Contoh Cerita Anak Edisi Dloen

Masa kecil nino berkecukupan, anak orang kaya. Ia anak seorang bupati dikotanya, nama bapaknya solu sumardi, hidupnya amat enak, dia besar di sekitar perumahan. Ia tidak pernah tahu bagaimana hidup yang prihatin seperti orang dibawahnya.
Bapaknya seorang tokoh masyarakat yang disegani, tak banyak waktu untuk nino bisa bersamanya. Ia sering ditinggal bapaknya untuk urusan kerja diluar kota, Ia tak pernah tahu bagaimana rasanya dikecup keningnya, setiap harinya nino hanya bersama mbok iyem, pembantu keluarga nino sejak ia usia bayi, karena semenjak nino berusia 2 bulan ibu nino meninggal karena jatuh dari tangga.
Sewaktu ketika solu sumardi, bapak nino dirumah. Nino menyempatkan diri untuk menghampiri bapakanya, ia dekati seseorang yang sedang membaca koran itu perlahan dan duduk tepat disampingnya, digenggamnya tangan itu dengan hangat.
“ ada apa kamu nino?, sudah makan? tanya pak solu pada anak tunggalnya itu.
Nino menjawab dengan senang pertanyaan bapaknya. “ belum pak jawab nino semangat, karena ini sesuatu moment yang langka, yang tak pernah ia dapati sebelumnya bisa sedekat ini. Nino berharap bapaknya akan mengajaknya makan bersama bahkan harapan tertinggi nino adalah bisa disuapin, paling tidak seumur hidup selama ia menjadi anak kecil.
“ya sudah sana panggil bi iyem, makan biar sehat! perintah bapaknya, nino sedih, hatinya terasa sakit. Ia pergi meninggalkan bapaknya sendiri, nino kembali kekamarnya.
Nino merenung, nino berfikir apakah yang sebenarnya ia bukanlah anak dari bapaknya sekarang? Kenapa? Apa yang salah? Nino merasa kesepian. Tiba-tiba saja terlintas dalam pikiran nino untuk pergi saja dari rumahnya yang saat ini ditempatinya selama beberapa tahun. Namun niatnya terhenti, ketika dilihatnya tumpukan coklat diatas mejanya, ia buka dan satu persatu dimakannya, keinginananya untuk memberikan coklat itu sebagai hadiah ulang tahun temannya tak ia lanjutkan, dan niatannya untuk pergi dari rumahpun ia ganti.
Ia berharap ketika selesai makan coklat itu ada reaksi pada gigi dan perutnya, ya nino ingin sakit. Nino ingin diperhatikan, nino ingin agar ayahnya peduli dan mau sebentar saja menyayanginya. Dalam kamar nino menangis
Kini nino terkapar. Mulutnya mengeluarkan darah, nino keracunan. Ini tidak ada dalam sekenario. Nino tak tau bila coklat yang dimakannya itu kadaluarsa, nino memandangi bungkusan coklat itu dengan hati meringis perih menahan sakit

Resensi Dloen dalam Buku: Manajemen Pers Dakwah (Kustandi Kusandang)

I. PENDAHULUAN
A. PENGERTIAN DAN DEFINISI MANAJEMEN PERS DAKWAH
Berdakwah bagi setiap muslim ditegaskan dalam surat Al-Imron ayat 110. Allah menyarankan agar berdakwah dilakukan secara berjamaah. Sedangkan dari kacamata komunikasi dakwah merupakan upaya komunikasi dalam upaya mempengaruhi individu ataupun komunal agar mereka dengan sadar meyakini kebenaran Islam, mau menganutnya dan memperdalam agama Islam. Mereka diharapkan mau meyakini bahwa agama Islam akan membawanya kejalan Allah yang lurus dan benar, yaitu jalan yang merupakan garis maknawi serta digoreskan oleh tuntunan wahyu tertinggi , sesuai dengan watak-watak manusia dan membawa mereka kepada kebenaran yang hakiki.
Dan karena itulah salah satu metode komunikasi yang bisa digunakan untuk berdakwah baik oleh lembaga kemasyarakatan yang khusus melakukan kegiatan jurnalistik maupun yang tujuan umumnya adalah berdakwah. Bahkan ada pula lembaga kemasyarakatan yang lainnya yang berupaya melakukan dakwah dengan menggunakan dakwahnya dengan jurnalistik. Dengan demikian ada empat jenis lembaga yang menggunakan jurnalistik dalam upaya mencapai tujuan dakwahnya.
B. PRINSIP MANAJEMEN PERS DAKWAH
1. Proses kerjanya mengarah pada pencapaian tujuan dakwah
2. Metode yang digunakan dalam upaya mencapai tujuan dakwah yang dimaksud adalah jurnalistik.
3. Pelaku tujuan dakwah harus berupa lembaga tertentu
4. Menggunakan manajemen yang Islami

C. GUNA DAN MANFAAT MANAJEMEN PERS DAKWAH
1. Penerapan dalam MPD akan menghasilkan pencapaian tujuan dakwah yang memuaskan.
2. Penggunaan metod jurnalistik akan menghasilkan pengaruh yang bersifat massal dan menarik perhatian masyarakatnya.
3. Tidak mustahil masyarakat madanipun akan terwujud
4. Bermamfaat bagi terwujudya umat manusia yang mencapai kebahagiaan dunia dan kahirat.

II. BENTUK-BENTUK PERS DAKWAH
1. Berupa pers yang melaksanakan Dakwah.
2. Lembaga dakwah yang khusus menggunakan metode jurnalistik dalam pencapaian tujuan dakwahnya.
3. Lembaga dakwah yang menggunakan jurnalistik
4. Lembaga kemasyarakatan lainnya yang menggunakan metode jurnalistik dalam melakukan dakwahnya

A. PERS YANG MELAKUKAN DAKWAH
Bentuk organisasi yang terlibat dalam manajemen pers Dakwah, yaitu
1. Bentuk Presiden dan Penerbit
2. Bentuk Direktur Utama
3. Bentuk Milik Penyelenggara
4. Bentuk Pemilik dan Pengawasan Karyawan

B. LEMBAGA DAKWAH YANG MELAKUKAN KERJA JURNALISTIK
Lembaga kemasyarakatan yang berkiprah di bidang dakwah islamiyah dalam hal mencapai tujuan dahwahnya mengunakan metode jurnalistik. Lembaga dimaksud ada dua macam, yaitu yang khusus menggunakn metode jurnalistik dan yang menggunakan metode jurnalistik disamping moetode komunikasi lain dalam mencapai tujuan dakwahnya.
1. Lembaga dakwah yang khusus mengunakan jurnalistik.
2. Lembaga dakwah yang menggunakan metode jurnalistik disamping moetode lain.

C. LEMBAGA KEMASYARAKATAN LAINYA
Organisasi masyarakat atau sosial lainya yang dia antara visi dan misinya terdapat tujuan dakwah disamping tujuan utama organisasinya. Misalnya lembaga pendidikan, selain memiliki visi dan utamanya yaitu mendidik atau mencerdaskan bangsa, juga menetapkan tujuan dakwah guna melengkapi upaya pencapaian tujuan pendidikanya itu. Biasanya pencapaian tujuan dakwahnya itu dilaksanakan oleh bagian terrtentu dari organisasi terseut.

D. BENTUK USAHA MANAJEMEN DAKWAH PERS DAKWAH
Bentuk usaha yang bisa digunakan oleh setiap lembaga pers dakwah banyak macamnya dan dapat dipilih sesuai dengan usaha dakwahnya, hal tersebut penting ditetapkan karena dalam pencapaian tujuan dakwahnya lembaga dimaksud memerlukan dana dan daya yang tidak sedikit. Adapun bentuk usaha yang dapat dipilih :
1. Usah perorangan
2. Usaha koprasi
3. Usaha yayasan
4. Usaha firma
5. Usaha CV
6. Usaha NV atau PT

III. PERENCANAAN MANAJEMEN PERS DAKWAH
Sebagai wadah sarana manajemen yang diperlukan organisasi merupakan tempat dimana tersedia sumbersdana manusia dan sumber dana lainya yang oleh sukarno disebut 6M, yaitu : Men, Money, Materials, Machines, Methods dan Market.
Sesangkan perencanaan menurut jangkauan waktu itu ada 3 yaitu jangka panjang jangka pendek dan jangka menengah dan perencanaan berdasarkan fakta dan data diarahkan 5W +1H, yaitu apa,mengapa ,siapa, dimana, apa,dan bagaimana.
Adapun tahapan yang harus dijalani perencanaan meliputi :
A. PENYELIDIDKAN PENDAHULUAN
adalah suatu upaya penjajakan untuk meramalkan keadaan masa yang akan datang fakta dan data melalui beberapa tindakan yang bisa dilakukan.

B. PENYUSUNAN RENCANA
Pembuatan rencana disini dimaksutkan denagn penyususna naskah rencana MPD yang akan dilakukan pers dakwah yang telah ditetapkan pada penyelidikan pendahuluan tadi.
Menyusun rencana dalam arti menetukan rencan merupakan proses meilih dan menghubung-hubungkan data dan merumuskan tindakan yang dianggap perlu guna mencapai tujuan yang di innginkan

IV. PENGORGANISASIAN PERS DAKWAH
A. PENGADAAN SDM DAN FASILITASNYA
Pengadaan SDM guna kepentingan manajemen pers dakwah merupakan pencarian dan pengumpulan tenaga kerja yang berpredikat dai dan berkemampuan kerja dalam bidang jurnalistik. Karenanya kegiatan yang dimaksud mencangkup upaya: penarikan pelamar, penetapan kebutuhan pegawai, dan penyaringan calon pegawai.

B. PENYARINGAN TENAGA KERJA
Guna mencari pegawai yang tepat jumlah dan klarifikasi dalam posisi yang disediakan lembaga maka pada pelawar itu perlu harus di lalukan penyaringan dengan mengadakan beberapa hal, yaitu:
1. Pengetahuan
2. Keterampilan
3. Kesehatan
4. Dan akhlaknya
Tes dilakukan baik secara tertulis maupun wawancara psikologis, dan dari keterangan dosen khusus yang kesehatan.

C. PELATIHAN DAN PEMBAGIAN TUGAS
D. KONFENSASI PEKERJAAN
E. DESAIN PEKERJAAN
F. DESAIN ORGANISASI

V. PENGGERAKAN PERS DAKWAH
Fungsi ketiga dari manajemen pada umumnya adalah penggerakan. Maksudnya menggerakan semua sarana manajemen dari fungsi-fungsi manajemennya bisa terlaksana dalam upaya pencapaian tujuan yang telah ditentukannya.
Untuk tujuan manajemen pers dakwah perlu adanya pembinaan-pembinaan, diantaranya:
A. PEMBINAAN SUMBER DAYA MANUSIA
B. KEPEMIMPINAN
C. PENGELOLAAN FASILITAS SDM
D. MEMASARKAN PRODUK
E. PERSUASI HUMAN RESOLUTION

VI. JURNALISTIK UNTUK TUJUAN DAKWAH
A. PENGERTIAN JURNALISTIK
Dari segi estimologi kata jurnalistik dapat dipahami sebagai karya seni dalam hal membuat catatan tentang peristiwa yang terjadi hari itu, karya mana memiliki keindahan yang dapat menarik perhatian khalayaknya sehingga dapat dinikmati dan dimanfaatkan untuk keperluan hidupnya.

B. TUJUAN UMUM
Sebagai kontrol sosial terhadap segala penyimpangan yang timbul didalam masyarakat dengan tujuan mengubahnya kearah perbaikan.

C. TUJUAN KHUSUS
Menyampaikan informasi yang islami dan dengan cara islami pula, demi terjadinya prubahan sikap, sipar, pendapat dan prilaku khalayak kearah masyarakat islam yang madani.

D. BENTUK DAN JENIS PRODUK
Empat bentuk sajian produk, yaitu:
1. Berita
2. Komentar
3. Iklan
4. Publisitas

E. KONSTRUKSI PRODUK JURNALISTIK
Konstruksi dari bangunan jurnalistik sebenarnya sama, yaitu terdiri dari 3 bagian headline, lead dan body.

F. PENYAJIAN PRODUK JURNALISTIK
Bentuk produk jurnalistik disajikan memalui media, baik media persona maupun media massa. Khusus untuk tujuan komunikasi massa seperti dakwah bagi masyarakat luas, mka produk jurnalistiknya disampaikan memalui media cetak atau media elektronik.

VII. PENGAWASAN DALAM MANAJEMEN PERS DAKWAH
A. STANDARNISASI
Standar yang bisa digunakan untuk semua hasil kerja para pelaksana itu tiada lain adalah suatu ukuran yang terdiri atas jumlah identitas dan berfungsi sebagai persyaratan adanya:
1. Keseragaman, baik model, tipe, bentuk, maupun ciri-ciri nya
2. Jaminan mutu akan produk yang dihasilkan terlalu terbaik
3. Hasil usaha orang-orang dan mesin yang ditetapkan sesuai dengan keperluan produksinya.

B. METODE PENGAWASAN
Unsur tertentu yang menjadi ukuran bagi suatu pengawasan manajemen yang tepat guna, yaitu:
1. Tujuan manajemen yang ingin dicapai
2. Prosedur pencapaian tujusn ysng terkait dengan rencana dan organisasi
3. Penilaian terhadap cara dan hasil kerja yang yang terlaksana

PANDANGAN UMAT ISLAM TERHADAP FILSAFAT ISLAM

I. PENDAHULUAN
Definisi filsafat islam terdiri dari dua kata yaitu filsafat dan Islam. Dalam khasanah ilmu filsafat diartikan sebagai berfikir yang bebas, radikal dan berada dalam dataran makna. Sedangkan kata Islam secara semantik berasal dari kata akar kata salima artinya menyerahkan diri kepada Allah. Dan dengan menyerahkan diri kepada-Nya maka ia memperoleh keselamatan dan kedamaian.
Jadi filsafat Islam, Islamic Philosophy, pada hakikatnya filsafat yang bercorak Islami. Islam menempati posisi sebagai sifat, corak dan karakter dari filsafat. Filsafat Islam bukan filsafat tentang Islam bukan The Philosophy of Islam. Filsafat Islam artinya berfikir yang bebas, radikal dan berada pada taraf makna, yang mempunya sifat, corak dan karakter yang menyelamatkan dan memberikan kedamaian hati.
Sementara itu juga, filsafat Islam berada dengan menyatakan keberpihakannya dan tidak netral. Keberpihakannya adalah kepada keselamatan dan kedamaian.
Bagi Oliver Leaman,filsafat Islam adalah nama generik keseluruhan pemikiran yang lahir dan berkembang dalam lingkup peradaban Islam, terlepas apakah mereka yang punya andil berbangsa Arab ataupun non-Arab, Muslim ataupun non-Muslim, hidup di Timur Tengah ataupun bukan,berbahasa Arab, Parsi, Ibrani, Turki, ataupun Melayu sebagai mediumnya, sejak zaman dulu sampai sekarang ini. Leaman mencermati adanya cara pandang Islami yang membingkai itu semua (framed within the language of Islam, within the cultural context of Islamic society). Artinya, filsafat Islam itu luas dan kaya.
Masih menurut Oliver Leaman, filsafat Islam itu sangat filosofis dalam arti logis- analitis,terus hidup dan penuh gejolak, tidak sekadar melanjutkan tradisi sebelumnya, akan tetapi juga memperlihatkan terobosan-terobosan kreatif dalam menjawab persoalan-persoalan klasik maupun modern.
Dengan demikian, tentu banyak sekali kontrofersi mengenai filsafat itu sendiri dikalangan umat Islam. Dan hal itulah yang mendasari pemakalah akan mencoba mengulas bagaiman sebenarnya pandangan umat Islam sendiri terhadap filsafat Islam.

II. PERMASALAHAN
A. PANDANGAN UMAT ISLAM TERHADAP FILSAFAT ISLAM?

III. PEMBAHASAN
A. PANDANGAN DAN SIKAP UMAT ISLAM TERHADAP FILSAFAT ISLAM
Menurut Mustofa Abdul Razik, filsafat Islam adalah filsafat yang tumbuh di negeri Islam dan di bawah kekuasaan negara Islam.
Sedangkan menurut Ibrahim Madkur, Filsafat Islam adalah pemikiran yang lahir dalam dunia Islam untuk menjawab tantangan zaman, yang meliputi Allah dan alam semesta, wahyu dan akal, agama dan filsafat.
Sedangkan menurut beberapa filosuf, Filsafat Islam adalah sebagai berikut :
1. Filsafat Islam adalah filsafat yang diajarkan oleh orang Islam.
2. Filsafat Islam adalah suatu ilmu yang dicelup ajaran Islam dalam membahas hakikat kebenaran sesuatu.
3. Filsafat Islam adalah suatu hasil pemikiran para filsuf tentang ketuhanan, kenabian, manusia, dan alam yang disinari ajaran ajaran islam dalam suatu aturan pemikiran yang logis dan sistematis.
4. Filsafat islam adalah filsafat orang Arab.
Filsafat Islam adalah sebuah keniscayaan dan termasuk tradisi intelektual Islam. Jika ditelusuri dan diteliti, para ulama telah lama mengembangkan tradisi filsafat islam antara abad ke-5 sampai abad ke-12 H. Berkat jasa para ulama ini, filsafat Islam berkembang pesat dan hingga kini jejaknya masih ada di Iran, India, Asia Tengah, dan Mesir.
Salah seorang ulama yang menggawangi filsafat Islam agar tidak kemasukan ajaran-ajaran sesat adalah Imam Al-Ghazali. Di abad ke-5 Hijriyah, Imam al-Ghazali melepaskan pukulan keras terhadap doktrin-doktrin filsuf dalam karyanya, Tahafut Al-Falasifah, dimana beliau menganggap kufur ajaran para filsuf dalam mengenai tiga hal; pertama, keyakinan mereka bahwa alam ini kekal; kedua, pernyataan mereka bahwa Tuhan tidak mengetahui perkara-perkara detail; dan ketiga, pengingkaran mereka terhadap kebangkitan jasad di hari kiamat.[2]
Namun, meskipun pertanyaan ketiga mampu dijawab oleh para filsuf Islam, menurut Dr.Syamsuddin Arif. Dosen International Islamic University Malaysia (IIUM) ini ada banyak tantangan bagi perkembangan filsafat Islam, yang berasal dari internal maupun eksternal. Tantangan internal filsafat Islam antara lain gambaran keliru bahwa belajar filsafat itu sulit dan rumit, kesan umum bahwa belajar filsafat itu sia-sia karena tidak mendatangkan manfaat konkrit atau imbalan materi. Sedangkan secara eksternal antara lain intervensi dari paradigm orientalis yang menggunakan pendekatan historis-filologis belaka serta adanya stereotip bahwa berbicara filsafat berarti hanya berbicara pemikiran Al-Kindi hingga Ibnu Rusyd saja
Menurut al-Ghazali, filsafat itu ada sesatnya namun ada pula benarnya. Selama tidak bertentangan dengan akidah, maka fisika, logika, matematika, geometri yang merupakan bagian dari ilmu filsafat, bisa diterima. Tapi, jika bertentangan dengan akidah, seperti metafisika, dan unsur-unsur dalam fisika maupun psikologi (saat itu psikologi bagian dari ilmu filsafat), maka bagian dari filsafat tersebut harus ditolak. Al-Ghazali telah meletakkan filsafat pada tempatnya.
Sedangkan Menurut Mustofa Abdul Rozik, Filsafat Islam adalah filsafat yang tumbuh di negeri Islam dan dibawah naungan negara Islam, tanpa memandang agama dan bahasa-bahasa pemiliknya. Pengertian ini diperkuat oleh Prof. Tara Chand, bahwa orang-orang nasrani dan yahudi yang telah menulis kitab-kitab filsafat yang bersifat kritis atau terpengaruh oleh islam sebaiknya dimasukkan ke dalam filsafat Islam.
Filsafat islam adalah perkembangan pemikiran umat Islam dalam masalah ketuhanan, kenabian, manusia, dan alam semesta yang disinari ajaran Islam. Adapun devinisinya secara khusus seperti apa yang dituliskan oleh penulis Islam sebagai berikut.
1. Ibrahim Madkur, filsafat islam adalah pemikiran yang lahir dalam dunia Islam untuk menjawab tantangan zaman, yang meliputi Allah dan alam semesta, wahyu dan akal, agama dan filsafat.
2. Ahmad Fuad Al-Ahwany, filsafat Islam adalah pembahasan tentang alam dan manusia yang disinari ajaran Islam.
3. Muhammad Atif Al-ËIraqy, filsafat Islam secara umum di dalamnya tercakup ilmu kalam, ilmu ushul fiqh, ilmu tasawuf, dan ilmu pengetahuan lainnya yang diciptakan oleh intelektual Islam. Pengertiannya secara khusus adalah pokok-pokok atau dasar-dasar pemikiran filosofis yang dikemukakan para filosof muslim.
Jelaslah bahwa filsafat Islam merupakan hasil pemikiran umat islam secara keseluruhan. Pemikiran umat Islam ini merupakan buah dari dorongan ajaran Al-Quran dan Hadis.

IV. KESIMPULAN
Menurut Mustofa Abdul Razik, filsafat Islam adalah filsafat yang tumbuh di negeri Islam dan di bawah kekuasaan negara Islam.
Sedangkan menurut Ibrahim Madkur, Filsafat Islam adalah pemikiran yang lahir dalam dunia Islam untuk menjawab tantangan zaman, yang meliputi Allah dan alam semesta, wahyu dan akal, agama dan filsafat.
Sedangkan menurut beberapa filosuf, Filsafat Islam adalah sebagai berikut :
1. Filsafat Islam adalah filsafat yang diajarkan oleh orang Islam.
2. Filsafat Islam adalah suatu ilmu yang dicelup ajaran Islam dalam membahas hakikat kebenaran sesuatu.
3. Filsafat Islam adalah suatu hasil pemikiran para filsuf tentang ketuhanan, kenabian, manusia, dan alam yang disinari ajaran ajaran islam dalam suatu aturan pemikiran yang logis dan sistematis.
4. Filsafat islam adalah filsafat orang Arab.
Filsafat Islam adalah sebuah keniscayaan dan termasuk tradisi intelektual Islam. Jika ditelusuri dan diteliti, para ulama telah lama mengembangkan tradisi filsafat islam antara abad ke-5 sampai abad ke-12 H. Berkat jasa para ulama ini, filsafat Islam berkembang pesat dan hingga kini jejaknya masih ada di Iran, India, Asia Tengah, dan Mesir.

V. PENUTUP
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman dapat memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umu

DAFTAR PUSTAKA

Prof. Dr. H. Sirajuddin Zar, M.A, Filsafat Islam : Filosof & Filsafatnya, (Jakarta :Raja Grafindo Persada, 2007), Hlm. 16
AsySarie, Musa. Filsafat Islam: sunnah Nabi dalam Berfikir. Lesfi. Jogjakarta
Syamsuddin Arif, http://www. insistnet.com
http://insistnet.com

Jenis dan Pembagian Kamera

A. Jenis kamera berdasarkan media penangkap cahaya
Kamera film menggunakan pita seluloid (atau sejenisnya, sesuai perkembangan teknologi). Butiran silver halida yang menempel pada pita ini sangat sensitif terhadap cahaya. Saat proses cuci film, silver halida yang telah terekspos cahaya dengan ukuran yang tepat akan menghitam, sedangkan yang kurang atau sama sekali tidak terekspos akan tanggal dan larut bersama cairan pengembang (developer).
1. Kamera film
Jenis kamera film yang digunakan adalah dari jenis 35 milimeter, yang menjadi populer karena keserbagunaan dan kecepatannya saat memotret, karena kamera ini berukuran kecil, kompak dan tidak mencolok. Lensa kadang dapat dipertukarkan, dan kamera itu dapat memuat gulungan film untuk 36 singkapan, bahkan kadang lebih.
2. Kamera polaroid
Kamera jenis ini memakai lembaran polaroid yang langsung memberikan gambar positif sehingga pemotret tidak perlu melakukan proses cuci cetak film.
3. Kamera digital
Kamera jenis ini merupakan kamera yang dapat bekerja tanpa menggunakan film. Si pemotret dapat dengan mudah menangkap suatu objek tanpa harus susah-susah membidiknya melalui jendela pandang karena kamera digital sebagian besar memang tidak memilikinya. Sebagai gantinya, kamera digital menggunakan sebuah layar LCD yang terpasang di belakang kamera. Lebar layar LCD pada setiap kamera digital berbeda-beda.
Sebagai media penyimpanan, kamera digital menggunakan internal memory ataupun external memory yang menggunakan memory card.

B. Jenis kamera berdasarkan mekanisme kerja
1. Kamera single lens reflect
Kamera ini memiliki cermin datar dengan singkap 45 derajat di belakang lensa, sehingga apa yang terlihat oleh pemotret dalam jendela pandang adalah juga apa yang akan di tangkap pada film. Umumnya kamera ini digunakan setinggi pinggang ketika dipotretkan.
2. Kamera instan
Istilah instan adalah dimilikinya mekanisme automatik pada kamera, sehingga berdasar pengukur cahaya (lightmeter atau fotometer), lebar diafragma dan kecepatan pemetik potret secara otomatis telah diatur.

C. Pembagian kamera berdasarkan teknologi viewfinder
Viewfinder memainkan peranan penting dalam penyusunan komposisi fotografi. Fotografer ahli biasanya akan lebih memilih viewfinder dengan kualitas baik dan mampu memberikan gambaran tepat seperti apa yang akan tercetak.
1. Kamera saku
Jenis yang paling populer digunakan masyarakat umum. Lensa utama tak bisa diganti,umumnya otomatis atau memerlukan sedikit penyetelan. Cahaya yang melewati lensa langsung membakar medium. Kelemahan film ini adalah gambar yang ditangkap oleh mata akan berbeda dengan yang akan dihasilkan film, karena ada perbedaan sudut pandang jendela bidik (viewfinder) dengan lensa.
2. Kamera TLR
Kelemahan kamera poket diperbaiki oleh kamera TLR. Jendela bidik diberikan lensa yang identik dengan lensa di bawahnya. Namun tetap ada kesalahan paralaks yang ditimbulkan sebab sudut dan posisi kedua lensa tidak sama.
3. Kamera SLR (Single Lens Reflect)
Pada kamera SLR, cahaya yang masuk ke dalam kamera dibelokkan ke mata fotografer sehingga fotografer mendapatkan bayangan yang identik dengan yang akan terbentuk. Saat fotografer memencet tombol kecepatan rana, cahaya akan dibelokkan kembali ke medium (atau film). lensa kamera SLR dapat diganti ganti sesuai kehendak,sangat disukai para ahli foto, atau hobby, dudukan lensa pada body kamera berbeda benda tergantung merek kamera,mulai dari lensa wide(sudut lebar),tele(jarak jauh),dan lensa normal(standard 50 mm),tersedia pula lensa zoom dengan panjang lensa bervariasi.

Sejarah Jurnalistik dan Perkembangan Nya

I. PENDAHULUAN
Pers berarti media. Berasal dari bahasa Inggris press yaitu cetak. Apakah media itu berarti hanya media cetak? Tentunya tidak. Pada awal kemunculannya media memang terbatas hanya pada media cetak. Seiring percepatan tekhnologi dan informasi, ragam media ini kemudian meluas. Muncul media elektronik: Audio, audio visual (pandang-dengar) sampai internet. Jadi pers adalah sarana atau wadah untuk menyiarkan produk-produk jurnalistik.
Sedang jurnalistik merupakan suatu aktifitas dalam menghasilkan berita maupun opini. Mulai dari perencanaan, peliputan dan penulisan yang hasilnya disiarkan pada public atau khalayak pembaca melalui media/pers. Dengan kata lain jurnalistik merupakan proses aktif untuk melahirkan berita.
Hasil dari proses jurnalistik yang kemudian menjadi teks yang dimuat di media, berupa berita maupun opini.
Dengan demikian, kiranya pemakalah menganggap bahwasahnya penting untuk kita semua mengetahui sejarah jurnalistik itu sendiri.

II. PERMASALAHAN

A. Sejarah Jurnalistik Dunia
B. Sejarah Jurnalistik di Indonesia
C. Perkembangan Jurnalistik

III. PEMBAHASAN
A. Sejarah Jurnalistik Dunia
awal mulanya muncul jurnalistik dapat diketahui dari berbagai literatur tentang sejarah jurnalistik senantiasa merujuk pada “Acta Diurna pada zaman Romawi Kuno masa pemerintahan kaisar Julius Caesar (100-44 SM).
“Acta Diurna, yakni papan pengumuman (sejenis majalah dinding atau papan informasi sekarang), diyakini sebagai produk jurnalistik pertama; pers, media massa, atau surat kabar harian pertama di dunia. Julius Caesar pun disebut sebagai “Bapak Pers Dunia.
Sebenarnya, Caesar hanya meneruskan dan mengembangkan tradisi yang muncul pada permulaan berdirinya kerajaan Romawi. Saat itu, atas peritah Raja Imam Agung, segala kejadian penting dicatat pada “Annals, yakni papan tulis yang digantungkan di serambi rumah. Catatan pada papan tulis itu merupakan pemberitahuan bagi setiap orang yang lewat dan memerlukannya.
Saat berkuasa, Julius Caesar memerintahkan agar hasil sidang dan kegiatan para anggota senat setiap hari diumumkan pada “Acta Diurna. Demikian pula berita tentang kejadian sehari-hari, peraturan-peraturan penting, serta apa yang perlu disampaikan dan diketahui rakyatnya. Papan pengumuman itu ditempelkan atau dipasang di pusat kota yang disebut “Forum Romanum (Stadion Romawi) untuk diketahui oleh umum.
Berita di “Acta Diurna kemudian disebarluaskan. Saat itulah muncul para “Diurnarii, yakni orang-orang yang bekerja membuat catatan-catatan tentang hasil rapat senat dari papan “Acta Diurna itu setiap hari, untuk para tuan tanah dan para hartawan.
Dari kata “Acta Diurna inilah secara harfiah kata jurnalistik berasal yakni kata “Diurnal dalam Bahasa Latin berarti “harian atau “setiap hari. Diadopsi ke dalam bahasa Prancis menjadi “Du Jour dan bahasa Inggris “Journal yang berarti “hari, “catatan harian, atau “laporan. Dari kata “Diurnarii muncul kata “Diurnalis dan “Journalist (wartawan).
Dalam sejarah Islam, seperti dikutip Kustadi Suhandang (2004), cikal bakal jurnalistik yang pertama kali di dunia adalah pada zaman Nabi Nuh. Saat banjir besar melanda kaumnya, Nabi Nuh berada di dalam kapal beserta sanak keluarga, para pengikut yang saleh, dan segala macam hewan.
Untuk mengetahui apakah air bah sudah surut, Nabi Nuh mengutus seekor burung dara ke luar kapal untuk memantau keadaan air dan kemungkinan adanya makanan. Sang burung dara hanya melihat daun dan ranting pohon zaitun yang tampak muncul ke permukaan air. Ranting itu pun dipatuk dan dibawanya pulang ke kapal. Nabi Nuh pun berkesimpulan air bah sudah mulai surut. Kabar itu pun disampaikan kepada seluruh penumpang kapal.
Atas dasar fakta tersebut, Nabi Nuh dianggap sebagai pencari berita dan penyiar kabar (wartawan) pertama kali di dunia. Kapal Nabi Nuh pun disebut sebagai kantor berita pertama di dunia.

B. Sejarah Jurnalistik di Indonesia
Awal mula lahirnya Jurnalistik dimulai sekitar 3000 tahun lalu. Terdapat konsep dasar jurnalistik yaitu, penyampaian berbagai pesan, berita dan informasi. konsep dasar tersebut berakar dari saat ketika itu Firaun, Amenhotep III, di Mesir mengirimkan ratusan pesan kepada para perwiranya yang tersebar di berbagai daerah provinsi untuk mengabarkan apa yang terjadi di pusat.
Catatan sejarah yang berkaitan dengan penerbitan media massa terpicu penemuan mesin cetak oleh Johannes Gutenberg.
Media massa di Indonesia tumbuh dan berkembang secara unik, dibandingkan dengan negara lain, terutama bila dibandingkan dengan lahir dan tumbuhnya media massa di negara-negara barat dan AS. Media cetak di Indonesia lahir pada masa penjajahan Belandayaitu dengan terbitnya surat kabar Bataviase Nouvelles (1744). Koran ini tentu saja dijalankan oleh manajemen dan jurnalis Belanda. kemudian lahirlah pers “pribumi”, media cetak yang berkomunikasi dengan bahasa melayu atau bahasa daerah dan dipimpin oleh seorang pribumi. masuk dalam kategori ini adalah warta berita (1901) yang selain berbahasa melayu juga dicetak dalam bahasa latin. surat kabar lain yang lahir pada abad ke-19 meskipun telah dicetak dengan huruf latin dan berbahasa melayu tetapi umumnya masih di pimpim oleh orang-orang Belanda. Koran yang dipimpin oleh kaum pribumi ini merupakan cikal bakal “pers perjuangan” yaitu media cetak berbahasa Melayu yang menyiratkan cita-cita kemerdekaan dari penjajahan asing dalam kebijakan redaksionalnya.
Istilah pers perjuangan kembali populer setelah 17 Agustus 1945, yaitu Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi kemudian pihak Belanda (mencoba) menjajah kembali bangs Indonesia. Pada era 1945-1946, koran-koran yang membawakan suara bangsa Indonesia masih mendapat survive si tengah tekanan pihak Belanda. Wartawan Indonesia H. Rosiwan Anwar adalah contoh “sisa-sisa laskar panjang” yang mengalami sendiri masa-masa sulit itu.
Konsistensi pers cetak semakin terlihat pada perjalanan bangsa ini, mulai dari era demokrasi liberal (1950-1959), demokrasi terpimpin (1959-1965), demokrasi pancasila (1965-1998) dan kini, serta era reformasi (1998-sekarang).

C. Perkembangan Jurnalistik
perkembangan pengumpulan dan transmisi berita, meliputi perkembangan teknologi dan perdagangan, ditandai dengan munculnya teknik khusus untuk mengumpulkan dan menyebarkan informasi secara teratur yang telah menyebabkan, sebagai salah satu sejarah jurnalisme duga, kenaikan mantap “lingkup berita tersedia bagi kita dan kecepatan yang ditularkan.” Jurnalisme dan percetakan Penemuan jenis bergerak mesin cetak oleh Johannes Gutenberg di 1456, menyebabkan penyebaran luas buku cetak. The berkala dicetak pertama adalah Mercurius Gallobelgicus , ditulis dalam bahasa Latin, ternyata tahun 1594 di Cologne , dan didistribusikan secara luas, bahkan menemukan jalan ke pembaca di Inggris.
Surat kabar pertama adalah Oxford Gazette (kemudian London Gazette, dan diterbitkan terus sejak), yang pertama kali muncul pada tahun 1665. Ini mulai diterbitkan sementara kerajaan Inggris pengadilan adalah di Oxford untuk menghindari wabah di London, dan diterbitkan dua kali seminggu. Editor pertama juga merupakan wanita pertama dalam jurnalisme, meskipun ia digantikan setelah hanya beberapa minggu. Pada saat ini, Inggris telah mengadopsi Undang-Undang Pers Restriction, yang diperlukan bahwa nama printer dan tempat publikasi disertakan pada setiap dokumen yang dicetak.
Perancis Surat kabar pertama di Prancis, Lembaran de France, didirikan tahun 1632 oleh raja dokter Theophrastus Renaudot (1.586-1.653), dengan perlindungan Louis XIII. Semua surat kabar yang kena sensor prepublication, dan menjabat sebagai instrumen propaganda untuk monarki. Jean Loret dianggap sebagai salah satu wartawan pertama Prancis. Dia menyebarkan berita mingguan masyarakat Paris dari 1650 sampai 1.665.
Jurnalisme di Amerika Informasi lebih lanjut: Sejarah surat kabar Amerika Surat kabar kolonial pertama nyata adalah New England Courant , diterbitkan sebagai sampingan oleh printer James Franklin, saudara Benjamin Franklin . Seperti banyak surat kabar kolonial lainnya, itu sesuai dengan kepentingan partai.
Ketika abad ke-19 berkembang di Amerika, surat kabar mulai berfungsi lebih sebagai bisnis pribadi dengan editor nyata daripada organ partisan, meskipun standar kebenaran dan tanggung jawab masih rendah. Selain berita lokal, banyak konten disalin dari surat kabar lainnya. Selain berita, mungkin ada puisi atau fiksi, atau (terutama di akhir abad) kolom lucu. ” Kebangkitan surat kabar terkemuka di AS Seperti kota-kota Amerika seperti New York, Philadelphia, Boston dan Washington tumbuh dengan munculnya Revolusi Industri, begitu pula surat kabar. Mesin cetak besar, telegraf, dan inovasi teknologi lainnya memungkinkan surat kabar untuk mencetak ribuan salinan, meningkatkan sirkulasi, dan meningkatkan pendapatan. Koran pertama yang sesuai dengan definisi modern koran adalah New York Herald , didirikan pada tahun 1835 dan diterbitkan oleh James Gordon Bennett, Sr . Ini adalah surat kabar pertama yang memiliki staf kota meliputi rutin ketukan dan berita tempat , bersama dengan bisnis biasa dan Wall cakupan Street. Pada tahun 1838 Bennett juga menyelenggarakan staf koresponden asing pertama dari enam orang di Eropa dan ditugaskan koresponden domestik ke kota-kota utama, termasuk wartawan pertama yang secara teratur meliput Kongres.

IV. KESIMPULAN
perkembangan jurnalistik dunia Dalam perkembangan jurnalistik, terkait penentuan jurnalis pertama dan kapan kegiatan jurnalistik pertama dilakukan, para ahli senantiasa merujuk pada Romawi masa Julius Caesar (100-44 SM). Jules meneruskan tradisi raja-raja terdahulu untuk menyiarkan kabar mengenai keputusan senat di papan pengumuman, Acta Diurna. Jules berpikir, walaupun kekuasaannya tanpa batas, ia harus mendapatkan inisiasi dari publik Roma. Istilah Jurnalis Sejak saat itu, dikenal istilah Jurnalis yang berasal dari kata diurnalis atau mereka yang menjadi juru tulis senat. Padahal, jika para ahli sains percaya adanya agama, perkembangan jurnalistik sudah ada pada masa sebelum Jules. Misalnya, catatan Eumenes, 363 SM. Ia telah membuat kisah orang-orang ternama masa itu, dari Alexander yang agung sampai Aristoteles. Lebih jauh lagi beribu tahun ke belakang adalah masa Nabi Nuh. Konon, saat banjir besar menghantam bumi atau berakhirnya zaman es, riak jurnalistik sudah terbangun. Nabi Nuh AS membutuhkan kabar yang akurat dan faktual tentang kondisi daratan. Dikirimlah jurnalis dadakan, namun bisa dipercaya karena memiliki kemampuan “radar magnetis” dan otak kecil alat navigasi di hidungnya. Ya, burung merpati. Si Merpati barangkali pangkatnya seorang reporter investigasi yang diminta mencari tahu kadar kesurutan air. Merpati terbang berkeliling hingga menemukan ranting zaitun yang menyebul di lautan. Ranting itu dipatuk, lantas dibawa sehingga Nabi Nuh mengetahui kabar akurat mengenai surutnya air. China Pada perkembangan selanjutnya, tradisi tulisan berlanjut di China. Surat kabar pertama pun lahir, King Pao. Surat kabar yang mengabarkan titah kaisar. Lantas, jurnalis tulis menulis sedikit surat di zaman kegelapan Eropa walaupun mendapat tempat manis di Asia. Pada masa itu, orang Eropa mengandalkan para penyair dari hall ke hall untuk mengabarkan kisah para raja dan pahlawan. Perkembangan berarti berlangsung pada abad pertengahan. Yakni, hadirnya mesin cetak. Guttenberg (1450), dengan izin Tuhan, benar-benar merevolusi dunia. Kehadiran mesin cetak telah membawa jurnalisme ke titik 100 persen. Kemudian, lahir media massa pertama di Eropa yang tidak ditujukan untuk para raja semata. Yakni, Gazzeta di Venesia. Sebagaimana umumnya kota Italia yang menganggap raja atau doge sebagai patron, kota dan para pengurusnya bersikap mandiri. Kemandirian informasi di Venesia inilah yang melahirkan Gazzeta. Amerika Di Amerika Utara, perkembangan pers mengikuti sejarah unik penjajahan Inggris pada dataran kolonialnya. Orang kolonial Amerika Utara itu, bahkan, memulihkan nama journalism sebagai kegiatan pencarian berita. Sementara di tanah Inggris sendiri, lahir Oxford Gazzete. Nama newspapper mulai digunakan menggantikan Gazzete yang berbau pizza Italia. Pada masa awal revolusi Industri, masa Descartes usai mencerahkan Eropa dengan filsafat ilmunya, jurnalistik mulai dipandang sebagai ilmu baru di ranah sosial. Karl Bucher dan Max Weber di Universitas Basel Swiss memperkenalkan cabang baru ilmu persuratkabaran, Zeitungkunde pada 1884. Di Amerika Utara, lahirlah sekolah beken dalam urusan jurnalis, Columbia School of Journalism pada 1912 oleh Joseph Pulitzer. Pada abad ke-20, kepakaran dan profesi semakin mencair. Ilmu dan teori jurnalisme semakin berkembang, kode etik dilahirkan, teknik pemberitaan diperluas. Nama-nama harum, seperti Hunter S. Thompson, Hearst, atau Tom Wolfe, mengembangkan jurnalisme sebagai teknik dan konglomerasi.

V. PENUTUP
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman dapat memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.

DAFTAR PUSTAKA

http://aulia.mylivepage.com/wiki/1923_General/1038_sejarah_jurnalistik_dunia
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en%7Cid&u=http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_journalism
http://forumwartawanindonesia.blogspot.com/2012/01/sejarah-jurnalistik-dan-perkembangannya.html
http://aky.ac.id/berita-125-sejarah-jurnalistik.html

Contoh Berita Straight News Ala Dloen

Wi Fi Menyebabkan Coffee & Angkringan Buds Rame
Banyaknya pengunjung merupakan hal penting yang diharapkan penjual, termasuk Coffee & angkringan buds. Banyaknya jumlah pengunjung yang datang tentu akan menambah jumlah pemasukan pula, yang mana dari ini mengharuskan pemilik coffee & angkringan berlomba untuk menarik konsumen terlebih 2013 ini, jumlah coffee & angkringan meningkat cukup drastis di sekitar Ngaliyan an Jerakah.
Jerakah Rikyat Mh(22) memesan es teh tawar 2 gelas-an mie rebus pakai telor, Rabu (20/13) bersama teman perempuannya(20).
Informasi dari pengunjung Coffe & Angkringan Buds lainnya menyebutkan, tempat yang disediakan cukup nyaman, harga terjangkau dan ada Wifinya yang membuat tempat ini selalu ramai karena bisa memuaskan pengunjungnya. Hal tersebut pula yang menjadi alasan Herry selalu menghabiskan malamnya di tempat Coffe dan angkringan Buds “karena tidak memakan biaya banyak banyak dan bisa online sepuasnya, ketika ditanya penulis di TKP.
Alasan itu dibenarkan Diah Ulfa. Wanita yang berada di sebelah Rikyat Mh saat memesan mie makan malamnya. Diah dan Rikyat tidak bisa menduakan tempat itu. “saya sudah terlanjur jatuh hati, karena tempatnya menyenangkan, ujar Diah teman perempuan Rikyat yang duduk berada di samping Rikyat saat di Coffe dan angkringan Buds.
Diah yang langsung memasang kabel ces-an laptop ketika pertama datang, hal serupa ternyata dilakukan oleh pengunjung lain, hampir dari 21 jumlah pengunjung 40 % mereka yang membawa laptop, nongkrong, makan sambil mengerjakan tugas kuliyah..
Salah seorang pengunjung, Jaka (19), mengaku alasan dia malam itu memilih di Coffee dan angkringan Buds, itu karena ada tugas kuliyah yang ingin dikerjakan “ bsa online lama, gratis, cepat pula…walaupun jauh sih, karena kosan saya di tanjung sari utara pengangkuannya ketika diintrogasi.
Sudah jelas rupanya, mayoritas pengunjung yang datang di Coffee dan angkringan Buds itu memang karena adanya Wifi.