Sabar Ya Dloen Kamu Kena Tipu Calo

diterminal.

harga aqua Rp.1500, bisa jadi Rp.3000 itu wajar

Harga Gorengan yang di rumah Rp.500 menjadi Rp.1ooo dah biasa. lah harga Bus jurusan Cirebon-Semarang yang Patas Rp.55.000 aku juga tahu. dan nggak masalah!

tapi yang jadi masalahnya teman, saat dloen ke Purwokerto kemareR harga bus jurusan Cirebon-Pwt yang biasanya hanya Rp.35.000 bisa meninggi hingga Rp 65.000 saat dloen yang naik. Busyet jaraknya lumayan gede khan, ya buat ongkos pulangnya kan cukup sih ya……

teman-teman pasti penasaran bukan sama ceritanya????

kok bisa sih, dloen bego banget kaya gitu, ketipu mpe setengah harganya sendiri, ya mungkin aja kali nasibnya lagi apes pas hari     itu. singgat cerita nch ya…………..

27/02 kemaren, dloen berniat tuh wat ngadiri acara lounching jurnal bersama anak-anak forkomnas KPI Wilayah Jateng Jogja, yang kebetulan acaranya memang di PWT. karena posisi dloen yang lagi di jawabarat nch, bukan di semarang….jadi dech harus rela perjalanan seorang diri. walau begitu tak ada masalah buat seorang dloen yang petualang yang terbiasa berpergian dalam waktu yang lama dan perjalanan yang jauh. hanya saja hujan mendadak turun persis ketika fadlun naik angkutan umum hendak keterminal Cirebon. jadi dech pas turun baju lumayan basah, walau nggak banget. pilihan berteduh saat itu yang ada dalam fikiran dloen sampai sesaat mata sambil melirik kearah jejeran bis yang tertera tak jauh dari tempatnya berteduh itu. mencari mobil dengan arah PWT, sampai pada jalur 6 dimana ada bis, sebut aja bis “A”     dloen pun hendak mendekat, namun belum lama kakinya melangkah seseorang menghentikannya dari belakang.

” hujan-hujan gini mau kemana mba?” tanya sosok yang bertopi coklat itu     mengagetkan.

” mau ke jalur 6 maz!”
” mau kemana emang mbaknya?” tanyaya lagi, tak luput padangannya menatap dloen tajam!.

” mau ke PWT maz” jelas dloen singkat dan langsung berburu pergi meninggalkan laki-laki itu.

” mba kalau mau naik mobil itu harus beli tiketnya dulu!” ucapnya menghentikan langkah dloen lagi untuk kedua kalinya, namun kali     ini tangannya sembari menunjuk kearah bis yang dloen tuju.

”     ayo ikut saya” perintahnya sambil menggandeng tangan dloen.

dloen hanya mengekor dengan sebelum melepaskan tangannya dari sosok lelaki paruh baya itu, dalam hati dloen hanya berharap kebaikan yang akan dihadapinya, dan saat itu dloen yakin kalau sosok yang sedang membawanya itu adalah laki-laki baik sebagai penolongnya dengan satu stel kaos kuning tua dengan celana oblong biru dongker, terasa aneh memang ketika dilihat. namun bukan itu yang dloen nilai dari sosok lelaki itu melainkan karena niatnya itu yang mengarahkan dloen untuk secepatnya meluncur ke PWT.

” mba mau yang kelas apa? tinggal pilih aja?” ucap lelaki itu tiba-tiba ketika keduanya berhenti di salah satu agen bis, dloen lupa apa namat tempat agennya.
dloen melihat, membaca, dan menimbang. sesaat semuanya terasa ganjil dan rasa kepercayaan dloen tiba-tiba menurun hampir 50% sendiri melihat lampiran harga bus yang tertera dikertas putih yang sudah dilaminating itu.
” mba mau yang harga berapa?” tanya orang itu lagi, yang dloen sendiripun jadi bingung menilainya.

” mas, ini bener lampirannya? kok lebih mahal ke PWT ya dari pada kesemarang?” tanya dloen penasaran.

” ea mba, kan arah dan jalanannya beda, jadi mba mau jadi ke PWT apa nggak?”
” mau lah maz! tapi bisnya berangkat sekarang kan?” tanya dloen lagi. ” ” ea, tapi mbanya mau yang mana dulu?”
” lah bis nya yang ada sekarang yang berapa?”
” Rp.65.000 mba!     mau apa tidak?” sebtak lelaki itu tiba-tiba, dan itu amat menyayat hati dloen yang sudah simpatik padanya.

” ea maz, nih!” ucap dloen akhirnya sambil menyodorkan uang lima puluh ribuan satu, sepuh ribuan dan lima ribuan satu dan genap Rp.65.000 seperti yang diminta.

” nih!” ucap lelaki itu tak lama kemudian sambil menyodorkan pula tiketnya kearah dloen, jadi dech transaksi itu.

dan singkat cerita ketika dloen sampai disamping bis, perasaan terkejut sungguh amat…..dan sangat terkejut melihat kondisi bis yang bagian depan ( untuk supir) kebocoran, dan bodi bis yang kecil. sempat terlonjak, namun ketika rasa penasaran itu kembali muncul sosok yang tadi menghantarkan dloen sekaligus yang meberi tiket dloen tiba-tiba saja menghilang sosoknya tak ada lagi.

dloen pun akhirnya memberanikan diri untuk masuk kedalam bis hingga seorang ibu ibu berumur kepala empat menyapaya.
” mau kemana neng geulis?” tanyaya kearah ku sembari menawarkan tempat duduk tepat disampingnya.

” ke terminal purwokerto bu” jawabku singkat.
” sudah bayar?”
” sudah bu, tadi sebelum naik>”
” oh ya sudah, barangkali belum nanti bareng ibu aja”
” lah, onggok ke terminal PWT biasanya berapa bu?” tanyaku akhirnya memberanikan diri, barangkali ibu-ibu disamping dloen memang berpengalaman berperjalanan dengan jurusan Cirebon-PWT.

” Rp 35.000 neng, kalau neng sih tadi berapa?”
” waduh bu, kok aku sampai Rp.65.000 ya……” jawabku tak percaya
dan ibu-ibu itu lalu berkata sambing mengelus kepalaku ” sabar ya neng kamu kena tipu calo”

Facebook Comments

5 comments

  • kamu ngga ambil pelajaran waktu kita di terboyo yach !!! kan ada yang nawarin tiket 85 ribu ternyata tarif sebenarnya cuma 65 ribu.
    tapi untuk kasus kamu kali ini benar-benar parah. terlalu jauh harganya.

  • Kamu ngga ambil pelajaran waktu kita di terminal terboyo sih. Waktu itu ada yg menawarkan tiket 85 ribu ternyata tarif sesungguhnya hanya 65 ribu. untung waktu itu kamu jalan sama cowo berpengalaman. hehehe

  • Suryo@ hmmm ea jg ce massss……
    Tp posisinya q sendiri, dan mang nggak pernah ktmpat (pwt) sblumnya ce? lom lage psisi ge buru@ jg, dtmbah ujan ydh dech hmmmmmm….sedih!

  • wew!

    teteh dloen, moga ini jadi yang terakhir, ya..

  • ea nch, q jg g brharap itu akan trulang lagi..yg jls plajaran bgt dch wt q kdpnny