapu tangan dari dalam tasnya, alun yakin beberapa saat lagi air matanya akan tumpah membanjiri wajahnya yang pucat, alun merasa bodoh sekarang setelah beberapa orang melihatnya heran sambil memincingkan mata. Alun tak tau akan berkata apa nanti ketika adiknya sampai diterminal dan memintanya untuk membelikannya sepatu baru.
Sebelum alun menerawang lebih jauh lagi tentang hilangnya dompet dalam tasnya, tiba-tiba saja anak kecil kurus dan dekil itu datang lagi dihadapannya. Ya, anak kecil penjual gorengan tadi. Anak kecil yang beberapa saat yang lalu dibentaknya.
“Kak,” panggil anak kecil itu seraya mengulurkan dompet warna unggu, ya itu memang dompet alun, dompet alun yang hilang.
Saking senang dompetnya kembali, alunsampai lupa untuk mengucapkan terimakasih, alun pun sampai tidak melihat kapan anak itu pergi dari hadapannya. Diperiksanya dompet itu, ternyata uang dan isinya masih utuh. Seketika, muncul perasaan menyesal. Dia sedih karena kalau bukan karena kejujuran anak itu, belum tentu dompetnya bisa kembali.
“ kak, dipanggil-panggil kok diam aja, ngelamunin apa sih?” tanya sosok kecil itu tiba-tiba saja mengejutkan.
“ ibnu, kapan sampai” ucap alun balik tanya, melihat adik kesayangannya yang tiba-tiba saja berdiri tegak tepat disampingnya.
“ aduh, kakak. Makanya jangan ngelamun terus dong, apalagi diterminal kayak gini” ucap ibnu sambil menggoda.
“ iya dek, tadi soale dompet kakak sempet hilang” ucap alun akhirnya, jujur.
“ apa? Hilang? Kok bisa?”
“ iya, tapi sekarang sudah ketemu”
“ ada yang hilang kak? Gimana sih ceritanya?” tanya ibnu penasaran
“ nanti aja ya sayang ceritanya, low sudah sampai rumah!”
“ aduh gak asyik nih kak alun. Tapi gak apa-apa. Asal sekarang belikan ibnu sepatu kalau tidak tas ya kak….WAJIB loh ya?” pintanya sambil memeluk alun erat.
“ ok, yuk” ajak alun akhirnya menutup perbincangan keduanya diterminal cirebon, dan berlalu melaju motornya kencang menuju pasar grosir cirebon dikota.
Alun memakir motornya hati-hati, dan ia sempatkan lagi mengecek keberadaan dompetnya ditas sebelum akhirnya menuju kesalah satu ruko tas dan sepatu disekitar itu, aman. Alun tenang melangkah sambil mengiyakan adiknya ketika tiba-tiba saja sudah meraih satu tas ransel EXSPORT.
“ berapa bang harganya” tanya alun pada pedagang itu.
“ 220 ribu saja mba”
“ boleh di tawar?”
“ ah, mba ini, itu harga murah mba, untuk barang sebagus ini” ucap abang penjual itu.
Sebelum akhirnya mengiyakan tawaran abang penjual tas alun melirik beberapa tas yang lain. Alun jadi teringan anak kecil yang menyelamatkan nya tadi, anak kecil yang baik hati dan jujur, yang telah mengemalikan dompetnya barusan. Ya, alun akhirnya mantap untuk membelikannya tas yang sama seperti ibnu, adiknya.
“ gimana mba? Jadi tidak?” tanya abang itu, mengagetkan alun.
“ iya bang jadi, aku ambil dua ya barangnya, tapi 400 ribu saja, gimana?” pinta alun
“ ok, saya bungkuskan mba” ucap abang itu mengiyakan.
Alun menatap wajah adiknya yang menatap heran kearahnya.
“ ibnu heran ya, kakak beli tasnya dua”
ibnu hanya mengangguk.
“ mau kakak kasihkan sama anak yang tadi sudah mengembalikan dompet kakak”
“ owgh” ucap ibnu akhirnya mengerti.
Setelah beberapa saat kemudian, setelah alun akhirnya menerima barang yang dibelinya, dan membayarnya, alun bergegas berniat balik kemotornya dan putar alur balik terminal. Tapi tiba-tiba saja….
“ kak, sepatunya kan belum beli” ucap ibnu mengingatkan alun, kalau saat ini dia sedanga bersama adiknya.
“ hmmm, gimana low lain kali aja ya sayang, sekarang kita keterminal lagi dulu ya” rayu alun akhirnya.
Ibnu mengangguk pelan, dan alun tau yang sebenarnya terjadi. Alun mengerti dengan melihat wajah adiknya yang layu itu, alun tau kalau adiknya saat ini tentu kecewa berat terhadap keputusannya. Tapi, alun juga tidak bisa menunggu lama lagi untuk secepatnya mengucapkan terimakasih pada anak itu.
Alun melaju motornya lebih kecang lagi, tidak seperti biasanya. Alun tak menghiraukan teriakan ketakutan adiknya, alun hanya berfikir agar secepatnya sampai. Dan sampai pada akhirnya alun tak bisa mengelak lagi ketika tiba-tiba saja ada kendaraan bermotor yang menyebrang, alun banting setir dan tak terjatuh…..
alun merasakan kakinya yang nyeri, aun melihat beberapa goresan pada bagian itu. Tapi sesaat alun lupakan karena melihat adiknya yang menangis kencang, alun memeluknya. Dengan perasaan menyesal dan bersalah.
Setelah motor alun berhasil diberdirikan, dengan beberapa orang yang sempat menolongnya tadi. Akhirnya alun paksakan untuk melanjutkan perjalanannya lagi, ya masih sama untuk menemui anak itu.
“ jangan kenceng-kenceng lagi ya kak” pinta ibnu memelas kearah alun, sebelum motor alun hidupkan.
“ iya sayang, maapkan kakak ya”
………………………….
setelah sampai diterminal, alun bergegas mencari anak kecil itu, tapi wajah si anak seperti ketakutan.
“Terima kasih ya, kamu sudah mengembalikan dompetku. Ini buat kamu”.
Anak kecil itu tampak canggung.
Kasihan, pasti dia merasa ketakutan, gumam alun dalam hati.
“Saya udah nggak sekolah lagi, Kak.”
alun mengernyitkan alis.
“Lho, kenapa?”
“Saya enggak punya siapa-siapa. Ibu sudah meninggal, sedangkan Bapak sejak lama meninggalkan saya. Sampai sekarang, saya belum sekolah.”
alun terdiam. Hatinya merasa iba. Anak itu tak seberuntung alun dan adiknya. Tanpa banyak bertanya lagi alun pamit pulang, dalam hatinya hanya berkata “ anak yang malang”.

Fotografi Tingkat Dasar Bersama Dloen

Sejarah Kamera
Kamera berawal dari sebuah alat serupa yang dikenal dengan Kamera Obscura yang merupakan kotak kamera yang belum dilengkapi dengan film untuk menangkap gambar atau bayangan. Pada abad ke 16 Girolamo Cardano melengkapi kamera obscura dengan lensa pada bagian depan kamera obscura tersebut. Meski demikian, bayangan yang dihasilkan ternyata tidak tahan lama, sehingga penemuan Girolamo belum dianggap sebagai dunia fotografi. Pada tahun 1727 Johann Scultze dalam penelitiannya menemukan bahwa garam perak sangat peka terhada cahaya namun beliau belum menemukan konsep bagaimana langkah untuk meneruskan gagasannya.
Pada tahun 1826, Joseph Nicepore Niepce mempublikasikan gambar dari bayangan yang dihasilkan kameranya, yang berupa gambaran kabur atap-atap rumah pada sebuah lempengan campuran timah yang dipekakan yang kemudian dikenal sebagai foto pertama. Kemudian, pada tahun 1839, Louis Daguerre mempublikasikan temuannya berupa gambar yang dihasilkan dari bayangan sebuah jalan di Paris pada sebuah pelat tembaga berlapis perak. Daguerre yang mengadakan kongsi pada tahun 1829 dengan Niepce meneruskan program pengembangan kamera, meski Niepce meninggal dunia pada 1833, mengembangkan kamera yang dikenal sebagai kamera daguerreotype yang dianggap praktis dalam dunia fotografi, dimana sebagai imbalan atas temuannya, Pemerintah Perancis memberikan hadiah uang pensiun seumur hidup kepada Daguerre dan keluarga Niepce. Kamera daguerreotype kemudian berkembang menjadi kamera yang dikembangkan sekarang.
Komponen kamera
Sebuah kamera minimal terdiri atas:
Kotak yang kedap cahaya (badan kamera)
Sistem lensa
Pemantik potret (shutter)
Pemutar film
Sistem lensa
Sistem lensa dipasang pada lubang depan kotak, berupa sebuah lensa tunggal yang terbuat dari plastik atau kaca, atau sejumlah lensa yang tersusun dalam suatu silinder logam. Tingkat penghalangan cahaya dinyatakan dengan angka f, atau bukaan relatifnya. Makin rendah angka f ini, makin besar bukaannya atau makin kecil tingkat penghalangannya. Bukaan ini diatur oleh jendela diafragma. Bukaan relatif diatur oleh suatu diafragma. Untuk kamera SLR, lensa dilengkapi dengan pengatur bukaan diafragma yang mengatur banyaknya cahaya yang masuk sesuai keinginan fotografer. Jenis lensa cepat ataupun lensa lambat ditentukan oleh rentang nilai F yang dapat digunakan. Disamping lensa biasa, dikenal juga lensa sudut lebar (wide lens), lensa sudut kecil (tele lens), dan lensa variabel (variable lens, atau oleh kalangan awam disebut dengan istilah lensa zoom. Lensa sudut lebar mempunyai jarak fokus yang lebih kecil daripada lensa biasa. Namun sebutan itu bergantung pada lebarnya film yang digunakan. Untuk film 35 milimeter, lensa 35 milimeter akan disebut lensa sudut lebar, sedangkan lensa 135 milimeter akan disebut lensa telefoto. Lensa variabel dapat diubah-ubah jarak fokusnya, dengan mengubah kedudukan relatif unsur-unsur lensa tersebut. Lensa akan memfokuskan cahaya sehingga dihasilkan bayangan sesuai ukuran film. Lensa dikelompokkan sesuai panjang focal length (jarak antara kedua lensa). Focal lenght memengaruhi besar komposisi gambar yang mampu dihasilkan. Dalam masyarakat umum, lebih dikenal dengan istilah zoom.
Pemantik Potret
Tombol pemantik potret atau shutter dipasang di belakang lensa atau di antara lensa. Kebanyakan kamera SLR mempunyai mekanisme pengatur waktu untuk memungkinkan mengubah-ubah lama bukaan shutter. Waktu ini ialah singkatnya pemetik potret itu membuka, sehingga memungkinkan berkas cahaya mengenai film.
Beberapa masyarakat awam menganggap kemampuan kamera sebanding dengan besarnya nilai maksimum shutter speed yang bisa digunakan.

Bagian lain
Bagian lain sebuah kamera, antara lain:
Mekanisme memutar film gulungan agar bagian-bagian film itu bergantian dapat disingkapkan pada objek
Mekanisme fokus yang dapat mengubah-ubah jarak antara lensa dan film,
Pemindai komposisi pemotretan (range finder) yang menunjukkan apa saja yang akan terpotret serta apakah objek utama akan terfokuskan
lightmeter untuk membantu menetapkan kecepatan pemetik potret dan atau besarnya bukaan, agar banyaknya cahaya yang mengenai film cukup tepat sehingga diperoleh bayangan atau gambar yang memuaskan.
Beberapa kamera, terutama jenis kamera poket biasanya tidak memiliki salah satu dari bagian-bagian tersebut.
Jenis kamera berdasarkan mekanisme kerja

Kamera single lens reflect
Kamera instan
Pembagian kamera berdasarkan teknologi viewfinder
Kamera saku
Kamera TLR
Kamera SLR (Single Lens Reflect)

Jenis kamera berdasarkan media penangkap cahaya
Kamera film menggunakan pita seluloid (atau sejenisnya, sesuai perkembangan teknologi). Butiran silver halida yang menempel pada pita ini sangat sensitif terhadap cahaya. Saat proses cuci film, silver halida yang telah terekspos cahaya dengan ukuran yang tepat akan menghitam, sedangkan yang kurang atau sama sekali tidak terekspos akan tanggal dan larut bersama cairan pengembang (developer).
Kamera film
Jenis kamera film yang digunakan adalah dari jenis 35 milimeter, yang menjadi populer karena keserbagunaan dan kecepatannya saat memotret, karena kamera ini berukuran kecil, kompak dan tidak mencolok. Lensa kadang dapat dipertukarkan, dan kamera itu dapat memuat gulungan film untuk 36 singkapan, bahkan kadang lebih.
Jenis film
Pembagian film berdasarkan ukuran:
Small format (35mm)
Medium format (100-120mm)
Large format
Angka di atas berarti ukuran diagonal film yang digunakan. Setiap jenis ukuran film haru menggunakan kamera yang berbeda pula.
Pembagian film berdasarkan jenis bahan dan kesensitifannya:
Film hitam putih
Film warna
Film positif
Film negatif
Film daylight
Film tungsten
Film infra merah (sensitif terhadap panas yang dipantulkan permukaan objek)
Kamera polaroid
Kamera jenis ini memakai lembaran polaroid yang langsung memberikan gambar positif sehingga pemotret tidak perlu melakukan proses cuci cetak film.
Kamera digital
Kamera jenis ini merupakan kamera yang dapat bekerja tanpa menggunakan film. Si pemotret dapat dengan mudah menangkap suatu objek tanpa harus susah-susah membidiknya melalui jendela pandang karena kamera digital sebagian besar memang tidak memilikinya. Sebagai gantinya, kamera digital menggunakan sebuah layar LCD yang terpasang di belakang kamera. Lebar layar LCD pada setiap kamera digital berbeda-beda.
Sebagai media penyimpanan, kamera digital menggunakan internal memory ataupun external memory yang menggunakan memory card.

BLOGGING Versi Dloen…

APA SIH BLOG ITU??
Sebuah kata populer untuk menyebut sebuah website yang berisi tulisan, gambar, vidio bahkan berisi komentar orang lain. Istilah Blog diperkenalkan oleh John Barger pada tahun 1997, berasal dari kata Web dan Log. Web adalah Website dan Log adalah catatan kronologis. Istilah blog dipakainya untuk menyebut nama kelompok website pribadi yang selalu diupdate secara rutin disertai dengan komentar-komentar oleh orang lain dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik.
ALASAN MEMBUAT BLOG

Suka menulis
Dokumentasikan perjalanan hidup
Sampaikan ide pemikiran
Mempengaruhi masyarakat
Media protes/ kritik tapi tidak mungkin termuat dimedia public
Mengisi waktu
Ikutan tren
Cari kenalan/teman baru
Cari peluang bisnis
Biar ngetop dan terkenal
Biar berguna dimasyarakat
Menyalurkan hobi narsisme
Hampa hidup tanpa ngeblog
Dll

MANFAAT NGE-BLOG

Potensi menjadi terkenal
Potensi mendapat duit dari blog
Menjadi pintar menulis(bisa karena terbiasa)
Wawasan luas
Lebih peka terhadap kondisi sosial
Punya teman baru dari berbagai penjuru dunia
Membangun komunitas
Membangun brend/merek pribadi
Memberi manfaat bagi orang lain/masyarakat
Ide/ produk akan dikenal luas oleh masyakat melalui internet
Kepuasan pribadi
Jadikan hidup lebih bermakna
Dll