Tulalit Dloen yang Tingkat Tinggi

seperti biasa udara pagi di wilayah Ngaliyan-Semarang memang cukup dingin akhir-akhir ini, hujan pun tak pernah berhenti dalam satu hari saja mesti turun mengguyuri bumi mahasiswa. maklum saja IAIN WALISONGO salah satu Univ di Semarang letaknya memang di daerah sekitar ngaliyan.

dloen yang memang pemalas tak akan bangun sebelum pukul 7 pagi, terlebih bila hari libur. sama seperti yang di lakukannya pagi ini, bersembunyi dibelakang selimut putiihnya. serasa tak ingin beranjak apalagi mencari tau aktifitas teman-temannya yang lain di luar sana.

” selama aku mencari….selama aku menanti” senandung agnes dari Hp miliknya berdering, kontan bukan hanya membangunkan tidur dloen melainkan pula mengganggu kenyamanan dalam melepas lelahnya karena semalam yang bergelut dengan game.

” sial” batin dloen yang ternyata didapatinya dering itu hanya Misscall belaka.

dloen pun beralih, beranjak dengan sebelumnya ia rapikan tempat tidur dan ia lipatkan selimut putih miliknya, tak lupa dloen pun menyapu sekitar tempat tidurnya. tiba tiba saja ingatannya tertuju pada Camera Digital miliknya, ya dimana keberadaannya kini.

dloen langsung meraih Hp Nexsian putih miliknya itu, di pilihnya salah satu daftar nama , ya nama Anwar yang dloen pilih. dalam ingatannya yang terakhir meminjam benda kecil berbentuk segi empat itu dipakai anwar untuk memfoto kegiatan Kordais ( Korpsd Dai Islam) yang di adakan di Lab Fakultas yang juga dloen ikuti.

” hallo war, maaf ganggu . kamu tau digital punyaku” ujar fadlun tanpa salam ketika handphonnyanya tersambung dengan anwar.

” hallo, maaf ini siapa ya? digital apa?” ujarnya balik tanya.

“deg” jantung dloen berdengup kencang, ketakutannya kehilangan benda itu menjadi. ” waduh kalau hilang gimana nih? bisa kena semprot ayah lagi” batinnya mengeluh.

” hallo, siapa ini?” tannya anwar lagi pada sosok dloen

” hmm, iya war ini mba fadlun, maaf. kamu tau digitalku, kamera yang kamu pinjam kemarin siang!” jelasku cepat pada sosok di sebrang sana.

” oh mba fadlun, enjjih mba     aku lupa ngembalikinnya sama mpean. jadi aku bawa dulu, maaf ya mba” jelasnya yang langsung melegakan hati dloen yang sedari tadi ketakutan.

” ya udah, makasih ya sudah kamu simpan, nanti tolong di bawa ketika dikampus” ucap dloen sekaligus mengakhiri telponnya dengan anwar.

sejenak, sebelum melanjutkan aktifitasnya dloen berfikir dan menyadari betapa cerobohnya dia, hingga setiap kegiatan mesti kehilangan barang, dari mulai modem flasnya, flashdisk tosibanya, jas almamater miliknya, dan untung saja digitalnya kali ini tak ikut raib dari tangannya. dloen. dloen tulalit banget sih kamu.

Facebook Comments

7 comments